Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

GAMBARAN KARAKTERISTIK MAHASISWA DAN ALUMNI FARMASI FKIK UIN ALAUDDIN MAKASSAR : SEBUAH TINJAUAN BERBASIS GENDER Asrul Ismail
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.491 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v4i1.14490

Abstract

Stereotip masyarakat tentang pendidikan farmasi yang didominasi oleh perempuan sudah lama berkembang. Beragam universitas di Indonesia telah menyediakan pendidikan sarjana farmasi, salah satunya adalah UIN Alauddin Makassar. Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar telah menerima mahasiswa sejak tahun 2005 hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran karakteristik mahasiswa dan alumni Jurusan farmasi FKIK UIN Alauddin Makassar dari perspektif gender. Penelitian didesain secara deskriptif dengan metode cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 174 orang yang terdiri mahasiswa dan alumni dari berbagai angkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan masih mendominasi sebanyak 75.3%(131), sedangkan laki-laki sebanyak 24.7% (43). Dalam memilih jurusan farmasi, terdapat 10.9% (19) yang mempertimbangkan jenis kelamin sedangkan yang memilih tidak sebesar 89.1% (155). Hal ini kontradiktif dengan pendapat masing – masing responden yang memilih adanya pengaruh jenis kelamin dalam pemilihan jurusan 50.6% (88) dan yang memilih tidak sebanyak 49.4% (86). Persepsi tentang adanya keharusan sebuah jurusan didominasi oleh jenis kelamin tertentu sebesar 50.6% (88) dan tidak harus sebesar 49.4% (86). Terdapat 90.8% (158) yang berpendapat bahwa semua jenis kelamin memiliki kesempatan yang sama untuk berkuliah dan memilih jurusan tertentu dan 9.2% (16) menjawab tidak. Terdapat 68.4% (119) yang berpendapat bahwa jenis kelamin berpengaruh terhadap pekerjaan, sedangkan 31.6% (55) menjawab tidak.
UJI AKTIVITAS PENGHAMBATAN FRAKSI POLAR EKSTRAK KLIKA ANA’ DARA (Croton oblongus Burm F) TERHADAP SEL KANKER HeLa Asrul Ismail; Gemy Nastity Handayany; Asriani Buhari
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 3 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i3.2213

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai Uji Aktivitas PenghambatanFraksi Polar Ekstrak Klika Ana’ Dara (Croton oblongus Burm F) terhadap sel kanker HeLa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas penghambatan serta menentukan nilai IC50 dari fraksi polar ekstrak klika ana’ dara (Croton oblongus Burm F) terhadap sel kanker HeLa (Kanker serviks).Penentuan aktivitas penghambatan dilakukan dengan metode MTT Assay terhadap sel line Hela guna melihat potensi antikanker dari fraksi polar ekstrak klika ana’ dara (Croton oblongus Burm F). Fraksi uji dibuat dengan konsentrasi 1000; 500; 250; 125; 62,5; 31,25; dan 15,625 µg/ml, diujikan pada media yang berisi sel HeLa. Jumlah sel  yang  hidup  dilihat  berdasarkan   nilai  absorbansi  dari  warna yang  terbentuk  oleh  reaksi  reduksi  garam  tetrazolium  MTT.Parameter  penelitian  adalah  menentukan  nilai  IC50  dari  hasil persamaan regresi antara log konsentrasi fraksi vs probit kematian sel.  Dari  persamaan  regresi  linier  yang  diperoleh  didapat   hasil IC50  sebesar  230,4092 µg/mL.  Berdasarkan analisis sitotoksisitas terhadap sel HeLa, dapat disimpulkan bahwa fraksi  PolarEkstrakKlika Ana’ Dara (Croton oblongus Burm f.)kurang berpotensi terhadap sel kanker serviks.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS JUMPANDANG BARU MAKASSAR Asrul Ismail; Gemy Nastity Handayany; Megawati Bakri
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 4 No 4 (2016): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v4i4.2284

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai evaluasi penggunaan obat antituberkulosis (OAT) pada pasien Tuberkulosis (TB) Paru di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar selama periode Januari -  Desember 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT), mengevaluasi kesesuaian penggunaan OAT berdasarkan Pedoman Penanggulangan Nasional Tuberkulosis tahun 2014 dari Kementrian Kesehatan RI, dan uji hubungan antara hasil pengobatan dengan jenis kelamin, umur, lama pengobatan dan banyaknya penyakit penyerta kronik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey deskriptif dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 98,3% pasien di puskesmas tersebut diberikan OAT jenis KDT (kombinasi dosis tetap) sedangkan untuk kesembuhan mencapai 60%. Berdasarkan kesesuaian terhadap standar Pedoman Penanggulangan TB Nasional tahun 2014, diperoleh hasil untuk paduan pengobatan kategori 1 hanya memenuhi 98,3% sedangkan kategori 2 telah memenuhi 100%, untuk indikasi dan dosis mencapai 100% kesesuaian. Analisis hubungan antara beberapa faktor terhadap hasil pengobatan diperoleh kesimpulan bahwa faktor umur  (p=0,027; p<0,05)lama pengobatan (p=0,000; p<0,05) dan banyaknya penyakit penyerta kronik yang diderita pasien (p=0,002; p<0,05), ketiganya memiliki hubungan yang bermakna terhadap hasil pengobatan pasien. Sedangkan hanya jenis kelamin (p=0,325; p>0,05), sehingga tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan hasil pengobatan pasien.
PENGARUH PENGUNAAN OBAT PIRACETAM DAN CITICOLINE TERHADAP STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) HAJI MAKASSAR Asrul Ismail; Gemy Nastity Handayany; Andi Tantri Nurul Mukminin
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i1.2988

Abstract

Stroke termasuk dalam penyakit cerebrovascular (pembuluh darah otak) yang ditandai oleh kematian pada jaringan otak (infark cerebral) yang diakibatkan dari berkurangnya pasokan aliran darah dan oksigen ke otak. Telah dilakukan penelitian pengaruh penggunaan obat piracetam dan citicoline terhadap stroke iskemik. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh penggunaan obat piracetam dan citicoline terhadap stroke iskemik yang didapatkan melalui metode deskriptif retrospektif dengan menggunakan parameter GCS (Glasglow Coma Scale)  dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling kemudian dianalisis menggunakan software SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 52 pasien stroke memenuhi kriteria inklusi, 46 orang (88,5 %) yang menggunakan piracetam dan  6 orang (11,5 %) yang menggunakan citicoline. Analisis uji wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna pada GCS awal dan GCS akhir yaitu sebesar 0,000 (nilai p < 0,05). Berdasarkan data statistik disimpulkan bahwa penggunaan terapi tunggal piracetam atau citicoline memberikan pengaruh positif.  
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN LABU PUTIH (Lagenaria siceraria) TERHADAP BEBERAPA BAKTERI PATOGEN Asrul Ismail; Gemy Nastity Handayany; Sitti Hartina
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i2.3290

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antibakteri ekstrak Daun Labu putih (Lagenaria siceraria) Terhadap Beberapa Bakteri Patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun labu putih terhadap 8 bakteri patogen (Escherchia coli, Vibrio sp, Streptococcus mutans, Stapylacoccus aureus, Salmonella thypi, Pseudomonas aeroginosa, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus epidermidis.) Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi daun labu putih dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya dilakukan uji skrining menggunakan mikroba  uji terhadap ekstrak etanol dari daun labu putih dengan menggunakan konsentrasi 0,5% dan 1 % (b/v) dengan kontrol negatif piper disk. Hasil yang diperoleh adalah pada konsentrasi 0,5% dapat menghambat 4 bakteri patogen diantaranya Escherchia coli, Streptococcus mutans, Stapylacoccus aureus, dan Staphylacoccus epidermidis. Setelah dilakukan uji pendahuluan kemudian dilakukan uji konsentrasi hambat minimum (KHM) dan uji konsentrasi bunuh minimum (KBM), dimana hasil yang diperoleh adalah pada konsentrasi 0,5 % ekstrak daun labu putih mampu menghambat 4 bakteri patogen yang diperoleh pada uji skirining dan konsentrasi 2 % ekstrak daun labu putih mampu membunuh 4 bakteri patogen. Pengujian lanjutan yaitu uji daya hambat dengan metode difusi agar terhadap beberapa bakteri patogen yang menghambat pada hasil skrining (Escherchia coli, Streptococcus mutans, Stapylacoccus aureus, dan Staphylacoccus epidermidis) dengan konsentrasi 0,5%, 1% dan 2 % . Dimana, kloramfenikol sebagai kontrol positif. Hasil yang diperoleh diameter zona hambatan terbesar terhadap bakteri Escherchia coli, Streptococcus mutans, Stapylacoccus aureus, dan Staphylacoccus epidermidis berturut-turut adalah 2,2 cm; 4,1 cm; 2,43 cm dan 3,73 cm. 
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN OSTEOARTRITIS DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Asrul Ismail
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 4 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i4.4516

Abstract

Osteoartritis merupakan suatu sindrom klinis akibat perubahan struktur rawan sendi dan jaringan sekitarnya yang ditandai dengan menipisnya kartilago secara progresif yang disertai dengan pembentukan tulang baru pada trabekula subkrondal dan terbentuknya tulang baru pada tepi sendi (osteofit). Penyakit ini bersifat progresif, sehingga jumlah penderita diperkirakan kemungkinan dapat bertambah seiring waktu. Pertambahan jumlah penderita tentunya dapat dipengaruhi oleh adanya faktor resiko, seperti usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, dan jenis terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien osteoartritis di instalasi rawat jalan RSUP DR. Sardjito Yogyakarta periode Februari – Mei 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara cross sectional dengan sampel berjumlah 70 orang pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik usia ≥ 60 tahun sebesar 62.9%, usia < 60 tahun sebesar 37.1 %. Karakteristik jenis kelamin laki – laki 38.6%, dan perempuan 61,4 %. Karakteristik pasien yang bekerja 47.1% dan tidak tidak bekerja 52.9%. Karakteristik pasien tanpa penyakit penyerta 22.9%, satu penyakit penyerta 21.4% dan dua atau lebih penyakit penyerta 55.7%. Karakteristik jenis terapi yang menggunakan OAINS bersama Glukosamin oral sebanyak 75.7%, OAINS bersama Injeksi intraartikular hialuronan sebanyak 18.7% dan OAINS dengan injeksi intraartikular kortekosteroid sebanyak 8.6%. Sedangakan pada karakteristik intensitas nyeri yang diukur menggunakan VAS, nyeri ringan sebesar 22.9%, nyeri sedang 50.0% dan nyeri berat sebesar 27.1 %.
IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA ANTIBAKTERI FRAKSI POLAR DAN NON POLAR KULIT BATANG KEMIRI (Aleurites moluccana L. Willd) DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI KONTAK Mukhriani Mukhriani; Asrul Ismail; Haeria Haeria; Syamsuri Syakri; Nurfitra Fadiyah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v6i1.5272

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi golongan senyawa antibakteri fraksi polar dan non polar kulit batang kemiri (Aleurites moluccana L. Willd) dengan metode bioautografi kontak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi yang memiliki aktivitas antibakteri dan golongan senyawa dari kulit batang kemiri yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut metanol kemudian dilakukan partisi dengan menggunakan pelarut n-hexan. Ekstrak yang diperoleh kemudian dilakukan skrining aktivitas antibakteri hingga diketahui jika partisi tidak larut n-hexan mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi kemudian dilanjutkan ke fraksinasi. Fraksinasi dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Cair Vakum. Hasil fraksinasi yang diperoleh kemudian diuji kembali aktivitas antibakterinya dengan menggunakan berbagai konsentrasi yaitu 1000, 750, 500, dan 250 ppm. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa fraksi II merupakan fraksi teraktif yang memiliki aktivitas antibakteri paling baik pada konsentrasi 1000 ppm. Fraksi teraktif diuji kembali menggunakan KLT-Bioautografi dan diidentifikasi golongan senyawanya. Dari pengujian diperoleh fraksi dari partisi tidak larut n-hexan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli, Salmonella thypi, dan Vibrio colera dimana senyawa flavonoid dari kulit batang kemiri yang berperan sebagai antibakteri.
GAMBARAN HEALTH RELATED QUALITY OF LIFE (HRQoL) PENDERITA OSTEOARTRITIS BERDASARKAN PENYAKIT PENYERTA Asrul Ismail
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v6i2.6755

Abstract

Osteoratritis telah menjadi penyakit yang mempengaruhi sendi dan ruang gerak. Perubahan struktur rawan sendi dan jaringan di sekitarnya akibat menipisnya kartilago secara progresif secara langsung berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Kualitas hidup didefenisikan sebagai konsep yang mencakup karakteristik fisik dan psikologis secara luas yang menggambarkan kemampuan individu berperan dalam lingkungannya dan memperoleh kepuasan dari yang dilakukannya. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita osteoarthritis, diantaranya adalah jumlah penyakit penyerta lain yang diderita bersama osteoarthritis. Jumlah penyakit penyerta dapat beragam, baik yang bersifat kronis maupun yang akut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kualitas hidup penderita  penderita osteoartritis berdasarkan penyakit penyerta di instalasi rawat jalan RSUP DR. Sardjito Yogyakarta periode Februari – Mei 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara cross sectional dengan sampel berjumlah 70 orang penderita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi kualitas hidup pada kelompok penyakit penyerta adalah 0,843 ( p > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata skor kualitas hidup yang bermakna antara kelompok penyakit penyerta.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN TENAGA KEFARMASIAN DI APOTEK WILAYAH SAMATA Asrul Ismail
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Volume 7 Nomor 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v7i1.9757

Abstract

Peran tenaga kefarmasian sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya adalah apotek. Samata merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa yang saat ini mulai berkembang dan memiliki beberapa apotek.  Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian suatu apotek dapat memengaruhi berbagai macam aspek, seperti ketahanan apotek dan citra tenaga kefarmasian. Tingkat kepuasan pasien dianalisis dari faktor kehandalan, ketanggapan, keyakinan, empati dan fasilitas berwujud. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan tenaga kefarmasian di apotek wilayah Samata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara cross sectional dengan sampel berjumlah 36 orang dari 8 apotek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sebanyak 94% responden menyatakan puas dan 6% menyatakan tidak puas. Hasil analisis statistik dengan chi-square menunjukkan tidak ada korelasi yang bermakna antara faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, penghasilan, pekerjaan, frekuensi kunjungan, dan tujuan pengobatan terhadap kepuasan pelayanan tenaga kesehatan.
KETERTARIKAN MASYARAKAT TERHADAP APOTEKER SEBAGAI INFORMER OBAT BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI 4.0 Asrul Ismail
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v8i1.18556

Abstract

Pelayanan kefarmasian telah menjadi bagian vital dalam sistem pelayanan kesehatan global, termasuk di Indonesia. Apoteker merupakan tenaga kesehatan yang berperan dalam pelayanan kefarmasian. Salah satu peran apoteker yaitu sebagai informer obat dalam kegiatan pelayanan informasi obat dan konseling. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menjadi tantangan dan peluang tersendiri bagi profesi apoteker dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketertarikan masyarakat terhadap peran apoteker dalam menggunakan teknologi informasi sebagai informer obat. Penelitian berbentuk deskriptif secara cross sectional yang dilakukan dengan survey kepada 210 masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 98.6% responden yang menggunakan smartphone dalam mengakses survey ini, sedangkan 1.4% menggunakan laptop. Sebanyak 94.8% responden telah mengetahui eksistensi dan tugas profesi apoteker. Masyarakat mencari tau obatnya secara mandiri sebesar 76.2% dan mencari apoteker ketika membeli obat 52.4%. Keinginan berkonsultasi obat secara daring sebanyak 92.3%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memiliki ketertarikan terhadap pelayanan informasi obat menggunakan teknologi informasi melalui internet.