Kampung Nelayan Untia terletak di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Kampung nelayan ini dihuni oleh masyarakat yang bekerja sebagai nelayan. Beberapa di antara nelayan tersebut dapat membuat sendiri perahu mereka untuk kebutuhan pekerjaannya, walaupun mereka hanya berpendidikan sampai SMP ataupun SMA/SMK. Salah satu kebutuhan pokok nelayan dalam melakukan pekerjaannya adalah bahan bakar untuk perahu. Sekitar 50 % dari pendapatan yang mereka peroleh melalui penjualan ikan hasil tangkapannya digunakan untuk membeli bahan bakar perahu. Berdasarkan hasil diskusi Tim dosen Universitas Kristen Indonesia Paulus dengan salah satu kelompok masyarakat nelayan, mereka sangat menginginkan dapat memperoleh bahan bakar yang murah atau jika perlu gratis dan berkesinambungan. Tim memperkenalkan bahan bakar biodiesel yang dapat dibuat dari minyak bekas penggorengan (minyak jelantah). Melalui Program Penerapan Teknologi Tepat Guna, Tim telah memperkenalkan dan memberikan pelatihan untuk memproduksi biodiesel dari minyak jelantah, dengan menggunakan Pabrik Biodiesel Portable. Tahapan kegiatan yang telah dilakukan yaitu pembuatan (konstruksi dan instalasi) pabrik biodiesel portable oleh Tim Dosen, sosialisasi manfaat penggunaan biodiesel pada perahu nelayan, pelatihan pengoperasian pabrik biodiesel portable, dan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel. Berdasarkan hasil implementasi program yang dilakukan maka diketahui bahwa pengetahuan masyarakat tentang manfaat biodiesel meningkat, dan telah mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk membuat biodiesel dari minyak jelantah, bahkan mengoperasikan pabrik biodiesel portable.