Rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Samadua menjadi dasar dilaksanakannya penelitian ini. Kondisi tersebut terlihat dari rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa yang masih berada pada angka 53, sedangkan standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah mencapai 77. Permasalahan ini dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih berpusat pada metode ceramah serta belum optimalnya pemanfaatan media berbasis teknologi dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran audio visual yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, ahli bahasa, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik kelas XI. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, angket, dan tes, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas 84,1% dengan kategori sangat layak, tingkat kepraktisan 85,27% dengan kategori sangat praktis, serta nilai N-Gain 0,43 yang menunjukkan kategori efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.