Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang munculnya ritual hesasa, tata cara pelaksanaan, dan nilai yang terkandung dalam ritual hehasa pada masyarakat Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi. Sumber yang digunakan terdiri dari sumber primer berupa informasi lisan dari para informan, dan sumber sekunder berupa artikel, buku,majalah, jurnal, yang diperoleh dari perpustakaan Unidayan. Beberapa temuan pokok penelitian ini adalah; Latar belakang ritual hesasa dilakukan oleh masyarakat Desa Tanjung adalah sebagai ritual untuk menyembuhkan penyakit yang menyerang orang, sebab ritual ini dipercayai masyarakat dapat menyembuhkan penyakit. Tata cara pelaksanaan hesasa terdiri atas beberapa tahapan yaitu (1) pihak keluarga yang berhajat akan melakukan diskusi bersama orang yang memimpin ritual tersebut dan menentukan hari pelaksanaan ritual serta menanyakan keperluan dan kelengkapan dalam proses ritual. (2) tahapan pelaksanaan merupakan inti dari ritual hesasa karena semua rangkaian acara, mulai dari persiapan kelengkapan ritual, penghiasan sesaji serta penghanyutan tempurung terdapat pada tahapan ini (3) Pembacaan do’a selamat yang dilakukan pande alo dan makan bersama merupakan penutupan dari semua rangkaina acara. Ritual hesasa memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat karena dengan melakukan hesasa maka masyarakat percaya bahwa penyakit yang menyerang orang akan sembuh dan tidak akan datang lagi karena sudah pergi bersama tempurung di laut. Selain tradisi pengobatan, ritual ini juga merupakan proses pengusiran penyakit yang menyerang orang dan menaikan penyakit ke dalam tempurung untuk dibawa ke lautan.