Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perancangan Low Noise Amplifier untuk Aplikasi Radar Pasif Antrisha Setiawan; Muhamad Ramdani; Atik Charisma
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 19 No 1 (2021): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radar pasif adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mendeteksi dan memperoleh posisi dengan menggunakan sinyal tertentu yang ditransmisikan oleh target. Sinyal pada sistem radar dalam bentuk gelombang mikro memiliki daya yang sangat rendah. Sehingga, sistem penerima pada radar harus mempunyai penguat dengan penguatan yang tinggi dan mampu meredam derau serendah-rendahnya. Perancangan Low Noise Amplifier (LNA) dibuat menggunakan mikrostrip dengan komponen aktif penyusunya berupa transistor ATF- 58143. Software ADS (Advaced Desain System) digunakan pada perancangan LNA. Untuk medapatkan rangkaian matching impedansi, digunakan tools Smitch-chart pada ADS. Metode yang digunakan dalam perancangan matching impedance adalah single short stub. Rangkaian LNA dipasngkan dengan rangkaian bias untuk mendapatkan nilai-nilai yang memenuhi spesifikasi. Hasil akhir perancangan pada frekuensi 2,5 GHz memiliki faktor kestabilan 1,719, noise figure sebesar 2,554, gain (S21) 12,090 dB, input return loss (S11) -26,861 dB, output return loss (S22) -13,563 dB, dan VSWR bernilai 1,531. Panjang saluran transmisi di penyesuai impedansi masukan memiliki nilai W = 3,416540 mm dan L = 20,405200 mm di short stub, dan nilai W = 3,416540 dan L = 3,847260 di line stub. Panjang saluran di impedansi saluran keluaran memiliki nilai W = 3,416540 mm dan L = 10,683500 mm di short stub, dan nilai W = 3,416540 dan L = 3,847260 di line stub. LNA dapat digunakan pada frekuensi 2 - 3 GHz.
Low Noise Amplifier Dual Stage dengan Metode π-Junction untuk Long Term Evolution (LTE) Atik Charisma; Nahal Widianto; M. Reza Hidayat; Handoko Rusiana Iskandar
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 2 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n2.116-125

Abstract

Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi tanpa kabel yang memerlukan komponen-komponen elektronika untuk mendukung performansinya. Salah satu komponen elektronika tersebut yaitu Low Noise Amplifier (LNA) sebagai penguat di bagian penerima. Penelitian ini merancamg Low Noise Amplifier dengan bantuan software berdasarkan perhitungan. LNA bekerja pada frekuensi 1,8 GHz yang merupakan pita frekuensi LTE. Tahapan perancangan LNA dimulai dari pemilihan transistor, rangkaian DC bias, dan penyesuai impedansi. Transistor ATF 34143 menjadi pilihan untuk LNA karena sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Komponen perancangan LNA untuk rangkaian DC meliputi resistor, kapasitor, dan induktor. Salah satu metode yang digunakan pada rangkaian penyesui impedansi yaitu metode π-junction pada bagian input dan output. Rangkaian penyesuai impedansi menggunakan mikrostrip. Sebuah transitor ditambahkan secara cascade untuk meningkatkan performansi LNA. Paremeter-parameter penting sebagai kinerja LNA yaitu noise figure, faktor kestabilan, dan gain. Hasil simulasi perancangan LNA ini memperoleh nilai noise figure sebesar 0,561 dB, gain 36,463 dB, dan faktor kestabilan 1,785. Parameter hasil perancangan telah memenuhi spesfikasi LNA serta kebutuhan LTE.Long Term Evolution (LTE) is a wireless technology that requires electronic components to support its performance. One of the electronic components is the Low Noise Amplifier (LNA) as an amplifier at the receiver. This study designed a Low Noise Amplifier with the help of software based on calculations. LNA works on the 1.8 GHz frequency which is the LTE frequency band. The LNA design stages start from the selection of transistors, DC bias circuits, and impedance matching. The ATF 34143 transistor is the choice for LNA because it fits the required specifications. LNA design components for DC circuits include resistors, capacitors, and inductors. One of the methods used in impedance matching circuits is the π-junction method on the input and output sections. Impedance adjustment circuit using microstrip. A transistor is added cascade to improve LNA performance. Important parameters as the performance of LNA are noise figure, stability factor, and gain. The simulation results of this LNA design obtain a noise figure value of 0.561 dB, a gain of 36.463 dB, and a stability factor of 1.785. The design parameters have met the LNA specifications and LTE requirements.
The Green Campus Building's Rooftop Photovoltaic System Design Project Handoko Rusiana Iskandar; Deri Mardiansyah; Atik Charisma; Een Taryana; Yuda Bakti Zainal
Infotekmesin Vol 15 No 1 (2024): Infotekmesin: Januari, 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v15i1.1945

Abstract

Universitas Jenderal Achmad Yani, whose major campus is in Cimahi City, is constructing a large-scale campus development, the size of which is directly proportionate to the quantity of energy consumed. This increase in electrical energy consumption can be minimized by utilizing environmentally friendly renewable energy sources to supply loads and reduce the use of existing energy from the grid (PT. PLN). This context supports a design proposal for the production of photovoltaic-based photovoltaic on the Universitas Jenderal Achmad Yani campus, particularly in two buildings with exceptional roof potential. In this paper, the modeling carried out aims to help supply renewable energy-based electrical energy. The design of PV on Grid Installation Engineering in Buildings at Universitas Jenderal Achmad Yani carried out in this paper includes PV placement layout, PV construction, and simulation using PVsyst. The rooftop-type grid-connected PV is modeled in the Faculty of Health Sciences and Technology (FHST) Building and the Rectorate Building, which are composed of PV panels, inverters, and other supporting components. Grid PV design and simulation modeling on the roofs of FITKES and Rectorate Buildings resulted in a total installable PV capacity of 420 kWp, an annual average Performance Ratio of 80.6%, and an average potential energy output of 702 MWh/year. This energy potential is undoubtedly proposed to fulfill future electricity needs.
Sistem keamanan pengiriman data pada perangkat pemantauan kualitas udara (CO2) Nivika Tiffany Somantri; Fadhil Aulia Rahman; Sofyan Basuki; Hajiar Yuliana; Atik Charisma; Adesena Permana
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 6 No. 1: March 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v6.i1.2026.35-48

Abstract

Teknologi Internet of Things (IoT) telah berperan penting dalam pemantauan kualitas udara, terutama untuk mengukur konsentrasi gas karbon dioksida (CO2). LoRa, dengan jangkauan luas dan konsumsi daya rendah, menjadi solusi efektif untuk pengiriman data di daerah sulit dijangkau. Namun, tantangan utama adalah keamanan pengiriman data. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan keamanan pengiriman data LoRa pada sistem pemantauan kualitas udara melalui penerapan enkripsi AES (Advanced Encryption Standard). Dalam penelitian ini dirancang suatu sistem enkripsi dan dekripsi keamanan data yang di implementasikan ke perangkat node sensor sebagai pangambil data sensor kualitas CO2 dan pengrim data dalam bentuk ciphertext, serta perangkat gateway yang akan menerima enkripsi data lalu mengubahnya kembali menjadi plaintext, dilengkapi juga nilai RSSI dan SNR sebagai indikator kulitas pengiriman setiap data yang diterima dalam komunikasi LoRa. Pengujian sistem keamanan komunikasi data pada LoRa dengan algoritma AES 128-bit mode ECB berhasil mengamankan data yang dihasilkan oleh sensor MQ-135 untuk mengukur kadar CO2. LoRa mampu mengirimkan data dalam jarak 50 hingga100 meter secara NLOS, namun kualitas pengiriman data menurun pada jarak lebih jauh, dengan paket loss mencapai 70% pada 150 meter dan 90% pada 250 meter. Nilai RSSI dan SNR juga memburuk seiring dengan peningkatan jarak, dengan nilai -110dBm hingga -112dBm untuk RSSI dan -10dB hingga -11dB untuk SNR pada jarak 150 hingga 250 meter. Pengujian kualitas udara di lingkungan urban menunjukkan rata-rata CO2 sebesar 361,5 PPM, yang masih jauh dari ambang batas 1000 PPM yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, menunjukkan kondisi udara yang aman.
Sensor dan Kalibrasi Partial Discharge untuk Diagnosis dan Pemantauan Kondisi Peralatan Tegangan Tinggi: Analisis Kritis Frenzi Agres Yudithia; Rosnita Rauf; Atik Charisma
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 23 No 2 (2025): EPSILON - Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/f6a3mf12

Abstract

The crucial challenge in Condition Monitoring (CM) and Predictive Maintenance of high-voltage (HV) equipment is achieving reliable detection and precise localization of the Partial Discharge (PD) source. PD is a vital indicator of insulation degradation. This challenge is compounded by the complex and non-homogeneous operational environment, where internal structures like transformer windings and cores significantly distort and attenuate signals, while simultaneously creating the phenomenon of acoustic multipath. This critical analysis examines the convergence of advancements in sensor technology, calibration techniques, and sophisticated algorithms in the effort to overcome these PD localization challenges. The review highlights significant progress across various sensor types, including Acoustic Emission (AE) sensors optimized with the KLM Model to enhance sensitivity, UHF sensors that offer superior noise immunity, and innovative pressure-balanced fiber-optic acoustic sensors specifically designed for detecting dual PDs. To achieve higher localization accuracy, signal processing techniques have evolved beyond the basic Time Difference of Arrival (TDOA) method. Currently, robust algorithms are applied, such as Generalized Cross-Correlation with Phase Transformation (GCC-PHAT), which effectively suppresses noise and reflections, and Particle-Swarm-Optimization Route-Searching (PSORS) to intelligently model the acoustic signal propagation paths around internal obstructing structures. Alternative approaches also include online localization based on electrical Transfer Function analysis. The integration of highly sensitive sensor technology with intelligent pathfinding algorithms is key to realizing accurate multi-method diagnosis, thereby supporting more reliable and efficient operation of HV equipment