Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang pendidikan karakter dalam tradisi Ngejot Jerimpen Galungan di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Tradisi ini juga sebagai pendidikan informal bagi pasangan yang baru menjalani hubungan berumah tangga, terutama membina karakter positif dalam memulai menjalani hubungan berkeluarga dan bermasyarakat di Desa Nyitdah. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yakni suatu metode yang digunkan untuk meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Hasil penelitian ilmiah ini menunjukan pentingnya pelaksanaan tradisi ngejot jerimpen galungan sebagai pendidikan karakter untuk pasangan yang baru menjalani ikatan berumah tangga. Tradisi Ngejot Jerimpen Galungan ini juga bertujuan untuk mendoakan pengantin baru agar menjalankan kehidupan baru tidak mengalami rintangan. Makna Ngejot Jerimpen Galungan disamping sebagai simbol berbagi kebahagiaan, Jerimpen diberikan kepada pasangan pengantin baru ini juga simbol ucapan selamat dan doa bagi pasangan pengantin baru dalam menempuh hidup baru. Dalam Tradisi Ngejot Jerimpen Galungan terdapat sebuah progresivitas pembelajaran yang berdampak pada pembentukan karakter. Jika dihubungkan dengan konteks pendidikan, maka karakter yang terbangun adalah karakter humanis, pluralis, dan pluralis. Sehingga terbangun sebuah model pendidikan damai berbasis kearifan lokal yang menjadikan setiap individu di dalamnya berwatak demokratis.