Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psikoedukasi Kesehatan Reproduksi dalam Mencegah Kekerasan Seksual Perspektif Hukum dan Psikologis Eva Meizara Puspita Dewi; Tri Ambarwati; Wanda Sari HS; Sri Wahyuni; Laila Qadriany Saputri; Yulinda Melyani Faisal
PENGABDI PENGABDI : VOL. 2, NO. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v2i1.24740

Abstract

Psikoedukasi dapat diartikan sebagai suatu proses campur tangan yang dapat dilakukan pada individu, kelompok, serta keluarga dengan fokus tujuan untuk dapat mendidik atau memberikan pemahaman. Tujuan dari program ini, ialah untuk memberikan pemahaman kepada partisipan terkait pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi dan cara mencegah kekerasan seksual secara hukum dan penanganan psikologis. Metode yang digunakan yaitu psikoedukasi berbasis online dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting Cloud. Peserta yang mengikuti webinar ini yaitu 243 dari 421 yang mendaftar, namun yang bertahan hingga akhir webinar berlangsung hanya berjumlah 196 peserta. Dari pelaksanaan program webinar diperoleh hasil bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik, dimana dapat dilihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti serangkaian kegiatan webinar dengan tertib dan mampu memahami penjelasan yang diberikan oleh pemateri dan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan terkait tema yang dibahas pada webinar. Kata Kunci : Psikoedukasi, Kesehatan Reproduksi, Kekerasan Seksual
Penerimaan Diri Pada Suami Korban Perselingkuhan Dalam Hubungan Pernikahan Laila Qadriany Saputri; Kurniati Zainuddin; Ismalandari Ismail
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan diri merupakan proses yang melibatkan berbagai tahapan emosional dan psikologis. Faktor seperti pengalaman masa lalu, tanggung jawab keluarga, dan keyakinan pribadi berperan penting dalam memengaruhi cara seseorang mengelola emosi dan pengambilan keputusan dalam hubungan pernikahan. Proses ini terbukti sebagai langkah kunci dalam mengatasi krisis emosional dan menjaga keharmonisan pernikahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji serta memberikan gambaran mengenai penerimaan diri pada suami korban perselingkuhan dalam pernikahan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden berjumlah dua pria yang telah menikah dan mengalami perselingkuhan dalam pernikahan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam untuk menggali pengalaman dan proses penerimaan diri yang dilakukan setelah mengetahui perselingkuhan pasangan mereka. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik data driven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden mengalami proses emosional signifikan setelah mengetahui perselingkuhan pasangan, termasuk rasa kecewa, sedih, dan rendah diri. Penerimaan diri yang baik tercermin dari kemampuan mereka menyesuaikan diri serta memandang kejadian tersebut sebagai bagian dari ujian hidup yang harus diterima dengan ikhlas. Implikasi temuan ini menunjukkan bahwa penerimaan diri berfungsi sebagai mekanisme coping individu dan fondasi untuk membangun kembali kepercayaan dan komunikasi dalam pernikahan.