Endri ekayamti
Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Ngawi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan tentang Covid-19 Berhubungan dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester IIII dalam Menghadapi Persalinan Rini Komalawati; Endri Ekayamti; Dwinda Zhahra Sabilla
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1451

Abstract

Covid 19 ialah infeksi yang di akibatkan virus corona atau disebut virus SARS-CoV-2. Adanya pandemi ini berdampak pada kecemasan ibu hamil trimester III yang akan mengalami persalinan. Tingkat pengetahuan merupakan salah satu penyebab kecemasan tersebut.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Tentang Covid 19 Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Dalam Menghadapi Persalinan Di Puskesmas Kare Kabupaten Madiun. Menggunakan pendekatan Cross Sectional, dengan consercutif sampling. Banyakknya sampel 50 ibu hamil yang memasuki trimester III di bulan Januari-Mei 2022 dengan kategori inklusi dan ekslusi menggunakan kuisoner. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Rank Sperman. Mayoritas tingkat pengetahuan ibu hamil yaitu pengetahuan kurang 18 (36 %) responden dan tingkat kecemasan ibu hamil paling banyak memiliki tingkat kecemasan ringan 21 (42 %) responden. Berdasarkan uji Rank Sperman diperoleh P Value = 0,001 kurang dari 0,05 dan corelation coefficient bernilai -0,467 dengan kategori cukup.
PERILAKU PENOLAKAN VAKSINASI COVID-19 PADA MASYARAKAT: Public Behavior of Rejection Vaccination of COVID-19 Endri Ekayamti; Erwin Kurniasih; Tania Pangesti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 2 (2023): JIKep | Juni 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i2.1428

Abstract

Pendahuluan : Vaksinasi COVID-19 muncul dengan tujuan membentuk kekebalan suatu kelompok (herd immunity), namun masih ada beberapa masyarakat yang belum vaksin dan menyatakan penolakan terhadap vaksinasi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai alasan masyarakat Desa Candirejo yang menolak vaksinasi COVID-19. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana partisipan berjumlah 4 orang yang dipilih sesuai kriteria inklusi menggunakan purposive sampling.Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, analisis data menggunakan teknik Coalizi. Hasil : Pada penelitian ini menghasilkan 10 tema yaitu ragu dengan keamanan dan efektifitas vaksin COVID-19, beranggapan COVID-19 dibuat-buat, tidak sempat atau sibuk, kurang dukungan social, kurang motivasi, kurang informasi tentang vaksinasi COVID-19, memilih pengobatan herbal, memilih pencegahan COVID-19 tanpa vaksin, pengalaman tidak pernah divaksin, serta munculnya stigma negative tentang sertifikat vaksin. Kesimpulan : Penolakan masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 yang didasari berbagai alasan menimbulkan capaian vaksin di Indonesia tidak sesuai target, serta tidak terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) secara sempurna. Introduction :The COVID-19 vaccination emerged with the aim of establishing herd immunity, but there are still some people who have not been vaccinated and expressed their rejection of the COVID-19 vaccination. This study aims to find out the various reasons the Candirejo Village community refuses to be vaccinated against COVID-19. Methods: This study uses a descriptive qualitative method, where 4 participants were selected according to the inclusion criteria using purposive sampling. The data was collected using in-depth interviews, and the data analysis phase used the Coalizi technique. Results: This study resulted in 10 themes, namely doubting the safety and effectiveness of the COVID-19 vaccine, assuming that COVID-19 was made up, not having time or being busy, lack of social support, lack of motivation, lack of information about COVID-19 vaccination, choosing herbal treatment, choosing prevention of COVID-19 without a vaccine, having never been vaccinated, as well as the emergence of a negative stigma about vaccine certificates. Conclusion: The public's rejection of COVID-19 vaccination based on various reasons has resulted in the achievement of vaccines in Indonesia not being on target, as well as not forming perfect herd immunity.