Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH USIA DAN JENIS APLIKASI TERHADAP DURASI PENGGUNAAN GAWAI DALAM SATU HARI Fransisca Wijaya; Vivian Yindy Hartanto; Fakhri Zyan ALif Widianto; Equin Hertaiswari; Jessica Caroline Kurniawan; Casey Yoan Paquita
STATMAT : JURNAL STATISTIKA DAN MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Math Program, Math and Science faculty, Pamulang University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sm.v4i1.18801

Abstract

Era digital membuat banyak orang lebih menghabiskan waktunya pada gawai untuk berbagai keperluan, seperti keperluan interaksi, pekerjaan, belanja, dll. Aplikasi yang sering digunakan untuk keperluan tersebut antara lain adalah media sosial, permainan, hiburan (seperti Youtube), dan juga e-commerce untuk berbelanja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh usia dan durasi penggunaan aplikasi terhadap durasi penggunaan gawai secara keseluruhan dalam satu hari. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada 111 orang responden. Data dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dan didapati persamaan garis Y = 2,377 + 0,753X1 + 0,836X2 + 0,850X3 + 0,840X4 – 0,007X5. Penelitian ini membuktikan bahwa usia (X5) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap durasi penggunaan gawai. Namun, faktor independen lainnya, yaitu aplikasi media sosial (X1), permainan (X2), hiburan (X3), dan e-commerce (X4) berpengaruh secara signifikan. Di antara empat faktor tersebut, yang paling berpengaruh terhadap durasi penggunaan gawai dalam 1 hari adalah aplikasi media sosial dengan rata-rata durasi penggunaan adalah 5 jam per hari
Penerapan Strategi Pemasaran dan Promosi terhadap Usaha Mikro W&A Laundry Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Cianjur Jawa Barat Fransisca Fransisca; Yeselia Salim; Vianca Felian Kurniawan; Gracella Sulystio; Metta Jayanti
Intervensi Komunitas Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : ITB Ahmad Dahlan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32546/ik.v3i2.1544

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia telah memberi dampak yang negatif bagi perekonomian negara, termasuk Indonesia. Salah satu sektor yang terdampak dari adanya pandemi Covid-19 ini adalah sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program Community Development yang diadakan oleh Universitas Prasetiya Mulya merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan khususnya daerah Kabupaten Cianjur dan sekitarnya yang sedang terdampak Covid-19 ini. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pendampingan intensif dan tahap pendampingan lanjutan. Semua kegiatan dilakukan secara daring melalui media zoom. Salah satu pelaku usaha mikro yang berlokasi di daerah Cianjur dan termasuk usaha yang terdampak Covid-19 yaitu W&A Laundry. W&A Laundry menjadi mitra dalam kegiatan ini. W&A laundry mengalami penurunan jumlah pendapatan dan jumlah pelanggan secara drastis selama pandemi. Hasil wawancara pada tahap persiapan menunjukan bahwa mitra memerlukan strategi pemasaran dan promosi yang tepat untuk meningkatkan jumlah pendapatan dan pelanggan baru. Adapun beberapa upaya yang dilakukan termasuk memperbarui media promosi, menyebarkan media promosi ke tempat yang lebih ramai dan yang belum pernah dijangkau sebelumnya, menerapkan strategi promosi yang lebih tepat sasaran, serta mendaftarkan usaha W&A laundry di Google dan Google Maps. Hasilnya, penerapan strategi pemasaran tersebut membuahkan hasil yang positif karena terbukti dapat meningkatkan jumlah pendapatan dan pelanggan baru dari usaha W&A laundry.
Utilization of waste from trimming process for the development of pangasius fish nugget Laudya Jenita; Fransisca; Agus Purnomo Wibisono
jurnal1 VOLUME 5 ISSUE 1, JUNE 2022
Publisher : Hasanuddin University Food Science and Technology Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/canrea.v5i1.513

Abstract

Currently, the processing of pangasius fish is limited in most industries in Indonesia. This fish can be processed into nuggets, but the texture is a common issue determined by the composition of the meat and fat. Therefore, optimal composition is needed to produce the desired texture. The fat used was derived from the trimmings, waste of the Pangasius fillet factory. This study, then, aims to determine the effect of substitution of fillet with trimmings on chemical and sensory characteristics of fish nugget. Furthermore, it obtains the best formulation using 6 ratios of fillet and trimmings at 100:0, 60:40, 50:50, 40:60, 30:70, and 20:80. Proximate analysis of moisture, ash, carbohydrate, protein, and fat content was conducted, while acceptance testing was used in sensory analysis. The results showed that the substitution of trimmings only resulted in significant difference in fat content. This is due to the direct proportionality between the percentage of trimmings, and the fat content of nuggets. Meanwhile, the sensory analysis only resulted in significant differences in crispness, hardness and overall. In conclusion, nugget with 20:80 treatment was the best formulation because it has the highest preference value and can utilize waste optimally.
EDUKASI PENGEMBANGAN GULA AREN BAGI MASYARAKAT DI KECAMATAN JATIGEDE, SUMEDANG Dwining Elfriede; Fransisca Wijaya
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i4.26840

Abstract

The creative industry development ecosystem can encourage the community to participate in building a sustainable tourism village. Jatigede District is one of the areas in Sumedang which has several tourist village areas. The area has enormous natural potential, one of which is the sap tree. The existing sap trees have the potential to produce palm sugar but have yet to be carried out optimally in both processing and packaging. The quality of the palm sugar produced still needs to improve, it melts quickly in storage. Product development can support sustainable tourism villages through creative industries. The problems experienced by partners included a need for more knowledge and skill regarding Good Manufacturing Practices (GMP) to meet the standards of Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Community development activity aims to develop village product that is quality and safe. The stages that will be carried out are to improve the knowledge of craftsmen through GMP training and counseling, packaging technology and product labeling, and business development. The result is the craftsmen have a deeper understanding of the training and simulation materials provided. There is a significant difference between the pre-test and post-test scores, where the post-test average score is greater than the pre-test average. Partners can perform sensory functions to differentiate palm sugar products with good and bad quality. Partners have also been able to design palm sugar packaging labels for the palm sugar.  ---  Ekosistem pengembangan industri kreatif mampu mendorong masyarakat turut serta dalam membangun desa wisata yang berkesinambungan. Kecamatan Jatigede merupakan salah satu daerah di Sumedang yang memiliki beberapa daerah desa wisata. Salah satu potensi alam terbesar di daerah ini yaitu pohon nira. Pohon nira yang ada saat ini berpotensi menghasilkan gula aren namun belum dilakukan secara maksimal baik dari segi pengolahan maupun dari segi pengemasan. Gula aren yang dihasilkan cepat meleleh selama penyimpanannya. Pengembangan produk gula aren ini mampu mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan melalui industri kreatif. Permasalahan yang dialami mitra yaitu minimnya pengetahuan dan keterampilan tentang Cara Pengolahan Pangan yang Baik (CPPB) untuk memenuhi standar izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk pengembangan produk unggulan desa yang berkualitas dan aman. Adapun tahapan yang akan dilakukan yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengrajin melalui pelatihan dan simulasi mengenai CPPB, teknologi pengemasan dan label produk, pengembangan bisnis dan produk turunan. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test dimana nilai rata-rata post-test lebih besar dari nilai rata-rata pre-test. Mitra mampu melakukan sensori yang berfungsi untuk membedakan produk gula aren dengan kualitas yang baik dan buruk. Mitra juga telah mampu mendesain label kemasan gula aren untuk gula aren yang diproduksi.