Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Makna Media Sosial Pengurus Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Dalam Mendorong Aktivisme Sosial Nunik Maharani Hartoyo
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6 No 2 (2014): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.356 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v6i2.415

Abstract

Aktivisme para Pendiri dan Pengurus Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) diinisiasi melalui pemanfaatan TIK dan media sosial yang dimulai sejak tahun 2006 dan mengejawantah sebagai sebuah organisasi nirlaba yang berhasil menyosialisasikan pentingnya menyusui dan pemberian ASI eksklusif di Indonesia. Melalui media sosial, AIMI berhasil mengembangkan organisasinya, meningkatkan popularitasnya, mampu merangkul banyak pendukung, memiliki 12 cabang di daerah, menjadi salah satu mitra kunci Kementrian Kesehatan. Kini AIMI telah menjadi organisasi rujukan nasional dan berkontribusi dalam peningkatan jumlah konselor laktasi di Indonesia. Keberhasilan AIMI ini merupakan bentuk aktivisme sosial yang didorong motivasi kuat untuk turut berkontribusi dalam mendesakkan perubahan sosial. Lebih jauh, dengan menggunakan konsep-konsep dalam Social Construction of Technology yang dikembangkan Bijker, Pengurus AIMI berbagi penafsiran yang sama mengenai potensi TIK dan media baru. Pengurus mengenali ragam media sosial yang memiliki potensi dalam meluaskan komunikasinya dan berhasil memanfaatkan momentum teknologi seperti perkembangan milis dan Twitter. Pengurus menyadari bahwa setiap akun memiliki karakter khas yang menentukan pola interaksi unik, sehingga menuntut pengemasan pesan yang spesifik. Hasilnya, terbentuk konstruksi makna media sosial dalam kerangka kerja teknologi di kalangan Pengurus AIMI, yakni: (1) media sosial memiliki nilai ekonomi tinggi, (2) berdaya jangkau luas melampaui batas-batas geografis dan (3) memberikan kemudahan dalam berkoordinasi dan berorganisasi. Kata kunci: aktivisme sosial, media sosial, komunikasi kesehatan, konstruksi sosial, SCOT.
Representasi Identitas Perempuan Berhijab dalam Bingkai Media Massa: Kajian Literatur Sistematis Putri Amalia Kunaefi; Efi Fadilah; Nunik Maharani Hartoyo
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 15 No 2 (2025): JIPSi : Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v15i2.17088

Abstract

Women who wear hijab are one of the marginalized groups. Islamic-majority countries like Indonesia even have a long history of hijab, which was even banned during the Orde Baru era. The phenomenon of women wearing hijab has become a concern for society, religious communities, the government, and including academics, especially in media studies. This research discusses how the development of the study of the representation of women wearing hijab in mass media in Indonesia. Using Ridley's systematic literature review method to collect 10 scientific literature documents related to the representation of women wearing hijab in the mass media. 10 scientific literature documents then underwent data extraction with 6 categories, namely: focus of discussion, media objects, methods and data analysis, theories used, research results, and suggestions. The results of the study suggest that mass media construction of women wearing hijab depends on the ideology of the media so that the media's point of view varies. There are media that see hijab as a symbol of piety, fashion, domestic sphere, stereotypes, challenges, and freedom of human rights. This indicates that the issue of women wearing hijab can still be studied in mass media that adhere to different ideologies.