Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Beban Kerja dan Produktivitas Kerja Operator Traktor Tangan Pada Pembajakan Sawah ’Subak Ayo’ di Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali I Made Nada; Gede Arda; Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja
Rona Teknik Pertanian Vol 7, No 1 (2014): Volume 7, No. 1, April 2014
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v7i1.2641

Abstract

Abstrak. Penelitian dengan metode survei, dari hasil penelitian diperoleh beban kerja objektif pekerja 1  dengan denyut nadi per menit pada pembajakan sawah datar, saat memindahkan traktor tangan dari sawah satu ke sawah yang lain dan miring masing-masing yaitu 111/menit, 123/menit dan 125/menit serta pekerja 2 dengan denyut nadi per menit pada pembajakan yang sama yaitu 114/menit, 120/menit dan 120/menit. Beban kerja subjektif pekerja 1 dengan keluhan sistem muskuloskeletal pada pembajakan sawah datar dari agak sakit 50% dan sakit 28,57%, pada saat memindahkan traktor tangan dari sawah satu ke sawah yang lain dengan prosen keluhan agak sakit5 3,57%, sakit 32,14% dan sakit 3,57%, dan pada sawah miring  dengan prosen keluhan agak sakit 60,71% dan sakit 50% serta pekerja pada pembajakan yang sama mempunyai keluhan muskoluskeletal masing-masing yaitu agak sakit 10,71% , 21,43%  dan agak sakit 25%. Produktivitas pekerja 1 dan pekerja 2 yaitu luas sawah per hari 10,45 are dengan penghasilan sebesar Rp.188,100 dan luas sawah 16,09 are dengan penghasilan sebesar Rp. 289,620 Productivity and Work Load of Hand Tractor Operator for Plowing Field of Subak Ayo’ in Babahan Village, Sub-district of Penebel, Tabanan BaliAbstract. This research was conducted by survey method. The results showed that operator’s objective load of operator 1 showed heartbeat per minutes when he plough flat and sloping land, when he moved his hand tractor from one part to other  fields were 111 heartbeats/minute, 123 heartbeat/minute and 125 heartbeat per minute respectively. Operator 2 working in the same works include 114 heartbeats/minute, 120 heartbeats/minute and 120 heartbeats/minute. Operator’s subjective load on operator 1 showed musculoskeletal system lamentation  on flat land  plough that were 50% less painful, and 28,57% painful when he moved the hand tractor on with percentage of lamentation were 53.57% less painful, 32.14 painful, and 3.57% very painful. On the other hand, he showed the percentage of lamentation on slopping land were 60.71 less painful, 50% painful. The research also found that the operators showed musculoskeletal system lamentation, that were 10.71% less painful and 21,43% painful and 25% very painful. Operator’s productivity of operator 1 and 2 per day was 0,11 hectare with income Rp. 188.100 and on 0,16 hectare, it generated income as high as Rp. 289,620.
Penerapan Metode Qualitty Function Deployment untuk Upaya Peningkatan Mutu Komoditi Bawang Merah (Allium ascalonicum) Varietas Lokal Kintamani Sophia Kristin Br Sitepu; I Widia Widia; Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 8 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2023.v08.i01.p02

Abstract

Salah satu pesaing utama komoditi bawang merah Kintamani adalah bawang merah Brebes. Pangsa pasar bawang merah Brebes lebih besar di bandingkan Kintamani baik pada level lokal Bali maupun nasional. Peningatan mutu komoditi bawah merah Kintamani perlu dilakukan melalui serangkaian perbaikan teknis budidaya agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria atribut produk bawang merah yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen, pembobotan mutu komoditi bawang merah Kintamani dibandingkan bawang merah Brebes, dan aktivitas perbaikan yang harus dilakukan petani Kintamani. Penelitian ini menggunakan metode Quality Fuction Deployment (QFD) dengan alat analisis yaitu matriks House of Quality. Kualitas bawang merah dievaluasi berdasarkan 6 jenis atribut mutu, yaitu kebersihan umbi, warna umbi, ukuran umbi, kesegaran umbi, tidak ada kebusukan pada umbi, dan aroma sedap dengan sekala rating kepentingan 1-5. Responden penelitian adalah 20 orang pedagang sayur di Pasar Kreneng dan Pasar Badung di Kota Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke-6 atribut mutu bawang merah yang dievaluasi, ukuran umbi memperoleh skor tertinggi dengan rata-rata 4,7 (sangat penting), skor tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas bawang merah Kintamai rata-rata 2,85 (kurang puas), lebih rendah dibandingkan bawang merah Brebes dengan skor 4,55 (sangat puas). Hasil analisis matriks House of Quality menunjukkan bahwa upaya perbaikan yang harus dilakukan oleh petani Kintamani adalah pengendalian hama dan organisme penggangu tanaman (OPT) pada tahapan budidaya bawang merah dengan bobot kepentingan tertingi yaitu sebesar 26%, dibandingkan aktivitas lainnya yang disarankan untuk memperbaiki mutu sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.