Muhammad Yunus
Universitas Majalengka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANG BANGUN PROTOTIPE TEMPAT SAMPAH PINTAR PEMILAH SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK MENGGUNAKAN ARDUINO Muhammad Yunus
PROCEEDING STIMA Seminar Teknologi Majalengka 3.0
Publisher : PROCEEDING STIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.617 KB)

Abstract

Produksi sampah yang semakin meningkat seiring bertambahnya penduduk dan konsumsi masyarakat. Pengelolaan sampah yang kurang baik berdampak pada permasalahan lingkungan. Untuk dapat mengatasi permasalahan lingkungan akibat sampah diantaranya dengan mengelola sampah dengan baik dan benar. Sampah organik dan anorganik, keduanya dapat dimanfaatkan atau di daur ulang dengan memisahkan sesuai tempatnya terlebih dahulu. Selain itu, meskipun sudah tersedianya tempat sampah sesuai dengan jenisnya, tetapi masih ada masyarakat yang membuang sampah tidak sesuai dengan jenisnya. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu adanya tempat sampah otomatis pemilah sampah organik dan anorganik. Prototipe tempat sampah pintar pemilah sampah organik dan anorganik menggunakan mikrokontroler yang terdiri dari sensor inductive dan capacitive proximity yang digunakan untuk mendeteksi jenis bahan sampah, servo untuk mengendalikan pintu tempat sampah, sensor ultrasonik untuk mendeteksi isi tempat sampah, buzzer dan LED untuk alarm pemberitahuan tempat sampah jika sudah penuh, dan semuanya terhubung ke mikrokontroler Arduino Uno R3.Prototipe tempat sampah pintar memiliki dua ruang untuk sampah organik dan anorganik serta memiliki satu pintu masuk untuk mendeteksi sampah. Jika sampah terdeteksi mengandung bahan logam, kaca, dan plastik, maka servo akan bergerak memutarkan pintu masuk ke tempat sampah anorganik. Sebaliknya jika tidak terdeteksi oleh sensor proximity, maka servo akan bergerak memutar ke tempat sampah organik.
PROTOTIPE CERDAS PEMECAHAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK Tri Ferga Prasetyo; Dony Susandi; Muhammad Yunus
INFOTECH journal Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/infotech.v8i2.3956

Abstract

Indonesia merupakan negara keempat di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat dengan jumlah penduduk terbanyak mencapai lebih dari 200 juta jiwa, Peningkatan jumlah penduduk dan laju perekonomian serta pembangunan selain memberikan dampak positif juga memberikan dampak yang positif. Dampak negatif salah satunya adalah permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan khususnya dalam pengelolaan sampah yang dapat dilihat dari meningkatnya volume sampah. Tingginya volume sampah di Indonesia terutama di kota-kota besar seperti kota atau kabupaten di Provinsi Jawa Barat dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang tinggi. Salah satunya di Kabupaten Majalengka, volume sampah semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Volume sampah dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi jumlah penduduk maka semakin tinggi pula volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas penduduk. Minimnya fasilitas yang memudahkan masyarakat mengelola sampah juga menjadi masalah. Selain itu, penumpukan sampah di tempat sampah sering terjadi karena DLH Majalengka melakukan piket untuk mengumpulkan sampah hanya 1-2 kali dalam seminggu. Teknologi merupakan salah satu jawaban dari permasalahan yang ada, antara lain teknologi pengelolaan sampah menjadi energi, sampah menjadi daur ulang, sampah menjadi kompos, dan sampah menjadi pemilahan. Dengan adanya tempat pemilahan sampah yang secara otomatis dapat memilah sampah berdasarkan jenisnya, diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan oleh sampah. Dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya, tentunya akan memudahkan pengelolaan sampah untuk didaur ulang atau digunakan kembali.