Kadek Yudista Witraguna
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERUBAHAN KONSEPTUAL MELALUI PENERAPAN LABORATORIUM VIRTUAL DAN KAJIAN WEDA PADA MAHASISWA Gusti Ayu Dewi Setiawati; Kadek Yudista Witraguna
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v12i2.5082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perubahan konseptual dalam pembelajaran melalui penerapan laboratorium virtual dan kajian Weda serta untuk mengetahui dampak penerapan terhadap perubahan konseptual. Penelitian ini dilakukan karena rendahnya hasil belajar IPA yang diakibatkan oleh kurangnya penguasaan konsep ilmiah mahasiswa. Variatifnya respon jawaban uraian menunjukkan mahasiswa cenderung mengalami miskonsepsi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah 45 orang mahasiswa semester IV pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui perubahan konseptual pada sebelum dan sesudah perlakuan berupa tes tertulis berbentuk pilihan ganda beralasan dan dipadukan dengan metode Certainty of Response Index (CRI). Data berupa jawaban dari tes tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif dengan Model Miles & Huberman. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi perubahan konseptual pada mahasiswa. Pola perubahan konseptual mahasiswa yaitu berubah positif, berubah negatif, bertahan positif dan bertahan negatif. Rata-rata tertinggi terdapat pada pola konsepsi IV yaitu sebesar 60,85%. Selain itu, miskonsepsi mengalami penurunan sebesar 43,75%. Penerapan laboratorium virtual dan kajian Weda merupakan suatu inovasi proses pembelajaran yang memberikan dampak positif bagi perubahan konseptual.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TRADISI NGEJOT JERIMPEN GALUNGAN DI DESA NYITDAH KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN I Ketut Manik Asta Jaya; Kadek Yudista Witraguna
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v6i2.2109

Abstract

Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang pendidikan karakter dalam tradisi Ngejot Jerimpen Galungan di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Tradisi ini juga sebagai pendidikan informal bagi pasangan yang baru menjalani hubungan berumah tangga, terutama membina karakter positif dalam memulai menjalani hubungan berkeluarga dan bermasyarakat di Desa Nyitdah. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yakni suatu metode yang digunkan untuk meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Hasil penelitian ilmiah ini menunjukan pentingnya pelaksanaan tradisi ngejot jerimpen galungan sebagai pendidikan karakter untuk pasangan yang baru menjalani ikatan berumah tangga. Tradisi Ngejot Jerimpen Galungan ini juga bertujuan untuk mendoakan pengantin baru agar menjalankan kehidupan baru tidak mengalami rintangan. Makna Ngejot Jerimpen Galungan disamping sebagai simbol berbagi kebahagiaan, Jerimpen diberikan kepada pasangan pengantin baru ini juga simbol ucapan selamat dan doa bagi pasangan pengantin baru dalam menempuh hidup baru. Dalam Tradisi Ngejot Jerimpen Galungan terdapat sebuah progresivitas pembelajaran yang berdampak pada pembentukan karakter. Jika dihubungkan dengan konteks pendidikan, maka karakter yang terbangun adalah karakter humanis, pluralis, dan pluralis. Sehingga terbangun sebuah model pendidikan damai berbasis kearifan lokal yang menjadikan setiap individu di dalamnya berwatak demokratis.