Sitti Hartina
Jurusan Farmasi FKIK, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN LABU PUTIH (Lagenaria siceraria) TERHADAP BEBERAPA BAKTERI PATOGEN Asrul Ismail; Gemy Nastity Handayany; Sitti Hartina
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i2.3290

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antibakteri ekstrak Daun Labu putih (Lagenaria siceraria) Terhadap Beberapa Bakteri Patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun labu putih terhadap 8 bakteri patogen (Escherchia coli, Vibrio sp, Streptococcus mutans, Stapylacoccus aureus, Salmonella thypi, Pseudomonas aeroginosa, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus epidermidis.) Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi daun labu putih dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya dilakukan uji skrining menggunakan mikroba  uji terhadap ekstrak etanol dari daun labu putih dengan menggunakan konsentrasi 0,5% dan 1 % (b/v) dengan kontrol negatif piper disk. Hasil yang diperoleh adalah pada konsentrasi 0,5% dapat menghambat 4 bakteri patogen diantaranya Escherchia coli, Streptococcus mutans, Stapylacoccus aureus, dan Staphylacoccus epidermidis. Setelah dilakukan uji pendahuluan kemudian dilakukan uji konsentrasi hambat minimum (KHM) dan uji konsentrasi bunuh minimum (KBM), dimana hasil yang diperoleh adalah pada konsentrasi 0,5 % ekstrak daun labu putih mampu menghambat 4 bakteri patogen yang diperoleh pada uji skirining dan konsentrasi 2 % ekstrak daun labu putih mampu membunuh 4 bakteri patogen. Pengujian lanjutan yaitu uji daya hambat dengan metode difusi agar terhadap beberapa bakteri patogen yang menghambat pada hasil skrining (Escherchia coli, Streptococcus mutans, Stapylacoccus aureus, dan Staphylacoccus epidermidis) dengan konsentrasi 0,5%, 1% dan 2 % . Dimana, kloramfenikol sebagai kontrol positif. Hasil yang diperoleh diameter zona hambatan terbesar terhadap bakteri Escherchia coli, Streptococcus mutans, Stapylacoccus aureus, dan Staphylacoccus epidermidis berturut-turut adalah 2,2 cm; 4,1 cm; 2,43 cm dan 3,73 cm.