Hijrawatil Aswat
Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

Implikasi Distance Learning di Masa Pandemi COVID 19 terhadap Kecerdasan Emosional Anak di Sekolah Dasar Hijrawatil Aswat; Ekha Rosmitha Sari; Rahmi Aprilia; Ahmad Fadli; Milda Milda
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.803

Abstract

Dunia Pendidikan dihadapkan dengan situasi belajar yang tak biasa, sehingga guru diwajibkan untuk mengelola pembelajaran yang efektif ditengah pandemi Covid-19. Namun situasi saat ini tentu berpengaruh terhadap psikologi siswa dimana Distance Learning menuntut siswa belajar secara mandiri, dan secara sosial membatasi siswa untuk belajar melalui lingkungan sosial. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana implikasi Distance Learning terhadap perkembnagan kecerdasan emosional anak di Sekolah Dasar. Sample penelitian ini merupakan siswa di Sekolah Dasar di Kota Baubau yang tersebar di 3 Kecamatan yakni kecamatan betoambari, murhum, dan wangkanapi yang diambil secara acak dari populasi yang ada. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat melalui analisis secara langsung terhadap fenomena yang terjadi di lapangan yang diselidiki berdasarkan fakta, sifat-sifat dan gambaran permasalahan. Instrument penelitian yang digunakan ialah melalui observasi, wawancara dan angket yang diisi oleh siswa guna melihat respon siswa terhadap kecerdasan emosionalnya. Temuan atau inovasi yang ditargetkan dalam penelitian ini sebagai bahan acuan dalam melaksanakan pembelajaran ditengah pandemi, dengan tetap memenuhi kebutuhan siswa terkait perkembangan emosional anak. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hambatan perkembangan kecerdasan emosional anak selama pembelajaran jarak jauh dari beberapa aspek perkembangan. Dampak distance learning mengakibatkan kurangnya aktivitas sosial, kejenuhan belajar, tekanan orang tua dalam mendampingi anaknya, proses belajar yang Panjang, penumpukan tugas, dan suasana belajar yang monoton mnjadi salah satu faktor penghambat kecerdasan emosional anak. Secara garis besar perubahan ini terjadi akibat tidak siapnya antara siswa, guru, dan orang tua menghadapi stuasi belajar yang berbeda. Selain itu fokus pencapaian hasil belajar hanya pada ranah kognitif, sehingga penanaman karakter dan kecerdasan emosional hanya didapatkan dari rumah saja tanpa adanya sosialisasi dan dukungan media inovatif penanaman karakter emosional pada siswa.
Analisis Iklim dan Budaya Sekolah di Masa New Normal terhadap Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal Po-5 Sejak Dini Hijrawatil Aswat; Fitriani B; Mitra Kasih La Ode Onde; Eka Rosmitha Sari; Wulan Damayanti Yansen
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1897

Abstract

Karakter budaya lokal Po-5 merupakan warisan nilai budaya Kesultanan Buton yang sangat penting untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari yang sangat berkesesuaian dengan nilai-nilai Pancasila dan agama dalam membentuk karakter unggul bermartabat di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran iklim dan budaya sekolah dalam memberikan penguatan karakter berbasis budaya lokal sejak dini. Metode penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan instrument penelitian berupa lembar observasi murid dan guru, daftar ceklis atau catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi, yang dilaksanakan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kota Baubau. subjek dalam penelitian ini adalah 25 peserta didik dan 5 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim sekolah dari segi desain lingkungan fisik sekolah, sarana dan prasanaran, kurikulum dan desain lingkungan pembelajaran di kelas, tidak menunjukkan terwujudnya iklim sekolah yang berkarakter budaya lokal Po-5. Dari segi budaya sekolah melalui program pengembangan diri, kegiatan kurikuler, ekstrakurikuler dan kokurikuler belum tercantum kedalam visi dan misi kurikulum sekolah sehingga kegiatan ini tidak terarah, konsisten, terstruktur, dan terencana dengan baik sehingga tidak dapat mercapai nilai-nilai karakter yang diharapkan. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pelaksana pendidikan untuk terus berbenah dan berupaya membangkitkan karakter budaya lokal dalam membentuk iklim dan budaya sekolah yang berkarakter.