Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bahaya Perekrutan Terorisme Melalui Media Sosial di Indonesia Irawan Irawan; Nasrun Nasrun
Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Vol 3 No 1 (2020): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.895 KB) | DOI: 10.32923/kjmp.v3i1.1392

Abstract

Terorisme mengancam kehidupan manusia. Dampak aksi terorisme dapat menghilangkan nyawa manusia, terluka, dan trauma psikologis. Oleh karena itu, aksi terorisme dan penyebaran paham terorisme harus dibasmi. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bahaya perekrutan terorisme melalui media sosial dan langkah-langkah strategis pencegahannya. Perekrutan terorisme melalui media sosial sangat berbahaya karena mempengaruhi psikologi masyarakat. Media sosial seharusnya digunakan untuk kepentingan yang bermanfaat, bukan untuk mempengaruhi orang lain menjadi calon teroris. Demikian juga Islam mengajarkan bagipenganutnya agar memprakkan Islam yang ramah.Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah analis kualitatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi teroris (the psychology of the Terrorist) Rex A. Hudson. Tulisan ini menyimpulkan bahwa tindakan terorisme memberikan rasa takut, cemas, dan bertentangan dengan Islam rahmatan li a`lamin, Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Langkah-langkah pencegahan perekrutan teroris melalui media sosial adalah pembinaan kepada masyarakat tentang bahaya terorisme oleh pemerintah (Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia), tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Hate Speech di Indonesia: Bahaya dan Solusi Irawan Irawan
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 9 No 1 (2018): Mawai'zh Juni
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v9i1.712

Abstract

This article aims to explain hate speech in Indonesia and its solution. The theory used in this article is Critical Race Theory which is initiated by Richard Delgado and Jean Stefancic. This Critical Race Theory is also sustained by an Islamic perspective so as to be found the causes of hate speech and solutions that must be done. This paper concludes that: First, hate speech in Indonesia is verbally and non-verbally done which is delivered both directly and indirectly (social media). Second, hate speech in Indonesia causes social inequality, non-respectful attitudes, and national decline. Third, hate speech does not reflect the character of the Indonesian people who uphold ethics and the values of nationalism. Fourth, hate speech triggers violence and intolerance of religions, ethnicities, races, and groups. Hate speech must be jointly solved by government, religious leaders and society.