Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA LAMA HOSPITALISASI DAN PERSEPSI KELUARGA TENTANG PERILAKU PERAWAT DENGAN KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH DI RSU PKU MUHAMMADIYAH GUBUG 2014 Sukarmin Sukarmin; Subiwati Subiwati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia prasekolah merupakan masa kanak-kanak awal yaitu pada usia 3-6 tahun. Pada usia ini, perkembangan motorik anak berjalan terus-menerus. Hasil penelitian Purwandari et.al. (2011) di RSUD Margono Soekardjo Purwokerto menunjukkan 25% anak usia prasekolah yang dirawat mengalami cemas berat, 55% cemas sedang dan 20% cemas ringan. Dampak hospitalisasi dan kecemasan yang dialami anak usia prasekolah berisiko dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan proses penyembuhan pada anak Mengetahui hubungan lama hospitalisasi dan persepsi keluarga tentang perilaku perawat dengan kecemasan rawat inap  pada anak pra sekolah di RSU PKU Muhammadiyah Gubug. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian  korelatif analitik yaitu untuk menerangkan tentang hubungan antara lama hospitalisasi dan persepsi keluarga tentang perilaku perawat dengan kecemasan rawat inap . Peneliti mengambil 30 responden anak pra sekolah yang dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Gubug. Ada hubungan antara perilaku perawat dengan kecemasan anak pra sekolah dengan nilai p 0,002 (α0,05) sedangkan hubungan lama hospitalisasi dengan kecemasan anak prasekolah tidak ada hubungan yang bermakna dengan nilai p=0,073 (α 0,05). Meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan terutama ditunjukan dalam perawatan anak usia pra sekolah yang mengalami dampak hospitalisasi
PENGARUH DURASI WAKTU KANGAROO MOTHER CARE (KMC) PADA BBLR DENGAN FUNGSI FISIOLOGIS BAYI DAN PSIKOLOGIS IBU DENGAN BAYI DI RSIA RESTU IBU SRAGEN Heny Siswanti; Sukesih Sukesih; Sri Karyati; Eva Untar; Subiwati Subiwati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2091

Abstract

Latar Belakang: Bayi baru lahir yang berat badan lahirnya kurang dari 2500 gram, berapapun usia kehamilannya, termasuk bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang mempunyai dampak langsung dan jangka panjang. Secara total, 15% hingga 20% bayi baru lahir di seluruh dunia diperkirakan mengalami BBLR, yang setara dengan lebih dari 20 juta kelahiran setiap tahunnya. Angka kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Indonesia mencapai 6,2% menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 (Alfira et al., 2020). berdasarkan informasi dari BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi Jawa Tengah) proporsi bayi berat lahir rendah (BBLR). Pada tahun 2020, Jawa Tengah memiliki nilai sebesar 23.772, lebih tinggi dibandingkan persentase BBLR pada tahun 2021 sebesar 21.001. Sementara di Sragen terdapat 677 lebih sedikit bayi baru lahir dengan BBLR pada tahun 2020 dibandingkan pada tahun 2021, yaitu sebanyak 704 bayi. Ahli neonatologi Kolombia mengembangkan PMK, atau teknik pengobatan kanguru, untuk menghilangkan bayi tersebut. Dengan menciptakan keadaan dan lingkungan yang sebanding dengan kondisi di dalam rahim, pendekatan Kanguru mampu memenuhi kebutuhan dasar BBLR dan memberi mereka kesempatan untuk berhasil menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim. Metode perawatan kanguru (PMK) atau Kangaroo Mother Care (KMC) telah terbukti meningkatkan ikatan ibu-bayi sekaligus menurunkan angka kematian, infeksi, pertumbuhan, dan menyusui. Tujuan: Di RS Restu Ibu Sragen, peneliti ingin mengetahui berapa lama Kangaroo Mother Care (KMC) berlangsung dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan fisik dan psikologis ibu dan bayi.Metode:  Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pre-post-test with control. dengan sosok itu. Terdapat 22 ibu dan bayi BBLR yang merespon. dengan teknik sampling insidental.Hasil: Lamanya waktu sebelum dan sesudah Kangaroo Mathe Care dilakukan berdampak pada psikologi ibu dan fisiologi bayi di SRIA estu Ibu Sagen. T, nilai Asymp.Sig (2 tailed) 0,000 0,05). Nilai Asymp.Sig (2 tailed) 0,000 0,05).Kesimpulan: Itu ada. Dampak jeda waktu dilakukannya Kanggaroo Mathe Care terhadap fisiologi bayi dan psikis ibu di SRIA estu, ibu Sagen
PENDIDIKAN SEKS USIA DINI DI MI MUHAMMADIYAH UNDAAN Muhammad Purnomo; Noor Hidayah; Subiwati Subiwati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1679

Abstract

Identifikasi anggota tubuh penting bagi anak untuk mengetahui nama serta fungsi dari masing-masing anggota tubuh nya. Menutup aurat anak berfungsi untuk mengetahui batasan aurat laki – laki dan perempuan, sehingga nantinya anak terbiasa untuk menurtup auratnya ketika berada di rumah maupun disekolah. Menutup aurat merupakan salah satu langkah agar anak terhindar dari tindakan pelecehan seksual yang mungkin mengintainya. Pengenalan identitas gender agar mampu menjelaskan kepada anak bahwa manusia ada dua identitas yaitu laki - laki dan perempuan sehingga anak mengetahui bagaimana batasan antara laki - laki dan perempuan. Keterampilan melindungi diri dari kejahatan seksual membantu anak dalam mengantisipasi kejahatan seksual yang mungkin terjadi pada anak. Identifikasi situasi - situasi yang mengarah pada tendensi eksploitasi seksual, agar anak dapat mengetahui dan memahami contoh dari tindak kejahatan seksual. Toilet training dapat meningkatkan kemampuan pengenalan pendidikan seks pada anak yang memiliki tujuan agar anak bisa buang air besar dan buang air kecil tanpa bantuan dari orang lain