Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implikasi Filsafat Kritisisme Immanuel Kant Bagi Pengembangan Studi Hukum Ekonomi Syariah Ginan Wibawa; Rizal Muttaqin
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 1 No. 1 (2022): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.619 KB) | DOI: 10.55904/cessie.v1i1.185

Abstract

Hukum ekonomi syariah (fiqh muāmalah) menjadi instrumen utama dalam pengembangan lembaga keuangan syariah kontemporer. Tetapi dalam penerapannya, masih ditemukan berbagai macam permasalahan yang mengindikasikan dominannya paradigma normatif-ideologis daripada obyektif- empiris. Tulisan ini bertujuan untuk mengurai permasalah tersebut dengan melihat implikasi filsafat Immanuel Kant dalam pengembangan studi hukum ekonomi syariah. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode studi dokumentasi dan kepustakaan yang berkaitan erat dengan objek kajian dan referensi lain yang berupa hasil penelitian sebelumnya dan teori-teori dari berbagai buku teks dan dianalisis dengan pendekatan filosofis dan historis. Artikel ini menemukan bahwa filsafat kritisisme Kant diawali dengan menaruh keraguan atas filsafat rasionalisme yang menerima pengetahuan-pengetahuan apriori tanpa kritik. Namun tidak skeptis seperti Hume, Kant mencoba merumuskan sebuah epistemologis yang memungkin pengetahuan apriori ini bisa diterima. Hingga akhirnya Kant menemukan pengetahuan yang sintesis apriori yang menjembatani antara rasionalisme dan empirisme. Oleh karena itu, disinilah letak urgensi pengaruh epistemologi Kant terhadap pengembangan studi hukum ekonomi syariah yang mencoba merumuskan gagasan pentingnya memadukan antara ideologi dan teori, antara normatif-idealis dan historis- empiris. Sehingga, ajaran Islam yang dirumuskan dalam hukum ekonomi syariah dan diimplementasikan di lembaga keuangan syariah, dengan sifat komplementer dan suplementernya dapat menjadi instrumen untuk membangun sistem ekonomi dan keuangan yang berbasis nilai.
Analisis Akad Ju'alah dan Unsur Maysir Pada Sistem Hadiah Galatama Lele di Pemancingan Albino CS Sela Dita Maharani; Rizal Muttaqin; Ginan Wibawa
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 10 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i10.13482

Abstract

The prize system of the Galatama (competitive) catfish fishing event at Pemancingan Albino CS raises questions regarding its compliance with Sharia economic law, specifically concerning the  ju’alah  contract and the element of  maysir  (gambling/speculation). This study aims to analyze the application of the  ju’alah  contract and identify the presence of  maysir  elements within the  Galatama  catfish prize system. The research employs a socio-legal (empirical-juridical) approach using qualitative methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and subsequently analyzed descriptively. The results indicate that the implemented prize system possesses the characteristics of a  ju’alah  contract, as prizes are awarded based on predetermined achievements. However, the prize distribution mechanism must adhere to Sharia principles to avoid elements of  maysir . The study concludes that the  Galatama  catfish prize system is permissible under Sharia economic law, provided it fulfills the essential pillars and conditions of the  ju’alah  contract and does not involve gambling practices. These findings are expected to serve as a reference for implementing prize systems that align with Sharia principles.