Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL PENGEMBANGAN DESA RARAK RONGES BERBASIS DAYA TARIK WISATA ALAM DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT Anas Pattaray
Media Bina Ilmiah Vol. 16 No. 10: Mei 2022
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.217 KB) | DOI: 10.33578/mbi.v16i10.18

Abstract

Daya tarik wisata Desa Rarak Runges sangat beragam, dari iklim yang sejuk, masyarakat yang ramah, air terjun, penataan lingkungan desa, arsitektur, kebun kopi, dan produk kopi lokal. Daya tarik wisata Desa Rarak Runges sangat beragam, dari iklim yang sejuk, masyarakat yang ramah, air terjun, penataan lingkungan desa, arsitektur, kebun kopi, dan produk kopi lokal. Berbagai sumberdaya dan daya tarik wisata tersebut dapat dikelola untuk memberikan dampak dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Pemanfaatan yang paling memungkinkan adalah pengembangan pariwisata khususnya terkait dengan isu pengembangan pariwisata yang berkelanjutan berbasis masyarakat. Potensi yang tersedia tersebut jika tidak dikelola akan mengalami pergeseran nilai baik nilai budaya, sosial serta memburuknya kualitas lingkungan Desa Rarak Ronges. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. hasil penelitian ini adalah Desa wisata dalam pengembangannya merupakan proses penggalian potensi yang ada di desa baik itu berasal dari unsur alam, sosial, budaya, masyarakat atau lainnya, sehingga sifat alamiah dan kelestarian karakteristik desa tetap terjaga dan terpelihara. Masyarakat sebagai subjek dan objek pembangunan desa harus senantiasi dilibatkan dalam keseluruhan proses pengembangan desa wisata, mengingat bahwa tujuan pengembangan desa wisata selain untuk mengembangkan karakteristik, nilai-nilai tradisi dan budaya menjadi sebuah objek wisata, juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga masyarakat harus berperan dan menjadi pihak yang diuntungkan. Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat merupakan pendekatan yang menawarkan peran yang lebih kepada masyarakat untuk terlibat dalam keseluruhan proses pengembangan desa wisata
Pemetaan Pola Perjalanan Wisata di Desa Lantan Kabupaten Lombok Tengah Defita Stefania Ili; Anas Pattaray; Isdar Wahim
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 4 No. 2 (2024): VISA: Journal of Vision and Ideas (In Press)
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v4i2.2714

Abstract

Increasing economic progress and prosperity have made tourism part of human needs and lifestyle. Currently, tourism is able to move interrelated economic chains and become a service industry that makes an important contribution to the world economy, thereby increasing economic welfare at the local community level, especially in tourist destination areas. Lantan Village is one of the 99 tourist villages that will be developed by the NTB provincial government, especially the Central Lombok district government. Lantan Village is located in North Batukeliang subdistrict, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. Until now, Lantan Village does not have a maximum tourism travel pattern that involves all the tourist attractions in Lantan Village. This research uses a descriptive qualitative method. The data obtained was based on interviews with village officials, pokdarwis, local communities and tourists. This research produces recommendations for tourist travel patterns based on tourist attractions, facilities and infrastructure, accessibility, distance and travel time in Lantan village.