This Author published in this journals
All Journal Sebatik
Deri Fikri F
Sastra Inggris, Universitas Putra Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KLASIFIKASI KOMPETENSI DIGITAL DOSEN BAHASA INGGRIS DI ERA PANDEMI Yusup Supyani; Deri Fikri F
Sebatik Vol 25 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.261 KB) | DOI: 10.46984/sebatik.v25i2.1524

Abstract

Digitalisasi sekarang ini secara luas digunakan oleh semua pihak pemangku kebijakan di bidang pendidikan, termasuk level perguruan tinggi. Dosen yang memegang posisi yang penting dalam proses pembelajaran harus beradaptasi dengan baik pada teknologi informasi terbaru. Lambat laun, perkembangan teknologi akan memaksa semua pekerja untuk menggunakannya jika masih ingin bertahan di era ini. Di sisi lain, penyebaran Pandemi Covid-19 di seluruh dunia menuntut dosen dan mahasiswa untuk memaksimalkan penggunaan teknologi informasi terkini. Bagaimana dosen menggunakan menggunakan perangkat digital dalam melaksanakan proses pembelajaran merupakan fokus inti dari studi ini. Studi ini bertujuan untuk memetakan kemampuan dosen dalam menggunakan perangkat digital dalam mendukung proses pembelajaran yang dilakukan. Selebihnya target dari studi ini adalah untuk memberikan sekilas penjabaran tentang kemampuan kompetensi digital kepada Lembaga Penjamin Mutu di kampus dan lebih jauh dapat memberikan pertimbangan yang komprehensif tentang bagaimana mengembangkan dan memandu kompetensi digital dosen di masa depan. Studi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan partisipan 8 dari 11 dosen yang mengampu di Fakultas Sastra Universitas Putra Indonesia Tahun Akademik 2020/ 2021. Partisipan dalam studi ini 72% adalah dosen yang mengampu mata kuliah Linguistik atau Sastra. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil studi mengungkapkan bahwa partisipan telah cakap dalam menggunakan digital sesuai standar perguruan tinggi dan lolos melewati semua kriteria kompetensi digital.