Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Behubungan Dengan Hipotermi Pada Pasien Pasca General Anestesi Fitra Pringgayuda; Purbianto -; Ari Eko Putra
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung (JKPBL) Vol 8 No 1 (2020): JKPBL Vol VIII No. 1 2020
Publisher : LPPM STIKes Panca Bhakti Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.356 KB) | DOI: 10.47218/jkpbl.v8i1.75

Abstract

One of the complications that will arise after the general anesthesia is hypotermi. Perioperative hypothermia often occurs and can cause some complications, which adversely affect the patient. Negative impacts of hypothermi against patients, such as increased risk of bleeding, myocardial ischemia, prolonged post-anesthesia recovery, wound healing disorders, as well as increased risk of infection. This research aims to determine the factors related to hypotermi in post-general anesthesia patients at the central surgical installation of Graha Husada Hospital, Bandar Lampung. This is a quantitative research using analytic observation design with cross sectional approach. The sample was selected using the consecutive sampling technique by 30 respondents. Data retrieval is conducted on 3 May-29 June 2019 using observation sheet. The results of chi-Square test showed that the factors related to Hypotermi post-general anesthesia are age (P = 0,003), with BMI (P = 0,021) and duration of operation (p = 0,011) and no relationship between the occurrence of Hypothermi with Gender (P = 0,123) in the central surgical installation of Graha Husada Hospital in Bandar Lampung. Conclusion: There is a relationship between age, and duration of operation.
IN-HOUSE TRAINING : MANAJEMEN BANGSAL KEPERAWATAN di KLINIK PRATAMA RAWAT INAP PKU MUHAMMMADIYAH PRINGSEWU Nur Hasanah; Tuti Handayani; Fitra Pringgayuda
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh Klinik Pratama Rawat Inap PKU Muhammadiyah Pringsewu adalah rendahnya efektivitas manajemen bangsal keperawatan yang berdampak pada kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan terkait manajemen bangsal untuk menciptakan pelayanan yang lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dan edukatif melalui in-house training, simulasi kasus, diskusi kelompok, dan workshop penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kegiatan ini juga disertai dengan pendampingan langsung untuk memastikan implementasi di lapangan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan (25%), keterampilan pengorganisasian (25%), pengendalian (28%), penyusunan SOP (35%), dan kolaborasi tim (23%). Implikasi dari temuan ini adalah peningkatan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, dan penurunan kesalahan administratif di klinik. Kesimpulan utama adalah bahwa program ini efektif dalam meningkatkan manajemen bangsal keperawatan dan dapat dijadikan model untuk pengembangan di fasilitas kesehatan lainnya. Pengembangan lanjutan disarankan untuk mengintegrasikan teknologi informasi guna mendukung manajemen yang lebih berbasis data dan meningkatkan pelayanan kesehatan di masa depan.