Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kinetics and Thermodynamics Studies of Copper(II) Adsorption onto Activated Carbon Prepared from Salacca zalacca Peel Dewi Yuanita Lestari; Endang Widjajanti Laksono
Molekul Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.247 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2020.15.2.530

Abstract

Highly porous and stable materials, such as alumina, silica, carbon, zeolite, and bentonite,  are well known and have been used as metal ion adsorbents. However, the use of biogenic carbon as adsorbent is relatively rare. The adsorption of copper(II) onto activated carbon extracted from Salcaca zalacca peel was studied. The effect of initial copper concentration, contact time, and a series temperature was studied. Adsorption was carried out in a batch technique. The adsorption equilibrium was reached after 60 minutes of contact time. The adsorption data had a better fitting line for the Langmuir isotherm model. The Langergren and also Ho and Mc Kay equations were used to predict the adsorption kinetics. The adsorption process obeyed a second-order kinetics model. The Thermodynamic parameters were ∆H°= -42.4180 kJ/mol; ∆S°= -0.0843 kJ/mol; ∆G°<0. These values indicated that the adsorption was exothermic and spontaneous. The low ∆G° value revealed that the main mechanism controlling the adsorption process was physisorption.
Pengasuhan Manajemen Kewirausahaan melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Aroma Terapi dari Limbah Kulit Jeruk Eli Rohaeti; Sulistyani Sulistyani; Dewi Yuanita Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 2, No 2 (2018): Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.882 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v2i2.21915

Abstract

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan melalui PkM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang cara pembuatan sabun mandi aroma terapi dari limbah kulit jeruk pada pemuda Kampung Pingit, menjelaskan manfaat pengolahan limbah kulit jeruk menjadi sabun mandi aroma terapi, dan memotivasi pemuda Kampung Pingit untuk membuat usaha pembuatan sabun mandi aroma terapi. Kegiatan PkM ditujukan bagi kelompok Muda Mudi Mesjid Al-Manshurin Kampung Pingit, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Kodya Yogya. Melalui koordinasi dengan Ketua Muda Mudi Mesjid Al-Manshurin Kampung Pingit, sebanyak 48 anggota  kelompok muda mudi Kampung Pingit diundang dalam pelatihan ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi tentang cara pembuatan sabun mandi aroma terapi, manfaat pengolahan kulit jeruk menjadi minyak atsiri sebagai bahan baku pembuatan sabun mandi aroma terapi, serta kiat untuk melakukan wirausaha di bidang pembuatan sabun mandi aroma terapi meliputi modal yang dibutuhkan, teknik pengemasan, serta strategi pemasaran. Berdasarkan evaluasi proses dan produk serta diskusi dengan peserta pelatihan kegiatan PPM dapat disimpulkan bahwa seluruh pemuda Kampung Pingit peserta kegiatan pengasuhan manajemen kewirausahaan mengungkap bahwa kegiatan PPM tentang cara pembuatan sabun mandi aroma terapi dari limbah kulit jeruk dapat memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman tentang pembuatan sabun mandi aroma terapi. Sebanyak 100% peserta pelatihan menyatakan bahwa kegiatan pengasuhan manajemen kewirausahaan pengolahan limbah kulit jeruk menjadi sabun mandi aroma terapi dapat memberikan manfaat kepada mereka. Sebanyak 91% peserta pelatihan menyatakan bahwa kegiatan pengasuhan manajemen kewirausahaan ini mampu memotivasi pemuda Kampung Pingit untuk mencoba sendiri dan sebanyak 80% peserta pelatihan menyatakan bahwa kegiatan PPM tersebut dapat memotivasi mereka untuk berwirausaha membuat usaha pembuatan sabun mandi aroma terapi. Kata kunci: limbah kulit jeruk, pengasuhan, dan sabun aroma terapi Parenting of Entrepreneurship Management through Training of Making of Aroma Soap from Citrus Skin Waste Abstract           Extension and training activities through PkM aimed to provide knowledge on how to make aromatherapy bath soap from citrus peel waste in Pingit Village youth, to explain the benefits of citrus skin processing waste into aromatherapy soap, and to motivate the youth in Pingit Village to make a bath soap making business aroma therapy. The activities of PkM were aimed at youths in Mesjid Al-Manshurin Kampung Pingit, Bumijo, Jetis, Yogya. In coordination with the Chairman of  Muda Mudi Mesjid Al-Manshurin of Pingit Village, 48 members of the young in village group were invited to this training. The methods used in this PkM activity were lectures, discussions, and demonstrations on how to make aromatherapy soap, the benefits of citrus skin processing into essential oil as a raw material for aromatherapy soaps, and tips for entrepreneurship in aromatherapy soap making including the required capital, packaging techniques, and marketing strategies. Based on the evaluation of the process and product and discussion with the participants of the PkM activity, it can be concluded that all youth participated in entrepreneurial management activities revealed that the PkM activities on how to make aromatherapy soap bath from orange peel waste can provide knowledge and understanding about making aroma bath soap therapy. As many as 100% of trainees stated that the entrepreneurial management activities of citrus skin processing waste into aromatherapy soap can benefit them. As many as 91% of the participants stated that this entrepreneurial management activity is able to motivate the youth to try their own and as many as 80% of the participants stated that the PkM activities can motivate them to make entrepreneurial effort to make aromatherapy bath soap. Keywords: citron skin waste, parenting, and aromatherapy soap
POLA ISOTERM ADSORPSI ION TEMBAGA(II)OLEH KULIT SALAK TERMODIFIKASI Putri Utha Cahyaningrum; Endang Widjajanti, LFX; Dewi Yuanita Lestari
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 6 (2016): Volume 5,No 6 Edisi 6 Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu kontakadsorpsi ion tembaga(II) oleh kulit salak termodifikasi pada saatsetimbang dan pola isotermnya.Kulit salak didelignifikasi menggunakan larutan NaOH 1M selama 12 jam, kemudian diaktivasi dengan asam sulfat 1 Mselama 24 jam.Karakterisasi adsorben dilakukan menggunakanFTIR. Daya adsorpsi ditentukan dengan membandingkankonsentrasi Cu(II) sebelum dan sesudah adsorpsi. Sedangkankonsentrasi Cu(II) ditentukan menggunakan spektrofotometerserapan atom pada panjang gelombang 324,75 nm. Penentuanwaktu adsorpsi saat setimbang dilakukan dengan merendamkulit salak termodifikasi dalam larutan Cu(II) denganperbandingan 1:100 (b/v) untuk berbagai variasi. Sedangkanpola isoterm adsorpsi ditentukan menggunakan data dayaadsorpsi pada variasi konsentrasi awal Cu(II) dengan waktukontak setimbang,selanjutnya data diplot pada persamaanisoterm Langmuir dan Freundlich.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa waktu kontakpada adsorpsi Cu(II) oleh adsorben kulit salak termodifikasi saatsetimbang adalah 60 menit dan mengikuti pola isotermLangmuir
POTENSI KULIT SALAK (Salacca zalacca) SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA REMAZOL Afyandi Yanuar Deny Afyandi Yanuar Deny; Dewi Yuanita Lestari Dewi Yuanita Lestari
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Kimia FMIPA UNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa adsorben dan waktu kontak terhadap kapasitas adsorpsi kulit salak pada pewarnaremazolserta mengetahui pola isoterm dari adsorpsi kulit salak terhadap pewarna remazol.Kulit salak direndam dengan larutan NaOH 0,1 N kemudian dibilas dengan akuades dan dikeringkan dengan suhu 60°C selama 24 jam dan kulit salak yang kering digiling ukuran 100 mesh. Adsorben kulit salak kemudian dimodifikasi dengan asam sulfat 5 M. Proses adsorpsi dilakukan pada variasi massa, waktu kontak dan konsentrasi larutan remazol. Konsentrasi larutan remazol sebelum dan sesudah adsorpsi dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis. Adsorben kulit salak dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer inframerah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar massa adsorben semakin kecil kapasitas adsorpsi, mencapai 4175,72 µg/g adsorben. Waktu kontak optimal antara adsorben dengan pewarna remazol 6 menit dengan kapasitas adsorpsi yaitu 1548,91 µg/g adsorben. Adsorpsi pewarna remazol oleh adsorben kulit salak dengan modifikasi asam mengikuti pola isoterm Freundlich.