Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL SPASIAL

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SANITASI LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI NAGARI AUR BEGALUNG TALAOK KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Rianto, M.Pd, Slamet; Nefilinda, Nefilinda
Jurnal Spasial Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.074 KB) | DOI: 10.22202/js.v5i2.3091

Abstract

Humans in the continuity of their lives have the ability to adapt to the environment in the adaptation of humans told and affect their environment along with the progress achieved is felt by the need for increasing degrees of sanitation so that the control of all aspects related to environmental sanitation settlements can increase as well. Based on this, it can be seen from a number of variables that are thought to affect the settlement environment sanitation 1) income level, 2) number of family members, 3) knowledge and 4) knowledge, number of family members and income level together. This study aims to find out: factors that affect residential environmental sanitation in Nagari Aur Begalung Talaok Bayng District, South Coastal District. This type of research is classified as descriptive correlational (corelational studies). The research subjects of the community who resided in kenagarian Aur Begalung Talaok Bayang sub-district, South Coastal District. The results of this study found: 1). There is a positive significant effect between the level of income and environmental sanitation of 3.7%, 2). There is a significant positive effect between the number of family members and environmental sanitation of 3.4%. 3). There is a positive significant effect between 8% knowledge and environmental sanitation. 4). There is a positive significant effect between the level of income, the number of family members and knowledge together with environmental sanitation of 18.1%.Manusia dalam kelangsungan kehidupannya memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan dalam adaptasinya manusia dipenguruhi dan mempengaruhi lingkungannya seiring dengan kemajuan yang dicapai tersebut dirasakan oleh kebutuhan derajat sanitasi semakin meningkat sehingga pengendalian segala aspek yang menyangkut dengan sanitasi lingkungan permukiman dapat meningkat juga. Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat dari beberapa variabel yang diduga dapat mempengaruhi sanitasi lingkungan permukiman 1) tingkat pendapatan, 2) jumlah anggota keluarga, 3) pengetahuan dan 4) pengetahuan, jumlah anggota keluarga dan tingkat pendapatan secara bersama-sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: faktor yang mempengaruhi sanitasi lingkungan permukiman di nagari Aur Begalung Talaok Kecamatan Bayng Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini tergolong deskriptif korelasional (corelational studies). Subjek penelitian masyarakat yang bertempat tinggal di kenagarian Aur Begalung Talaok kecamatan Bayang kabupaten Pesisir Selatan. Hasil penelitian ini menemukan: 1). Terdapat pengaruh yang signifikan positif antara tingkat pendapatan dengan sanitasi lingkungan sebesar 3,7%, 2). Terdapat pengaruh yang signifikan positif antara jumlah anggota keluarga dengan sanitasi lingkungan sebesar 3,4%. 3). Terdapat pengaruh yang signifikan positif antara pengetahuan dengan sanitasi lingkungan sebesar 8%. 4). Terdapat pengaruh yang signifikan positif antara tingkat pendapatan, jumlah anggota keluarga dan pengetahuan secara bersama-sama dengan sanitasi lingkungan sebesar 18,1%.
STUDI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI KORONG SIJANGEK NAGARI SUNGAI DURIAN KECAMATAN PATAMUAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN Rianto, M.Pd, Slamet; Nefilinda, Nefilinda
Jurnal Spasial Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v8i2.4640

Abstract

 The background of this research is the Sijangek nagari river Durian river. Where is the Sijangek nagari river Durian river based on preliminary observations, it can be seen that the use of the land is still not good, where there is still a lot of vacant land around the yard of the house even though if it is used as well as possible the community can plant various kinds of plants such as living pharmacies, herbs and ornamental plants and etc. This type of research is quantitative descriptive. The population in this study were all family heads in the Sijangek nagari river Durian River. The research sample was taken with a purposive sampling technique, namely 39 households with a large enough yard. Data analysis techniques use percentages. Based on the results of the study found that: 1) The level of public education in Korong Sijangek generally graduated from junior high school. where education is one of the factors that is able to change a person's way of thinking, 2) Ownership of plots of land in Korong Sijangek basically belongs to Ulayat / Tribe and does not yet have a yard utilization program, 3) Free time in utilizing plots of land in Korong Sijangek in general every day there free time but the people in Sijangek korong this free time is not used as it should, and 4) The area of yard in Korong Sijangek in general owned by the community is quite extensive but has not been maximally utilized.  Keywords:  study of yard land use             Penelitian ini dilatar belakangi pada korong Sijangek nagari Sungai Durian. Dimana korong Sijangek nagari Sungai Durian berdasarkan observasi awal terlihat dalam pemanfaatan lahan perkarangannya masih kurang baik, dimana masih banyak terlihat lahan kosong disekitar pekarangan rumah padahal kalau dimanfaatkan dengan sebaik mungkin masyarakat bisa menanam berbagai macam tanaman seperti apotik hidup, bumbu dapur, maupun tanaman hias dan lain-lain. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga (KK) yang terdapat di korong Sijangek nagari Sungai Durian Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling yaitu 39 KK yang memiliki lahan pekarangan cukup luas. Teknik analisis data menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) Tingkat pendidikan masyarakat di Korong Sijangek umumnya tamat SLTP. dimana pendidikan merupakan salah satu faktor yang mampu mengubah cara berpikir seseorang, 2) Kepemilikan  lahan pekarangan di Korong Sijangek  pada dasarnya milik Ulayat/Kaum dan belum memiliki program pemanfaatan pekarangan, 3) Waktu luang dalam memanfaatkan lahan pekarangan di Korong Sijangek  pada umumnya setiap hari ada waktu luang namun masyarakat di korong Sijangek ini waktu luang tidak digunakan sebagaimana semestinya, dan 4) Luas lahan pekarangan di Korong Sijangek  pada umumnya yang dimiliki masyarakat cukup luas akan tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal.