Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEOLOGI PLURALIS: Studi Living Islam di Dusun Gunung Sari, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta Muzairi Muzairi; Muhammad Arif
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.983 KB) | DOI: 10.14421/lijid.v1i2.1730

Abstract

Although large-scale religious conflicts such as the Ambon and Poso cases have ended, it does not mean that Indonesia has been able to get out of the danger zone of violence, which is based on religion. One of the latent dangers of religious-based violence can be found in Gunung Sari, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, in which there are three Islamic groups: NU, Muhammadiyah, and  Islam-Tawheed. Each group member has a different view, from religious rituals to their social interactions, even physical conflicts have occurred between them. For this reason, we are inte- rested in doing research as well as living there. Based on our research, it was found that no longer true of what Ahmad Salehudin had described in his previous research, today they appreciate religious differences and views about religion among them. Slowly but surely, they have practiced a pluralist theology (living Islam).
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES (PEMAKNAAN KATA TAREKAT DALAM SURAT AL-JIN 16) Muhammad Arif
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 6, No 2 (2021): J-Alif, Volume 6, Nomor 2, Nopember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.512 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v6i2.1842

Abstract

Kajian tentang semiotika ini sebenarnya sudah ada sejak zaman Plato dan Aristoteles dan zaman di bawahnya, akan tetapi belum menjadi kajian yang kokoh dan sistematis sebagaimana semiotika yang dirumuskan oleh dua tokoh modern yang disebut sebagai bapak semiotika yaitu Ferdinand De Saussur dan Charles Sanders pierce. Berbicara mengenai semiotika modern, Roland Barthes merupakan salah satu tokoh struktural yang mengembangkan teori semiotika dengan sedemikian rupa, Sebagai teori yang mengkaji tentang tanda, dalam pengertian yang lebih luas, semiotika diartikan sebagai studi sistematis mengenai produksi, interpretasi tanda, cara kerjanya serta manfaatnya. Dalam hal ini, bahasa dianggap sebagai sistem tanda, adapun tanda, Oleh Saussure didefinisikan sebagai kombinasi antara konsep (concept) / signifie (petanda) dan citra akustik (image acoustiqe)/ signifiant (penanda).Selanjutnya, sebagai langkah aplikatif terhadap teori semiotika Roland Barthes ini, maka mengungkap makna yang terkandung dalam kata Tarikat dalam Al-Qur’an surat Al-Jin ayat 16 dianalasis dengan menggunakan langkah-langkah yang ditawarkan oleh Barthes dalam semiotiknya, bahwa pada wilayah bahasa, tarikat (jalan) merupakan penanda dari sebuah pendekatan diri terhadap Tuhan. Bentukan dari penanda dan petanda tersebut (Tarikat merupakan bentuk ketakwaan terhadap Tuhan), akan berfungsi untuk menjadi penanda dalam wilayah mitos. Pesan Allah yang menyatakan bahwa Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam). Atau dalam artian yang lain, seseorang wajib memenuhi perintah Tuhan.