This Author published in this journals
All Journal JPS
La Ode Muhammad Nasrun Saafi
Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prosesi Adat Losa pada Masyarakat Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo La Ode Muhammad Nasrun Saafi; Siti Rahmawati K
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume V, Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah Penelitian ini 1). Bagaimana prosesi adat losa pada masyarakat Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo dan 2). Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam prosesi adat losa pada masyarakat Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Prosesi adat losa pada masyarakat Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo. 2). nilai-nilai yang terkandung dalam prosesi adat losa pada masyarakat Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo. Penelitian ini adalah penelitian sosial budaya dan termaksud jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan etnografi yang bermaksud memberi pengetahuan tentang budaya manusia mengenai Prosesi adat losa pada masyarakat Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo. Sumber data penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Instrumen penelitian yaitu pedoman wawancara, alat tulis, alat perekam, dan kamera digital. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1). Prosesi adat losa pada masyarakat Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo dimulai dari tahap persiapan yakni pesolopi kunjungan pihak keluarga laki-laki ke rumah keluarga perempuan, untuk mencek dan mencari tahu perempuan yang akan dilamar. Kafeena (bertanya), orang tua laki-laki mengutus ketua adat dan perwkilan keluarganya untuk bertanya apakah secara adat gadis tersebut telah memiliki jodoh atau belum, disinilah penyampain niat keluarga laki-laki untuk melamar. Kacindano polangku (proses pengikat) setelah diterima maksud kedatangan keluarga laki-laki maka diadakanlah pengikat/tunangan secara resmi, keluarga laki-laki harus membawa dan membayar adat sebesar 3 bhoka atau Rp. 180.000. Selanjutnya penetapan waktu pembawaan adat losa. Tahap pelaksanaan pihak keluarga laki-laki dan ketua adat menyiapkan dan membawa adat yaitu kafeena, talasewuano, oe bae sau, khodea, kampana’a, katolusi, dan kadongkano awi/abu serta tak lupa membawa seserahan adat berupa buah-buahan dan makanan tradisional yang diletakan di dalam keranjang besar terbuat dari anyaman bambu. Keluarga laki-laki memberikan seserahan kepada pihak perempuan, setelah itu musyawarah pembicaraan kedua belah pihak tentang waktu pelaksanaan pernikahan dilakukan. Tahap terakhir/tahap penutup yaitu seserahan dan makanan tradisional didoakan, dibagi-bagikan kepada keluarga yang hadir dan dimakan bersama. 2). Nilai-nilai yang terkandung dalam adat losa, yaitu nilai budaya untuk menghayati dan melestarikan budaya yang dimiliki sebagai simbol identitas, nilai religi untuk memohon ridho, berkah dan kelancaran kepada Tuhan yang maha Esa, dan nilai sosial terjalinnya komunikasi atau interaksi masyarakat yang terjalin baik dan terdapat unsur kekeluargaan dan gotong royong.
Tradisi Kasebu pada Masyarakat Wasilomata Kecamatan Mawasangka La Ode Muhammad Nasrun Saafi; Hendri Hendri
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Apa yang melatarbelakangi munculnya tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata?, (2) Bagaimana proses pelaksanaan tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata?, (3) Nilai apa yang terkandung dalam tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui latar belakang tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata, (2) Untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata, (3) Untuk mengetahui nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata". Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian budaya dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah "data primer" dan "data sekunder". Teknik pengumpulan data ada dua (1) data primer yaitu pengamatan (obserfasi) dan wawancara, (2) Data sekunder dilakukan melalui kegiatanpenelitian kepustakaan dengan cara mencatat berbagai data yang terkait dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tradisi kasebu merupakan acara pembuka tahun dan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah latar belakang kasebu (1) Bentuk rasa sukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah, (2) Bentuk penghormatan pada para leluhur, (3) Hiburan kampung. Proses pelaksanaan tradisi kasebu (1) patoge yaitu permainan gendang dan diiringi lagu daerah yang dilakukan oleh empat orang dan bertempat di Baruga; (2) tarian saare yaitu tarian yang dilakukan seseorang yang dikelilingi sekelompok anak-anak hingga dewasa dengan penaburan uang dari penari tersebut. Penari ini memakai baju adat perempuan; (3) potumbu (adu fisik) yaitu adu fisik gaya bebas dengan aturan tertentu; (4) fomani yaitu silat yang dilakukan secara individu maupun kelompok; (5) tari linda, yaitu tarian yang dilakukan dalam bentuk kelompok; (6) kabueno ganda (ayun gendang) yaitu berupa iringan gendang yang memiliki makna tertentu; (7) manari yaitu balas pantun. Nilai yang terkandung (1) nilai religiusitas atau nilai Ketuhanan, meliputi berdoa dan bersyukur, (2) Nilai budaya tradisi yang merupakan warisan dari nenek moyang, (3) Nilai sosial atau kemasarakatan, meliputi gotong royong, kekeluargaan dan kerukunan.
Hukum Adat Kaombono Tai di Desa Dongkala dan Desa Kondowa Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton Rahmadi Rahmadi; La Ode Muhammad Nasrun Saafi
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 2, November 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji dan mengungkapkan Hukum Adat Kaombono Tai di Desa Dongkala dan Desa Kondowa Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, dengan tujuan: untuk mengetahui latarbelakang adanya hukum adat kaombono tai; mengetahui tata cara pelaksanaan hukum adat kaombono tai dan mengetahui sanksi yang diberikan bagi orang yang melanggar hukum adat kaombono tai. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan di Desa Dongkala dan Desa Kondowa Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton dengan bertumpu pada pendekatan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang adanya hukum adat kaombono tai yaitu adanya perusakan terumbu karang dan biota laut beserta ekosistem lainnya yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Proses pelaksanaan hukum adat kaombono tai, yaitu: penjagaan wilayah kaombono tai oleh para waci yang terdiri dari 3orang; apabila ditemukan pelanggar yang memasuki kawasan kaombono tai maka dibawa ke musyawarah sara di baruga untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya; penetapan dan pengumuman denda. Sanksi yang diberikan bagi orang yang melanggar hukum adat kaombono tai yaitu berupa sanksi pembayaran denda sebesar lima juta rupiah dan sanksi sosial pengucilan dimasyarakat.