Masalah homoseksualitas sudah setua peradaban manusia itu sendiri. Dari masa ke masa dan generasi, telah menjadi persoalan yang di bahas dan diperdebatkan dari semua sisi kehidupan manusia. Dari manuskrip Kitab Suci dan berbagai peninggalan sejarah hingga perbincangan hangat di media sosial dalam cakupan IoT (Internet of Things) era society 5.0. Tinjauan berbagai aspek religiusitas, psikologi, sosiologi, budaya, medis hingga politik selalu marak dengan tanggapan pro dan ataupun kontra. Tulisan ini tidak bermaksud untuk ikut membahas tanggapan hal pro kontra homoseksualitas yang kemudian diakhiri dengan himbauan redaksional ‘seharusnya’ begini ataupun begitu. Penelitian ini bertujuan untuk memberi usulan pendekatan model hybrid pelayanan pastoral bagi masalah LGBTQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer) khususnya bagi gereja-gereja dan jejaring pelayanan kristen. Dasar penelitian bersumber dari Alkitab dengan wawasan dunia Kristen, analisis literatur, data laporan dan hasil kuesioner. Model penjangkauan LGBTQ berasal dari konsep konseling online serta ide pelayanan hybrid onsite-online yang menjadi opsi pelayanan gereja-gereja saat ini paska pandemi covid-19. Kata kunci: pelayanan hybrid, masalah pastoral LGBTQ, konseling online
Copyrights © 2022