Penelitian ini membahas perbandingan kinerja protokol routing Open Shortest Path First (OSPF) dan Routing Information Protocol (RIP) pada jaringan berbasis MikroTik yang dibangun menggunakan GNS3. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan pemilihan protokol routing yang tepat untuk meningkatkan efisiensi, stabilitas, dan kecepatan konvergensi jaringan, terutama pada lingkungan dengan topologi dinamis. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi perbedaan kinerja kedua protokol berdasarkan empat parameter utama, yaitu delay (waktu tunda), packet loss, Throughput, dan convergence time. Metode penelitian meliputi perancangan topologi jaringan menggunakan dua router MikroTik dan tiga klien, konfigurasi OSPF dan RIP, serta pengujian performa dengan skenario lalu lintas data yang sama. Hasil pengujian menunjukkan bahwa OSPF memiliki kinerja yang lebih baik pada seluruh parameter dibandingkan RIP. Rata-rata delay OSPF lebih rendah, packet loss mencapai 0% di semua skenario, Throughput lebih tinggi, serta waktu konvergensi lebih cepat (6–7 detik) dibandingkan RIP yang memerlukan 18–21 detik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa OSPF lebih cocok digunakan pada jaringan dengan kebutuhan jalur optimal dan konvergensi cepat, sedangkan RIP dapat digunakan pada jaringan kecil yang bersifat statis dengan sedikit perubahan topologi