Asnita Basir Leman
Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Model Pembelajaran Pendidikan Kristen: Integrasi Wawasan Dunia Kristen Dalam Blended Learning Asnita Basir Leman
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1 (2021): April 2021
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v3i1.25

Abstract

Abstract:Learning is feeding the soul. When Jesus gave the great commission to make disciples of all nations, it was complemented by the words and “teach them tērein (to observe, keep, preserve) all that He commanded the disciples.” Difficulties and obstacles in Christian education often occured due to fail in understanding the essence, purpose, content, concepts and context of learning that create chaos in its application. Meanwhile, the rapid growth in the field of educational psychology has caused lessons content and the teaching methods to be strongly influenced by secularism with the philosophy of humanism and relativism. The technological developments were triggered by the unpredictable global Covid-19 pandemic situation in 2020, forcing educators to immediately reformulate learning patterns to be more conducive. This article aims to analyze the blended learning model for Christian education, bya integrating educational psychology theories with the Biblical truth based on concept of christian worldview. The findings and conclusions are expected to contribute to the preparation of Christian education programs, applications and learning modules.Keywords: christian education; christian worldview; cultural mandate; gospel mandate; covid-19 pandemic; blended learning; mete cognitive.  Abstrak:Belajar ialah memberi makanan bagi jiwa. Ketika Yesus memberi amanat agung untuk menjadikan segala bangsa murid-Nya, itu dilengkapi dengan kata dan “ajarlah mereka tērein (memperhatikan, menyimpan, melestarikan) semua yang telah diperintahkan-Nya kepada murid-murid.” Banyak kali kesulitan dan kendala dalam pendidikan kristen terjadi karena kegagalan dalam memahami esensi, tujuan, konten, konsep dan konteks pembelajaran menyebabkan kekacauan dalam penerapannya. Sementara itu pertumbuhan pesat di bidang psikologi pendidikan menyebabkan konten pelajaran dan metode pengajaran sangat dipengaruhi oleh sekularisme dengan filosofi humanisme dan relativisme. Perkembangan teknologi dipicu situasi pandemi covid-19 yang tak terduga secara global tahun 2020, memaksa kalangan pendidik segera melakukan formasi ulang pola pembelajaran yang lebih kondusif. Artikel ini bertujuan menganalisis model pembelajaran blended learning bagi pendidikan kristen, dengan mengintegrasikan teori-teori psikologi pendidikan dengan kebenaran Alkitab berdasarkan konsep wawasan dunia kristen. Temuan dan kesimpulan diharapkan dapat memberi kontribusi bagi penyusunan program, aplikasi dan modul-modul pembelajaran pendidikan kristen ke depan.Kata Kunci: pendidikan Kristen; wawasan dunia Kristen; mandat budaya; mandat penginjilan; pandemi covid-19;blended learning; meta koginitif.
PELAYANAN HYBRID: SUATU PENDEKATAN MODEL PELAYANAN PASTORAL GEREJA BAGI MASALAH LGBTQ Asnita Basir Leman; Hari Sandi Gulo; Santono Sinaga; Ferry Pranoto; Melisa Tulungen; Vranken V.V Erungan
TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Vol 2, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.755 KB)

Abstract

Masalah homoseksualitas sudah setua peradaban manusia itu sendiri. Dari masa ke masa dan generasi, telah menjadi persoalan yang di bahas dan diperdebatkan dari semua sisi kehidupan manusia. Dari manuskrip Kitab Suci dan berbagai peninggalan sejarah hingga perbincangan hangat di media sosial dalam cakupan IoT (Internet of Things) era society 5.0. Tinjauan berbagai aspek religiusitas, psikologi, sosiologi, budaya, medis hingga politik selalu marak dengan tanggapan pro dan ataupun kontra. Tulisan ini tidak bermaksud untuk ikut membahas tanggapan hal pro kontra homoseksualitas yang kemudian diakhiri dengan himbauan redaksional ‘seharusnya’ begini ataupun begitu. Penelitian ini bertujuan untuk memberi usulan pendekatan model hybrid pelayanan pastoral bagi masalah LGBTQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer) khususnya bagi gereja-gereja dan jejaring pelayanan kristen. Dasar penelitian bersumber dari Alkitab dengan wawasan dunia Kristen, analisis literatur, data laporan dan hasil kuesioner. Model penjangkauan LGBTQ berasal dari konsep konseling online serta ide pelayanan hybrid onsite-online yang menjadi opsi pelayanan gereja-gereja saat ini paska pandemi covid-19.   Kata kunci: pelayanan hybrid, masalah pastoral LGBTQ, konseling online