Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Matra

Penggunaan Metode Drill Untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa Dalam Bermain Alat Musik Angklung Di Kelas X IPA 2 MAN 1 Kragilan Ahmad Mujahid; Suhaya Suhaya; Rian Permana
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCultural Arts Learning has a goal to grow skills, but found a problem related to skills. This is because the use of learning methods used cannot stimulate students so that students become inactive. The purpose of this study was to stimulate skill's student by using the drill method in playing 'angklung' musical instrument. The method used is the Classroom Action Research (CAR) method, while the design used is the Kemmis and Taggart model which begins with planning, acting, observing and reflecting. The average score achieved in the pre-action was 65.06. In the first cycle, the average score achieved by the students was 71.3. In cycle II the average score achieved by students is 82.6. It can be concluded that the use of the drill method can improve skill's students in playing 'angklung' musical instrument, it can be used as recommendation material in improving student skills. Keywords: Drill Method, Skill, Angklung  ABSTRAKPembelajaran Seni Budaya memiliki tujuan yaitu untuk menumbuhkan keterampilan, namun ditemukan suatu permasalahan yang berkaitan dengan keterampilan. Hal tersebut disebabkan karena penggunaan metode pembelajaran yang digunakan tidak dapat menstimulasi siswa sehingga siswa menjadi tidak aktif. Tujuan dariopenelitianoini untuk menstimulus meningkatkanoketerampilan siswa denganomenggunakanometodeodrill dalam bermain alat musik angklung. Metodeoyang digunakan adalahometodeoPenelitian TindakanoKelas (PTK), sedangkan desain yang digunakan yaitu model Kemmiso&oTaggart yangodimulai denganorencana (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), refleksi (reflecting). Hasilorata-rata nilaioyang dicapaiopada pratindakanoadalah 65,06. Padaosiklus I, hasil rata – rata nilaioyang dicapaiosiswa adalahosebesar 71,3. Padaosiklus II hasilorata – rata nilai yang dicapaiosiswa adalahosebesar 82,6. Denganodemikianodapat ditarik kesimpulan bahwaopenggunaan metode drill dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam bermain alat musik angklung, hal tersebut dapat dijadikan sebagai bahan rekomendasi dalam meningkatkan keterampilan siswa. Kata Kunci: Metode Drill, Keterampilan, Angklung
Metode John Thompson’s Pada Pembelajaran Piano Di Unity Music School Serang Dandi Adhi Septian; Suhaya Suhaya; Dadang Dwi Septiyan
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTLearning is something that must be taken by a student to complete the achievement in obtaining things that are not known to be known. The scope of this research refers to the learning methods that support piano learning at Unity Music School Serang, Banten Province. The learning method in question is the piano learning method in the realm of song repertoire, namely the method of John Thompson's Modern Course for the Piano series. This piano learning method has a grade in each class taught by piano students at Unity Music School Serang. In addition to knowing the extent of the piano learning process at Unity Music School Serang using John Thompson's method, The researcher also attempts to analyze John Thompson's method in the realm of song repertoire, The presentation is in the form of song analysis items and steps in using John Thompson's method at Unity Music School Serang. Thus, the discussion in this study refers to the overall method of John Thompson's which is packaged in descriptive qualitative research. Keywords: Piano Learning, John Thompson’s Methods, Song Repertoire, AnalysisABSTRAKPembelajaran merupakan hal yang harus ditempuh seorang siswa untuk menuntaskan ketercapaian dalam memperoleh hal-hal yang tidak diketahui menjadi diketahui. Pada lingkup penelitian ini mengacu pada metode pembelajaran yang menunjang dalam pembelajaran piano di Unity Music School Serang Provinsi Banten. Metode pembelajaran yang dimaksud yaitu metode pembelajaran piano dalam ranah pembendaharaan lagu, yaitu metode John Thompson’s seri Modern Course for the Piano. Metode pembelajaran piano ini memiliki tingkat pada setiap kelas yang diampu oleh siswa piano di Unity Music School Serang. Selain mengetahui sejauh mana proses pembelajaran piano di Unity Music School Serang dengan metode John Thompson’s, peneliti juga berupaya menganalisis metode John Thompson’s dalam ranah pembendaharaan lagu, sajiannya berupa butir analisis lagu dan langkah-langkah dalam menggunakan metode John Thompson’s di Unity Music School Serang. Dengan begitu pembahasan pada penelitian ini mengacu pada keseluruhan metode John Thompson’s yang dikemas dalam penelitian kualitatif secara deskriptif.Kata Kunci: Pembelajaran Piano, Metode John Thompson’s, Pembendaharaan Lagu, Analisis
PROSES PEMBELAJARAN SENI TRADISIONAL CALUNG DI SANGGAR PANGHEGAR MANAH KABUPATEN PANDEGLANG Septian Malik Ibrahim; Suhaya Suhaya; Syamsul Rizal
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh pengaruh tranformasi budaya yang menyebabkan semakin tergerusnya nilai-nilai tradisional, hal ini menjadi salah satu ancaman bagi eksistensi seni tradisional baik dibidang musik atau yang lainnya. Hal ini diperkuat dengan hasil di lingkungan masyarakat yang menunjukkan kepopuleran alat musik tradisi barat / modern lebih populer dibanding alat musik tradisional, seperti Calung. Akibat rendahnya kepopuleran seni tradisional calung, menjadikan alat musik tradisional menjadi kurang dikenal dan kurang diminati. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pembelajaran dan hasil dari proses pembelajaran seni tradisional calung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa di sanggar Panghegar Manah. Teknik pengumpulan data yang digunakan, observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini melibatkan 4 kegiatan yaitu apersepsi, pembukaan, inti dan penutup. Kemudian untuk hasil dari proses pembelajaran seni tradisional calung yaitu  bisa menambah skill dan kemampuan siswa dalam memainkan kesenian calung. Kata Kunci:  Proses Pembelajaran, Seni Tradisional Calung, Sanggar Panghegar ManahFauzan, R., & Nashar, N. (2017). “Mempertahankan Tradisi, Melestarikan Budaya” (Kajian Historis dan Nilai Budaya Lokal Kesenian Terebang Gede di Kota Serang). Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah, 3(1), 1. https://doi.org/10.30870/candrasangkala.v3i1.2882Fitriani, Y. (2015). Kontribusi Seni Calung Wisanggeni Terhadap Perkembangan Pariwisata Di Kabupaten Purbalingga. Skripsi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri yogtakarta.Juliansyah, J., Syam, C., & Indrapraja, D. K. (2016). Kajian Etnomusikologi Alat Musik Alo’ Galing di Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 5(2), 1–11.Lubis, Zulkifli B. (2005). Kanalisasi Ketegangan Etnik dan Kompetisi Budaya dalam Sektor Publik. Jurnal Antropologi Sosial Budaya ETNOVISI, Vol. I, 2005, Medan: USUMoleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Rosda.Simeon, J. J. C. (2015). The U9 Xylophone : An Innovation in Music Classroom Teaching. Wacana Seni Journal of Arts Discourse, 14, 147–165.Rustaman, N. (2007). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: Inperial Bakti UtamaSagala, Syaiful. (2010). Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.Sugiono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, R&D. Bandung: Alfabeta.Somawijaya, A. (1996). Khasanah Musik Bambu. Laporan Penelitian Dosen STSI Bandung: Tidak Diterbitkan._______. (2003). Orkestra Musik Bambu AWI SADA, Thesis, ISI Yogyakarta, hal.1-2.Upandi, Pandi. 2009. Metode Pembelajaran Kliningan Kawih Dan Gending Pirigannya. Bandung: STSI Press.Zahrotul, F., & Rachman, A. (2020). Aransemen Vokal Sebagai Identitas O.K Congrock 17 di Semarang. Gondang : Jurnal Seni Dan Budaya, 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.24114/gondang.v4 i1.17951
Penyajian Teater Tutur Maca Syekh Pada Masyarakat Kampung Keluncing Kecamatan Kasemen Kota Serang Banten Pahruji Pahruji; Suhaya Suhaya; Giri Mustika Roekmana
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBanten is a province that has the same arts family as West Java. The people of Banten have one type of spoken theatrical art. The oral theater in Banten is the traditional theater of maca sheikh, a traditional art that will later show the characteristics and identity of art among people in other areas. This study uses a qualitative research method with a grounded theory approach that is based on a systematic procedural approach that performs abstract analysis with the hope that this analysis can create certain theories in order to explain phenomena more specifically. This research will also describe the results of the research in a narrative manner, and the data collection uses 3 stages, namely: (1) observation, (2) interviews and (3) documentation. From the results of the study, it can be concluded that in the presentation of the traditional speech theater, there are important elements in the performing arts, namely: (1) actors, (2) audiences, and (3) place. In this case, the maca sheikh tradition in Banten can be categorized as one of the types of oral theater performances owned by the people of Banten and makes it a distinctive traditional performing art owned by the people of Banten.Keywords: performing arts, oral theater, and maca sheikh. ABSTRAKBanten merupakan suatu Provinsi yang memiliki kesenian satu rumpun dengan Jawa Barat. Masyarakat Banten mempunyai salah satu jenis kesenian teater tutur yang di lisankan. Teater tutur yang terdapat di Banten adalah teater tradisi maca syekh, suatu kesenian tradisi yang nantinya akan menunjukan karakteristik dan identitas kesenian antar masyarakat yang berada di daerah lainnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory yang berpijak pada pendekatan secara prosedural sistematis yang melakukan analisis abstrak dengan harapan analisis tersebut yang dapat menciptakan teori tertentu agar dapat menjelaskan fenomena secara lebih spesifik. Penelitian ini juga akan banyak mendeskripsikan hasil  penelitian secara naratif, serta pada pengumpulan datanya menggunakan 3 tahapan yaitu : (1) observasi, (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa di dalam penyajian teater tutur trdisi maca syekh terdapat unsur-unsur penting dalam seni pertunjukan yaitu: (1) pelaku, (2) penonton, dan (3) tempat. Dalam hal tersebut maka tradisi maca syekh yang ada di Banten dapat dikategorikan sebagai salah satu jenis seni pertunjukan teater tutur yang dimiliki oleh masyarakat Banten dan menjadikannya suatu seni pertunjukan tradisi yang khas yang dimiliki oleh masyarakat Banten.Kata kunci: seni pertunjukan, teater tutur, dan maca syekh.
FORM OF PRESENTATION AND SHIFT FUNCTION OF DODOD ANGKLUNG ART IN PAMATANG VILLAGE, MEKARWANGI VILLAGE, SAKETI SUB-DISTRICT, PANDEGLANG REGENCY Ardiansyah Nugraha; Rian Permana; Suhaya Suhaya
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dodod angklung is one of the traditional arts of Pandeglang, this art arose because the past farming community created an art from the lives of farmers. The name dodod anklung is taken based on the musical instruments used, namely dodod and angklung, this art developed in the Banten area, to be precise, in Pamatang Village, Mekarwangi Village, Saketi District, there is a Sanghiang Sri dodod angklung group whose existence is still known by the public. This research is included in qualitative research, namely research that provides an overview of the conditions or symptoms that occur without leaving the object under study. In this study, researchers used qualitative research methods. Dodod and also angklung consisting of dodod indung, dodod turulung, dodod percussion, angklung indung, angklung percussion, angklung turulung, angklung goong, angklung goong 2, angklung enclok 1, angklung enclok 2, and angklung nying each instrument has a sound In the beginning, the art of dodod angklung in Pamatang village had a sacred function because it was used by the people in the past to perform rituals related to agriculture, the ritual consisted of the rituals of tatanen, ngalaksa, and apostles.  FORM OF PRESENTATION AND SHIFT FUNCTION OF DODOD ANGKLUNG ART IN PAMATANG VILLAGE, MEKARWANGI VILLAGE, SAKETI SUB-DISTRICT, PANDEGLANG REGENCY