Wahyu Buana Putra
Program Studi Arsitektur Fakultas Arsitektur Dan Desain Institut Teknologi Nasional Bandung

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur ARCADE

KOMPONEN PEMBENTUK RUANG KOTA ALUN-ALUN CIANJUR Wibowo, Heru; Marwoto, Marwoto; Putra, Wahyu Buana
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One of the cities having a historically significant public square is Cianjur Regency. Since the royal era, colonial era, and up to the present, the square has served as the distinguishing feature of the center of the royal authority. The layout of the square space fluctuates depending on the prevailing political ideologies. This study employs an exploratory methodology and approaches for gathering data from field observations. Cianjur Square contains seven of the eight elements that make up urban space, including: (a) changes in land use; (b) The building mass configuration is fixed and the shape of the space is no longer symmetrical like the original form; (c) Parking and circulation areas are well-organized; (d) Open space zones are effectively used; (e) Active and comfortable pedestrian paths; (f) The marker serving as the identity of the space is very thick with Islamic religious values; (g) Supporting activities that take place simultaneously and in various ways are no longer centered on the east side of the mosque, but are spread out to the north side of the open space.Abstrak: Kabupaten Cianjur merupakan salah satu kota dengan alun-alun sebagai ruang terbuka publik yang memiliki sejarah panjang. Alun-alun merupakan ciri khas sebuah wilayah pusat pemerintahan kerajaan yang memiliki makna khusus sejak zaman kerajaan, zaman kolonial sampai dengan saat ini. Settingruang alun-alun berubah dari masa ke masa, sesuai dengan kebijakan penguasa pada masanya. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan teknik pengambilan data observasi lapangan. Terdapat tujuh dari delapan komponen pembentuk ruang kota yang ditemukan di Alun-alun Cianjur, diantaranya: (a) tata guna lahan yang mengalami perubahan; (b) Betuk ruang yang tidak lagi simetris seperti bentuk aslinya, dari terpusat menjadi linier dan konfigurasi masa bangunan yang tetap; (c) Sirkulasi dan ruang parkir yang tertata dengan baik; (d) zona ruang terbuka termanfaatkan dengan efektif; (e) Jalur pedestrian yang aktif dan nyaman; (f) Penanda sebagai identitas ruang sangat kental dengan nilai religius islami; (g) Kegiatan pendukung yang belangsung secara simultan dan beragam, tidak lagi terpusat di sisi timur masjid, namun tersebar ke sisi utara ruang terbuka.
SPASIAL KONFIGURASI KAWASAN PERMUKIMAN PASCA GEMPA DI GASOL, CIANJUR Wibowo, Heru; Dewi, Nitih Indra Komala; Putra, Wahyu Buana
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Earthquakes have a significant impact on the spatial structure of urban networks, as observed in Kampung Nagrog, Desa Gasol, following the Sesar Cugenang earthquake. The impacts include fragmentation of the spatial network, reduced accessibility, and changes to the spatial configuration of residential areas. This study aims to analyze the spatial changes in the residential area before and after the earthquake using the Space Syntax method. This method was employed to identify changes in spatial parameters such as connectivity, integration, and Visibility, supporting more effective disaster risk mitigation strategies. The findings indicate a decline in connectivity, Point First Moment, and Point Second Moment, reflecting the fragmentation of the spatial network. However, the increase in Gate Counts suggests that certain routes have become primary pathways post-disaster. A spatial reconfiguration of the area is recommended to improve accessibility and Visibility, with priority given to evacuation routes in areas with high Gate Counts.Keyword: Space Syntax, mitigation, depthmapx, post-earthquake settlement.  Abstrak: Gempa bumi memberikan dampak signifikan terhadap struktur jaringan ruang, seperti yang terjadi di Kampung Nagrog, Desa Gasol, akibat gempa Sesar Cugenang. Dampaknya mencakup fragmentasi jaringan ruang, penurunan aksesibilitas, serta perubahan tata ruang permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan spasial kawasan permukiman sebelum dan sesudah gempa dengan menggunakan metode Space Syntax. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi perubahan parameter spasial, seperti konektivitas, integrasi, dan visibilitas, serta mendukung strategi mitigasi risiko bencana yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan penurunan parameter connectivity, Point First Moment, dan Point Second Moment, yang mencerminkan fragmentasi jaringan ruang. Namun, peningkatan Gate Counts mengindikasikan beberapa jalur menjadi rute utama pasca bencana. Penataan ulang kawasan direkomendasikan untuk meningkatkan aksesibilitas dan visibilitas, dengan memprioritaskan jalur evakuasi pada area dengan Gate Counts tinggi.Kata Kunci: Space Syntax, mitigasi, depthmapx, permukiman paska gempa.