Muhamad Ariza Eka Yusendra
Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN DESA WISATA EDUKASI INTERNET MARKETING DENGAN COMMUNITY BASED TOURISM DI KECAMATAN WAY RATAI, PESAWARAN, LAMPUNG [DEVELOPMENT OF EDUCATION TOURISM VILLAGE ON INTERNET MARKETING WITH COMMUNITY BASED TOURISM IN WAY RATAI, PESAWARAN, LAMPUNG] Muhamad Ariza Eka Yusendra; Sutedi Sutedi; Susanti Susanti; Firmansyah Yunialfi Alfian
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 6, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i1.4959

Abstract

This Community Service Activity aims to develop a sustainable tourism competitiveness using the Community Based Tourism (CBT) model as a tourism strategic initiative that is able to accommodate economic, social, cultural and environmental benefits in a tourist destination. The CBT model offered is to converge Adventure Travel, Cultural Tourism, Ecotourism and Collaborative Information Technology into one unified tourism service, namely the Internet Marketing Educational Tourism Village. In addition, SD-Logic principles are also put forward where during the development of tourist villages, the service team always collaborates with many parties, including looking for a team of mobilizers or local heroes who have the power to mobilize and inspire the community. This community service activity is divided into three stages: (1) Mapping of Village Potential Landscapes, (2) Development of Tourism and Entrepreneurship Orientation, and (3) Development of Mindset, Skills and Mastery of Digital Economy Tools, which are divided into 6 main activities, and all of which can be implemented and get good results in terms of increasing knowledge and expertise. The results of this community service activity is the concept of an internet marketing educational tourism village with community based-tourism can be accepted and started to be implemented in the locus village. In the future, the PkM IIB Darmajaya team together with relevant stakeholders will collaboratively and participatively form a locus village tourism master plan so that it can be used as a guide for the direction of tourism village development.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk bertujuan untuk mengembangkan suatu daya saing kepariwisataan yang berkelanjutan dengan menggunakan model Community based Tourism (CBT) sebagai salah satu inisiatif strategi wisata yang mampu mengakomodir keuntungan ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan disuatu destinasi wisata. Model CBT yang ditawarkan adalah dengan mengkonvergensikan Adventure Travel, Cultural Tourism, Ecotourism dan Collaborative Information Technology menjadi satu kesatuan layanan kepariwisataan yaitu Desa Wisata Edukasi Internet Marketing. Selain itu juga prinsip-prinsip SD- Logic juga dikedepankan dimana pada saat pengembangan desa wisata, tim pengabdi selalu melakukan kolaborasi dengan banyak pihak termasuk mencari tim penggerak atau local hero daerah yang memiliki kekuatan untuk memobilisasi dan menginspirasi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu (1) Pemetaan Bentang Potensi Desa, (2) Pengembangan Orientasi Kepariwisataan dan Kewirausahaan,  (3) Pengembangan Mindset, Skill dan Penguasaan Tools Digital Economy, yang dibagi menjadi 6 kegiatan utama, dan kesemuanya bisa terlaksana serta mendapatkan hasil yang baik dari sisi peningkatan pengetahuan dan keahlian. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah, Konsep desa wisata edukasi internet marketing dengan community based tourism dapat diterima dan mulai diimplementasikan di desa lokus walaupun masih perlu pendampingan lebih lanjut dan perlu melibatkan stakeholder pentahelix lainnya, Desa wisata juga perlu mengedepankan pengembangan paket wisata, dibandingkan penjualan tiket untuk masuk ke obyek wisata, karena lebih menguntungkan dan mampu mengendalikan eksternalitas dunia pariwisata dan untuk dapat efektif mengimplementasikan desa wisata edukasi internet marketing diperlukan tim penggerak awal yang akan menjadi local hero untuk dapat merubah mindset masyarakat desa. Kedepannya tim PkM IIB Darmajaya bersama dengan stakeholder terkait akan secara kolaboratif dan partisipatif membentuk masterplan kepariwisataan desa lokus sehingga dapat dijadikan pedoman arah pengembangan desa wisata.
PENGEMBANGAN DESA WISATA EDUKASI INTERNET MARKETING DENGAN COMMUNITY BASED TOURISM DI KECAMATAN WAY RATAI, PESAWARAN, LAMPUNG [DEVELOPMENT OF EDUCATION TOURISM VILLAGE ON INTERNET MARKETING WITH COMMUNITY BASED TOURISM IN WAY RATAI, PESAWARAN, LAMPUNG] Muhamad Ariza Eka Yusendra; Sutedi Sutedi; Susanti Susanti; Firmansyah Yunialfi Alfian
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 6 No. 1 (2021): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i1.4959

Abstract

This Community Service Activity aims to develop a sustainable tourism competitiveness using the Community Based Tourism (CBT) model as a tourism strategic initiative that is able to accommodate economic, social, cultural and environmental benefits in a tourist destination. The CBT model offered is to converge Adventure Travel, Cultural Tourism, Ecotourism and Collaborative Information Technology into one unified tourism service, namely the Internet Marketing Educational Tourism Village. In addition, SD-Logic principles are also put forward where during the development of tourist villages, the service team always collaborates with many parties, including looking for a team of mobilizers or local heroes who have the power to mobilize and inspire the community. This community service activity is divided into three stages: (1) Mapping of Village Potential Landscapes, (2) Development of Tourism and Entrepreneurship Orientation, and (3) Development of Mindset, Skills and Mastery of Digital Economy Tools, which are divided into 6 main activities, and all of which can be implemented and get good results in terms of increasing knowledge and expertise. The results of this community service activity is the concept of an internet marketing educational tourism village with community based-tourism can be accepted and started to be implemented in the locus village. In the future, the PkM IIB Darmajaya team together with relevant stakeholders will collaboratively and participatively form a locus village tourism master plan so that it can be used as a guide for the direction of tourism village development.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk bertujuan untuk mengembangkan suatu daya saing kepariwisataan yang berkelanjutan dengan menggunakan model Community based Tourism (CBT) sebagai salah satu inisiatif strategi wisata yang mampu mengakomodir keuntungan ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan disuatu destinasi wisata. Model CBT yang ditawarkan adalah dengan mengkonvergensikan Adventure Travel, Cultural Tourism, Ecotourism dan Collaborative Information Technology menjadi satu kesatuan layanan kepariwisataan yaitu Desa Wisata Edukasi Internet Marketing. Selain itu juga prinsip-prinsip SD- Logic juga dikedepankan dimana pada saat pengembangan desa wisata, tim pengabdi selalu melakukan kolaborasi dengan banyak pihak termasuk mencari tim penggerak atau local hero daerah yang memiliki kekuatan untuk memobilisasi dan menginspirasi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu (1) Pemetaan Bentang Potensi Desa, (2) Pengembangan Orientasi Kepariwisataan dan Kewirausahaan,  (3) Pengembangan Mindset, Skill dan Penguasaan Tools Digital Economy, yang dibagi menjadi 6 kegiatan utama, dan kesemuanya bisa terlaksana serta mendapatkan hasil yang baik dari sisi peningkatan pengetahuan dan keahlian. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah, Konsep desa wisata edukasi internet marketing dengan community based tourism dapat diterima dan mulai diimplementasikan di desa lokus walaupun masih perlu pendampingan lebih lanjut dan perlu melibatkan stakeholder pentahelix lainnya, Desa wisata juga perlu mengedepankan pengembangan paket wisata, dibandingkan penjualan tiket untuk masuk ke obyek wisata, karena lebih menguntungkan dan mampu mengendalikan eksternalitas dunia pariwisata dan untuk dapat efektif mengimplementasikan desa wisata edukasi internet marketing diperlukan tim penggerak awal yang akan menjadi local hero untuk dapat merubah mindset masyarakat desa. Kedepannya tim PkM IIB Darmajaya bersama dengan stakeholder terkait akan secara kolaboratif dan partisipatif membentuk masterplan kepariwisataan desa lokus sehingga dapat dijadikan pedoman arah pengembangan desa wisata.
PENGEMBANGAN POJOK DIGITAL SEBAGAI PROGRAM PROMOSI DIGITAL INTERAKTIF UNTUK MEMBANTU KEGIATAN PEMASARAN PRODI BISNIS DIGITAL IIB DARMAJAYA Muhamad Ariza Eka Yusendra; Niken Paramitasari; Ari Purnomo
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 2 (2025): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i2.10425

Abstract

Kegiatan Pengembangan Pojok Digital dilatarbelakangi oleh perubahan tren pemasaran pendidikan tinggi yang kini beralih ke ranah digital, di mana generasi Z lebih responsif terhadap komunikasi interaktif berbasis media sosial dibandingkan promosi konvensional. Konsep Program Pojok Digital dikembangkan sebagai sarana promosi digital interaktif melalui live streaming di platform TikTok, dengan konsep soft selling yang memadukan unsur edukasi, hiburan, dan komunikasi dua arah. Tujuan utamanya adalah memperkuat citra dan kesadaran merek (brand awareness) prodi, meningkatkan keterlibatan audiens, serta menarik minat calon mahasiswa baru. Program dilaksanakan secara kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan mitra eksternal, dengan pelatihan teknis, implementasi siaran rutin, dan evaluasi performa digital. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa media sosial, di antaranya pertumbuhan pengikut dari 3.200 menjadi 4.922 follower organik, total 37,1 ribu penayangan, dan lebih dari 470 ribu likes. Secara institusional, program ini berhasil meningkatkan citra kampus dan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pendaftar mahasiswa baru hingga 120%. Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa Pojok Digital dapat menjadi model promosi pendidikan berbasis interactive content marketing yang efektif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di berbagai institusi pendidikan tinggi lainnya.