Sismita Sari
Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Negeri Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH BAGIAN SETEK BUD CHIP DAN KOMPOSISI PUPUK ORGANIK PADA KANDUNGAN GLUKOSA, FRUKTOSA, DAN SUKROSA PERTANAMAN TEBU Sismita Sari; Yan Sukmawan
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2018.v2i2.2580

Abstract

Upaya meningkatkan produksi dan pengembalian kesuburan tanah dapat dilakukan dengan aplikasi pupuk organik kompos asam humat, kiambang, dan pupuk kandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bagian setek bud chip terbaik, komposisi pupuk organik yang paling efektif, dan interaksi terbaik antara bagian setek bud chip dan komposisi pupuk organik dalam meningkatkan kandungan glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Percobaan factorial disusun dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu tiga bagian setek antara lain: bud chip bagian pangkal (B1), bud chip bagian tengah (B2), dan bud chip bagian puncuk (B3). Faktor kedua yaitu komposisi pupuk organik perbandingan asam humat:kiambang:pupuk kandang yaitu: tanpa pemberian pupuk organik (P0), 70%:20%:10% (P1), 10%:70%:20% (P2),  20%:10%:70% (P3), 30%:30%:40% (P4), pupuk organik asam humat 100 % (P5), kompos kiambang 100 % (P6), dan pupuk kandang 100% (P7). Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam kemudian dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf nyata 5% jika hasil sidik ragam nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bibit asal bud chip bagian pangkal dan kombinasi pupuk organik 30% asam humat:30% kompos kiambang:40% pupuk kandang menghasilkan perbandingan jumlah kandungan sukrosa:fruktosa paling tinggi dibandingkan dengan kombinasi perlakuan yang lain.
Genetic Research Trends in Caffeine Biosynthesis of Robusta Coffee (Coffea canephora) Nindy Permatasari; Sismita Sari; Sri Nurmayanti; Lu'lu' Kholidah Fauziah; Resti Puspa Kartika Sari; Maisuri Hardani; Siti Hamidatul Aliyah; Priyambodo Priyambodo
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11738

Abstract

Research on caffeine biosynthesis in Coffea canephora has expanded across multiple disciplines, yet its global genetic research trends remain insufficiently mapped. This study aimed to analyze the development and thematic structure of genetic research on caffeine biosynthesis in C. canephora using a bibliometric approach. Data were retrieved from the Scopus database through keyword-based sampling and filtered based on relevance to genetic and biosynthetic aspects. Bibliometric analyses were conducted to examine publication trends, authorship patterns, country contributions, and keyword co-occurrence networks. The results show a significant increase in publications since the early 2000s, with dominant contributions from the United States, Brazil, and China. Keyword mapping reveals four major research clusters, including plant metabolism, clinical and nutritional studies, experimental models, and genetic variability. However, studies explicitly focusing on the genetic regulation of caffeine biosynthesis, particularly involving N-methyltransferase genes, remain relatively limited compared to broader multidisciplinary themes.These findings indicate that caffeine research in C. canephora is highly interdisciplinary but still lacks a strong emphasis on genetic mechanisms, highlighting the need for more targeted molecular and genomic studies to support coffee improvement and functional trait development.