Ketidakpastian global dan kebijakan ekonomi proteksionis yang semakin meluas telah menjadi tantangan utama bagi stabilitas ekonomi nasional dan dunia usaha. Dalam konteks ini, keuangan syariah hadir sebagai salah satu solusi strategis untuk meningkatkan resiliensi ekonomi melalui penerapan prinsip-prinsip akuntansi syariah. Artikel ini membahas peran keuangan syariah dalam memperkuat daya tahan ekonomi, khususnya melalui transparansi, keadilan, dan keberlanjutan yang diusung oleh akuntansi syariah. Penerapan prinsip-prinsip akuntansi syariah tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap nilai-nilai etika Islam—seperti larangan riba dan spekulasi—tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor serta masyarakat terhadap institusi keuangan syariah. Studi ini menyoroti bahwa pengelolaan keuangan yang berbasis syariah mampu memberikan added value secara finansial dan reputasi perusahaan, serta mendorong terciptanya ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tengah tekanan ekonomi global dan kebijakan proteksionis2. Dengan demikian, keuangan syariah dan akuntansi syariah berperan penting sebagai pilar resiliensi ekonomi dalam menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian.