Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SKRINING ANEMIA DAN PEMBERIAN SUPLEMENTASI FE PADA IBU HAMIL DAN WANITA USIA SUBUR (WUS) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA KEHAMILAN Erwin Kurniasih; Rini Komalawati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 2 No. 1 (2020): Juni : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.739 KB) | DOI: 10.47859/wuj.v2i1.127

Abstract

Background: One of the causes of high maternal and infant mortality rates (IMR) is anemia of pregnancy and chronic energy deficiency (KEK). Anemia and KEK in pregnant women can increase the risk of low birth weight babies (LBW), premature birth, maternal and infant mortality and stunting (short children).To prevent this from happening, it is necessary to carry out screening and Fe supplementation as a preventive measure to prevent anemia in pregnancy. Activity This community service aims to screen for anemia and KEK  pregnant women and women of childbearing age (WUS) as well as the provision of Fe supplementation for prevent iron deficiency anemia. Method: The method used is involving community as a form of empowerment such as measuring LiLA and levels of hemoglobin (Hb), BMI, and distribution of Fe supplementation. Besides that, it is also done education about anemia in pregnancy. The population in this activity is women aged fertile 15-40 years, a total of 42 people in Sambirobyong Hamlet, Pangkur Village,Ngawi Regency. Results: The results show that from 42 women of childbearing age in the hamlet Sambirobyong were screened, there were 3 people (7%) women of childbearing age temporary anemia 1 person (2%) with anemia status plus KEK. From 4 WUS people for age <20 years as many as 2 people (50%) with 1 person condition pregnant with anemia and 1 non-pregnant with anemia. While 2 people(50%) aged >35 years with 1 pregnant condition with anemia + KEK and 1 non-pregnant people with anemia. There is 1 person (2%) experiencing the risk of SEZ. Conclusion: Screening results show that anemia and KEK are more common WUS group aged <20 years and >35 years. It is necessary to carry out periodic evaluations every months and giving Fe supplementation to WUS who are still anemic and the risk of KEK and education on the importance of quality nutrition to prevent these complications. 
PEMBERDAYAAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI DI DESA TAWUN KECAMATAN KASREMAN KABUPATEN NGAWI Yudisa Diaz Lutfi Sandi; Hamidatus Daris Saadah; Rini Komalawati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 2 No. 1 (2020): Juni : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.075 KB) | DOI: 10.47859/wuj.v2i1.131

Abstract

Background: Hypertension is a disease that causes high morbidity and is the main cause of death in almost all developing countries. The lack of information circulating in the community regarding the signs and symptoms of hypertension means that this disease is often referred to as a deadly silent killer without any symptoms as a warning to its victims. The prevalence of hypertension is increasing all the time while the condition of the health workers is limited, so it requires family participation in efforts to prevent hypertension and empower families so that the dangers of hypertension can be understood by the community.Aims: This community service activity is carried out by providing counseling to the community regarding knowledge and skills about preventing hypertension in families in Mencon, Tawun Village, Kasreman District, Ngawi Method: that used was lectures, training, question and answer. Result: Through 14-days hypertension control program, activities carried out of counseling in the community, 3 times of early detection training and prevention of hypertension to the family, 2 times of low sodium salt distribution. Conclusion: Partners are able to find out hypertension prevention efforts, early detection and public health status in Mencon, Tawun Village, Kasreman District, Ngawi. 
Pemberdayaan Masyarakat dalam Melakukan Manajemen Penyakit Kronis sebagai Langkah Preventif Terjadinya Komplikasi Penyakit Ginjal Kronik Dhian Luluh Rohmawati; Endri Ekayamti; Rini Komalawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7542

Abstract

ABSTRAK Penyakit kronis merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, yang berlangsung lama yang dapat menyebabkan kematian. Prevalensi global dari penyakit kronis diproyeksikan akan terus meningkat selama beberapa decade mendatang. Oleh karena itu diperlukan penyuluhan tentang manajemen penyakit kronis sebagai langkah preventif terjadinya penyakit ginjal kronik. Sasaran pengabdian ini adalah warga yang menderita penyakit kronis. Peserta dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan ilmu mengenai manajemen penyakitnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang cara mengelola penyakitnya sehingga terhindar dari penyakit ginjal kronik. pemeriksaan kesehatan dilakukan di awal acara meliputi, tekanan darah, berat badan, kadar gula darah, asam urat dan kolesterol. Selanjutnya peserta mengikuti penyuluhan yang dilakukan dengan ceramah dan diskusi. Hasil dari pemeriksaan kesehatan didapatkan bahwa sebagian besar warga memiliki tekanan darah tinggi dan asam urat tinggi, beberapa warga mengalami gula darah tinggi dan kolesterol tinggi. Peserta sangat antusias mengikuti penyuluhan karena mereka merasa perlu mendapatkan ilmu mengenai manajemen penyakitnya. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif bagi warga agar tidak mengalami komplikasi penyakit ginjal kronis. hal ini yang menjadi dasar kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam mengelola penyakitnya. Kata Kunci: Manajemen Penyakit Kronis, Penyakit Ginjal Kronik  ABSTRACT Chronic disease is a disease that can cause tissue damage, which lasts a long time and can lead to death. The global prevalence of chronic diseases is projected to continue to increase over the next few decades. Therefore, education about chronic disease management is needed as a preventive measure for chronic kidney disease. The target of this service is residents who suffer from chronic diseases. Participants can carry out health checks and gain knowledge about disease management. This is expected to increase their knowledge and understanding of how to manage their disease to avoid chronic kidney disease. Health checks carried out at the beginning of the event included blood pressure, weight, blood sugar levels, uric acid, and cholesterol. Furthermore, participants followed the counseling which was carried out with lectures and discussions. The results of the health examination found that most of the residents had high blood pressure and high uric acid, and some had high blood sugar and high cholesterol. Participants were very enthusiastic about participating in the counseling because they felt the need to gain knowledge about disease management. This activity is carried out as a preventive measure for residents so as not to experience complications of chronic kidney disease. this is the basis for community service activities to improve knowledge, attitudes, and behavior in managing their disease. Keyword : Chronic Disease Management, Chronic Kidney Disease
Tingkat Pengetahuan tentang Covid-19 Berhubungan dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester IIII dalam Menghadapi Persalinan Rini Komalawati; Endri Ekayamti; Dwinda Zhahra Sabilla
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1451

Abstract

Covid 19 ialah infeksi yang di akibatkan virus corona atau disebut virus SARS-CoV-2. Adanya pandemi ini berdampak pada kecemasan ibu hamil trimester III yang akan mengalami persalinan. Tingkat pengetahuan merupakan salah satu penyebab kecemasan tersebut.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Tentang Covid 19 Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Dalam Menghadapi Persalinan Di Puskesmas Kare Kabupaten Madiun. Menggunakan pendekatan Cross Sectional, dengan consercutif sampling. Banyakknya sampel 50 ibu hamil yang memasuki trimester III di bulan Januari-Mei 2022 dengan kategori inklusi dan ekslusi menggunakan kuisoner. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Rank Sperman. Mayoritas tingkat pengetahuan ibu hamil yaitu pengetahuan kurang 18 (36 %) responden dan tingkat kecemasan ibu hamil paling banyak memiliki tingkat kecemasan ringan 21 (42 %) responden. Berdasarkan uji Rank Sperman diperoleh P Value = 0,001 kurang dari 0,05 dan corelation coefficient bernilai -0,467 dengan kategori cukup.
Self –Management dan Self-Efficacy Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa Dhian Luluh Rohmawati; Rini Komalawati; Nymas Khoriah Fadhlika
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.808

Abstract

Self-management dan Self-efficacy merupakan kemampuan individu mengelola diri, membangun keyakinan, merencanakan, melaksanakan suatu tindakan. Self-management dan Self-efficacy sangat diperlukan bagi penderita Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa, sebab keduanya merupakan bagian penting dalam menentukan kualitas hidup. Tujuan: Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara self-management dan self-efficacy dengan kualitas hidup pada pasien hemodialisa di RSUD dr.Soeroto Ngawi. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian berjumlah 60 orang dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data kuesioner self-management diukur dengan Hemodialysis Self-Management Instrument(HDSMI), kuesioner efikasi diri dengan Chronic Kidney Disease Self-Efficacy (CKD-SE), kuesioner kualitas hidup dengan Kidney Disease Quality of Life-Short Form36 (KDQoL-SF36). Ketiga kuesioner ini sudah valid dengan nilai pearson correlation > 0,5 dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha > 0,60.  Uji statistik menggunakan SpearmanRank Correlation. Hasil: Hasil penelitian menunjukan mayoritas pasien hemodialisa berada pada kategori self-management baik (71,7%), self-efficacy baik (75%), dan kualitas hidup baik (45%). Pada hubungan self-management dengan kualitas hidup diperoleh hasil ρ value 0,031(ρ<0,05) r = -0,278, hubungan self-efficacy dengan kualitas hidup diperoleh hasil ρ value 0,019 (ρ<0,05) dengan r = 0,303. Kesimpulan: Adanya hubungan self-management dan self-efficacy dengan kualitas hidup, diharapkan penderita CKD yang menjalani hemodialisa dapat mempertahankan kualitas hidup yang baik dengan mengontrol diri serta meningkatkan kemampuan self-management dan self-efficacy.