Sokon Saragih
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEPEMIMPINAN NON MUSLIM MENURUT HUKUM ISLAM (Kajian Tafsir Ayatul Ahkam Surah Al-Maidah ayat 51) Sokon Saragih
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.633 KB) | DOI: 10.30829/taz.v9i2.833

Abstract

Pada dasarnya alquran tidak pernah secara tersirat menyebutkan kata kepemimpinan, karena kepemimpinan (leadership) merupakan istilah dalam manajemen organisasi. Kepemimpinan menjadi satu faktor penting yang mempengaruhi berhail atau gagalnya suatu organisasi tanpa pemimpin yang baik roda organisasi tidak akan berjalan lancar. Sebutan pemimpin muncul ketika seorang memiliki kemampuan mengetahui dan mampu mengarahkan perilaku orang lain, mempunyai keperibadian khas, kecakapan tertentu yang tidak dimiliki semua orang dibidang pemerintahan atau negara pemimpin disebut dengan berbagai nama, misalnya imamah (dikalangan syiah) dan khalifah (dalam tradisi sunni), raja untuk kerajaan atau presiden dalam istilah negara republik meskipun demikian bukan berarti alquran tidak membicarakan sama sekali masalah kepemimpinan sebagai petunjuk bagi manusia (hudallinnas), selain menyebut tentang pempimpin (imam, immah, wali, khalifah dll), alquran juga mengemukakan tentang prinsip-prinsip dasar kepemimpinan
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG MENARIK Sokon Saragih
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.53 KB) | DOI: 10.30829/taz.v7i1.265

Abstract

Media pembelajaran merupakan komponen terpenting di dalam proses pembelajaran, baik dilakukan di dalam maupun di luar kelas. Karena sesungguhnya media pembelajaran dapat memberikan motivasi kepada siswa dalam belajar, membantu memudahkan memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh seorang guru, mengefisiensikan penyampaian materi, dan lain sebagainya. Sehingga mau tidak mau seorang guru dituntut harus mampu mengefektifkan pemanfaatan media pembelajaran yang menarik  agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Karenanya efektifitas pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan kualitas kegiatan  pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru.
MASA PERKEMBANGAN DAN PEMBUKUAN QAWAID FIQHIYYAH Sokon Saragih
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.294 KB) | DOI: 10.30829/taz.v9i1.752

Abstract

Sejarah perkembangan Qawa' id Al- fiqihiyyah bermula dari keadaan dimana Rasulullah harus menjelaskan suatu penyelesaian permasalahan pada masanya di mana penyelesainnya tidak terdapat dalam al-Qur'an sehingga hams dengan istinbat Rasulullah Saw. Setelah Rasul wafat kaidah fiqh (qawa' id al-fiqihiyyah) terus berkembang hingga saat ini. Pada periode Rasulullah Saw, otoritas tertinggi dalam pengambilan hukum dipegang oleh Rasulullah Saw.
Pengalaman Guru PAI dalam Menghadapi Tantangan Multikultural di Sekolah MA Al Wardah Tembung Raihan Albani Dalimunthe; Sokon Saragih; Muslem
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober: Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i4.283

Abstract

This study aims to describe the experiences of Islamic Religious Education (PAI) teachers in facing multicultural challenges at MA Al Wardah Tembung. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. The results show that PAI teachers successfully manage student diversity through empathetic, inclusive, and contextual approaches. They instill the values of tolerance, brotherhood, and religious moderation, creating a harmonious learning atmosphere. Diversity in the school becomes a potential strength that enriches the learning process and shapes students’ open-minded and respectful character.