Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengamatan Surface Plasmon Resonance pada ZnO Nanorods dengan Menggunakan Konfigurasi Prisma/Au/ZnO Rina Dewi Mayasari; Ajeng Novita Sari; Aditya Eka Mulyono; Agus Setyo Budi; Ratno Nuryadi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v23i1.27772

Abstract

Pengamatan fenomena surface plasmon resonance (SPR) telah berhasil dilakukan pada ZnO nanorods yang ditumbuhkan di atas lapisan tipis emas. Sistem SPR menggunakan konfigurasi Kretschmann termodifikasi dimana permukaan prisma dideposisi dengan lapisan tipis emas dan ZnO nanorods (prisma/Au/ZnO). Penumbuhan ZnO nanorods menggunakan metode hidrotermal dengan dua tahapan, yaitu pelapisan ZnO seed dan penumbuhan rods. Waktu penumbuhan divariasikan selama 5 menit, 2 jam, dan 4 jam, pada suhu 95 °C yang diikuti dengan annealing pada suhu 500 °C selama 1 jam. Struktur ZnO dikarakterisasi dengan X-ray diffraction (XRD), field emission scanning electron microscope - energy dispersive X-ray spectroscopy (FESEM-EDS), serta diamati fenomena SPR melalui grafik attenuated total reflection (ATR). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa ZnO nanorods (2 jam dan 4 jam) memiliki struktur kristal heksagonal dengan distribusi ukuran diameter pada rentang 20 nm – 60 nm. Fenomena SPR hanya teramati pada nanopartikel ZnO (5 menit) pada sudut SPR (θSPR) 58,2°. Fenomena SPR tidak terlihat pada ZnO nanorods (2 jam dan 4 jam) dikarenakan panjang rods melebihi 100 nm.
GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA 45-59 TAHUN TENTANG POSYANDU LANSIA DI DESA CANGKIRAN SEMARANG TAHUN 2018 Ajeng Novita Sari; Nawang Swastika Raras
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.264 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.107

Abstract

Latar Belakang : Posyandu lansia sangat penting bagi masyarakat khususnya bagi lansia karenamerupakan suatu upaya untuk menyejahterakan lansia dengan cara deteksi dini penyakit agartetap sehat di usia tua serta terhindar dari resiko penyakit yang menyerang pada usia lanjut.Kurangnya pengetahuan wanita usia 45-59 tahun tentang posyandu lansia menyebabkankurangnya kepedulian terhadap kesehatannya, sehingga apabila terjadi permasalahan pada usialanjut mereka hanya menganggap bahwa itu adalah wajar karena sudah umum terjadi pada usialanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia 45-59tahun tentang posyandu lansia di Desa Cangkiran Semarang. Metodelogi penelitian yangdigunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita usia45-59 di Desa Cangkiran Semarang sebanyak 54 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 34responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Alat pengumpulan data yangdigunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitiandidapatkan responden berpengetahuan baik sebanyak 12 responden (35,3%), Cukup sebanyak16 responden (47,1%) dan kurang sebanyak 6 responden(17,6%). Karakteristik responden diDesa Cangkiran Semarang berdasarkan umur mayoritas berumur 51-55 tahun sebanyak 25orang (73,5%), berdasarkan pendidikan mayoritas berpendidikan SMP sebanyak 17 orang(50,0%) dan berdasarkan pekerjaan mayoritas bekerja sebanyak 23 orang (67,6%).Kesimpulan pengetahuan wanita usia 45-59 tahun tentang posyandu lansia di Desa CangkiranSemarang mayoritas memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 16 responden (47,1%).
Implementation of Effective Communication by Midwives in Increasing Patient Compliance in Carrying out Antenatal Care: Penerapan Komunikasi Efektif Bidan dalam Peningkatan Kepatuhan Pasien Melaksanakan Antenatal Care Ardhiangtyas, Nisa; Mufida Dian Hardika; Ajeng Novita Sari; Siti Nur Fadilah
Jurnal Midwifery Vol 6 No 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v6i1.44141

Abstract

Introduction Communication is a very important tool in fostering a therapeutic relationship between health workers and patients which can influence the quality of health care services. Therapeutic communication is very important because it can influence the level of patient satisfaction with the health services provided. All behavior and health information provided by midwives must be therapeutic for the patient. Therapeutic communication also develops interpersonal relationships between patients and midwives, where midwives have special skills and must pay attention to every non-verbal interaction and behavior. Good therapeutic communication will lead to patient satisfaction, which ultimately influences patient compliance with the pregnancy check-up schedule. Methode Analytical correlation research, with a total research sample of 25 people. The sampling technique uses simple random sampling. Research data was analyzed using SPSS starting from univariate analysis to describe each research variable, then bivariate analysis to analyze the relationship between the independent variable and the dependent variable using the Spearman rank formula. The results of the Spearman correlation test via SPSS showed that the Spearman correlation coefficient (rs) = 0.320 with a 2 tailed sig value (p) = 0.005 where p < 0.05 so that H1 was accepted, meaning there was a relationship between the variables in this study. Conclusion There is a relationship between effective communication and patient compliance in carrying out pregnancy checks according to schedule.
Peningkatan Kesadaran Gizi pada Lansia melalui Edukasi dan Pemeriksaan Indeks Massa Tubuh Sih Prabandari, Anggraeni; Ajeng Novita Sari; Selvina Dwi Rahmawati
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kdbn2a52

Abstract

Lansia rentan mengalami malnutrisi akibat kurang gizi maupun kelebihan gizi (obesitas). Kondisi malnutrisi merupakan salah satu faktor risiko penyakit degeneratif. Jenis dan jumlah asupan makanan penting dalam pencegahan kondisi malnutrisi yang disesuaikan dengan status gizi lansia. Status gizi dapat diukur melalui indeks massa tubuh (IMT). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi gizi seimbang pada lansia agar dapat memilih, mengatur dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang sesuai dengan kondisi kesehatannya sehingga meningkatkan harapan hidup mereka. Kegiatan dilaksanakan di RW 01 Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari Surakarta dnegan jumlah peserta 20 orang. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui ceramah ilmiah dan leaflet serta diskusi interaktif dengan peserta. Status gizi peserta diukur dengan IMT. Berdasarkan hasil pengukuran IMT, 55% peserta mengalami malnutrisi dengan persentase terbanyak adalah obesitas. Terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang gizi seimbang sebesar 57,5% setelah pemberian edukasi melalui ceramah dan leaflet.