Fredna Robot
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERBEDAAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN RUANGAN SP2KP DAN NON-SP2KP DI IRINA A DAN IRINA F RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Rantung, Steffy R.; Robot, Fredna; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2241

Abstract

Abtrack: Professional nursing care system is a management activities in each unit of nursing care in hospital wards. Documentation is complete data on condition adn response of nursing care for clients. The purpose of this study was to determine difference documentation of nursing care room SP2KP and Non-SP2KP inpatient A and inpatient F in RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This research is desctiptive analytic design with cross sectional study. The sampling technique used is random sampling with 106 sample. Data analysis using Independent T-test  with significance level α = 0,05. The result show that the documentation of nursing care room SP2KP and Non-SP2KP that the P value= 0,000 < α = 0,05 it means that H0 is rejected. The conclusion of this study that documentation of nursing care room SP2KP categorized in complete 58.4%, while documentation of nursing care room Non-SP2KP categorized complete 26.4%. Suggestions for hospital in order to further improve the documentation of nursing care and can apply this system there all inpatient room in RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Keyword: Documentation of nursing care, SP2KP Abstrak:SP2KP atau Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional adalah kegiatan pengelolaan asuhan keperawatan disetiap unit ruang rawat di rumah sakit. Dokumentasi merupakan data lengkap tentang kondisi dan respon klien selama diberikan asuhan keperawatan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pendokumentasian asuhan keperawatan ruangan SP2KP dan Non-SP2KP di Irina A dan Irina F RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Random sampling dengan besar sampel berjumlah 106 dokumen. Tekhnik analisa data menggunakan uji Independent T-test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa perbedaan pendokumentasian asuhan keperawatan ruangan SP2KP dan Non-SP2KP didapatkan P value = 0,000 < α = 0,05 yang berarti Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini ialah pendokumentasian asuhan keperawatan ruangan SP2KP di Irina A dikategorikan lengkap 58,4%, sedangkan ruangan Non-SP2KP di Irina F pendokumentasian asuhan keperawatan dikategorikan lengkap ada 24,6%. Saran untuk rumah sakit agar lebih meningkatkan lagi dalam hal pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan serta dapat menerapkan SP2KP ini di semua ruangan rawat inap yang ada di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Kata kunci: Pendokumentasian Asuhan Keperawatan, SP2KP
HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PERAWAT PELAKSANA DI IRINA A RSUP Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO Pangemanan, Elsa; Robot, Fredna; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5161

Abstract

Abstract: Background Installation Inpatient (IRINA) A RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado is the inpatient unit for surgical patients. Time management of nurses in performing their duties can affect work productivity. The purpose of this study was to determine the relationship between time management and the productivity of nurses. Research Methods of the study uses analytical survey research design with cross sectional approach. This study uses total sampling method with a sample of 45 nurses who were on IRINA A. Data was collected through observation for time management and the productivity of nurses. Furthermore, the data were analyzed using the chi-square test with a significance level (α) 0:05. The research results of chi-square test, with ρvalue = 0.004 ≤ α = 0.05 indicates that there is a significant relationship between time management and productivity of nurses work. For time management, with a good category = 31 (68.8%), and the less good = 14 (31.2%). As for the work productivity, with Productive category = 33 (73.3%), and the less productive = 12 (26.7%). The conclusion of this research is there is a relationship between time management and productivity of nurses work in IRINA A. Suggestions from the research nurses are expected to further improve the existing time management and the work productivity. And more disciplined again in a set time. Keywords: Time management, Work Productivity Abstrak: Latar Belakang Instalasi Rawat Inap (IRINA) A RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado merupakan ruang rawat inap yang merupakan ruang perawatan untuk pasien bedah. Manajemen waktu perawat dalam melakukan tugasnya dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan manajemen waktu dengan produktivitas kerja perawat pelaksana. Metode Penelitian menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian menggunakan metode total sampling dengan sampel 45 orang perawat di IRINA A. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi untuk manajemen waktu dan produktivitas kerja perawat pelaksana. Data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan (α) 0.05. Hasil Penelitian uji chi-square, dengan ρvalue = 0,004 ≤ α = 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara manajemen waktu dengan produktivitas kerja perawat pelaksana. Manajemen waktu dengan kategori baik = 31 (68.8%), dan kurang baik = 14 orang (31,2%). Sedangkan untuk produktivitas kerja dengan kategori produktif = 33 (73,3%), dan kurang produktif = 12 (26,7%). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara manajemen waktu dengan produktivitas kerja perawat pelaksana di IRINA A. Saran dari hasil penelitian diharapkan perawat dapat lebih meningkatkan manajemen waktu yang ada dan produktivitas kerja. Serta lebih disiplin lagi dalam mengatur waktu. Kata Kunci: Manajemen waktu, Produktivitas Kerja
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO Angkow, Julia; Robot, Fredna; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5277

Abstract

Abstract: Gastritis is an inflammatory process in the mucosa and sub mucosa of the stomach that may occur in acute or chronic. Approximately 1.8 to 2.1 millions of people worldwide suffer from gastritis each year. Among the highest in Canada 35% and the lowest 22% in the UK. Purpose, to determine the Factors associated with the incidence of gastritis in Puskesmas Bahu Manado. This study methods was a descriptive analytical using cross-sectional. The study was conducted starting in june-july 2014 with sample of 77. Results of statistical tests on the regularity of eating with the incidence of gastritis obtained value ρ = 0.004 <α = 0.05. Results of statistical tests on the incidence of smoking with gastritis ρ = 0.013 obtained value <α = 0.05. Results of statistical tests on the use of OAINS with incidence of gastritis obtained value ρ = 0.013 <α = 0.05. Results of statistical tests on the incidence of alcohol with incidence of gastritis obtained value ρ = 0.043 <α = 0.05. Results of statistical tests on coffee with incidence of gastritis obtained value ρ = 0.035 <α = 0.05. In conclusion, the factors that have a relationship with the incidence of gastritis are diet, smoking, alcohol and coffee while the factors that do not have a relationship with the incidence of gastritis is the use of OAINS. Keywords: Gastritis, diet, smoking, use of OAINS, alcohol, coffee, Abstrak: Gastritis adalah proses inflamasi pada mukosa dan submukosa lambung dapat terjadi secara akut atau kronis. sekitar 1,8-2,1 juta jumlah penduduk dunia menderita gastritis tiap tahun. Diantaranya yang tertinggi di Kanada 35% dan terendah di Inggris 22%. Tujuan Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis di wilayah kerja Puskesmas Bahu Kota Manado. Metode Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan cross sectional study. Penelitian dilakukan mulai bulan juni-juli 2014. Dengan jumlah sampel 77. Hasil uji statistic tentang keteraturan makan dengan kejadian gastritis diperoleh nilai ρ = 0,004 < α = 0,05. Hasil uji statistic tentang merokok dengan kejadian gastritis diperoleh nilai ρ = 0,013 < α = 0,05. Hasil uji statistic tentang penggunaan OAINS dengan kejadian gastritis memperoleh nilai ρ = 0,013 < α = 0,05. Hasil uji statistic tentang alkohol dengan kejadian gastritis memperoleh nilai ρ = 0,043 < α = 0,05. Hasil uji statistic tentang kopi dengan kejadian gastritis diperoleh nilai ρ = 0,035 < α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian faktorfaktor yang memiliki hubungan dengan kejadian gastritis adalah pola makan, merokok, alkohol dan kopi sedangkan faktor yang tidak memiliki hubungan dengan kejadian gastritis adalah penggunaan OAINS. Kata kunci: Gastritis, Pola Makan, Merokok, Penggunaan OAINS, Alkohol, Kopi
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI INSTALASI RAWAT INAP C RSUP Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO Pakudek, Kriska H; Robot, Fredna; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5165

Abstract

Abstract: Nursing documentation is evidence of recording and reporting of nurses possessed useful for the benefit of clients, nurses and health care team in providing health services with accurate and complete data written as a nurse's responsibility. One factor that affects nurse documentation is intrinsic motivation. Purpose: Knowing the relationship of Motivation Nurse with Nursing Care Documentation Implementation in C Installation Inpatient RSUPProf. Dr. R. D. Kandou Manado. Research Methods: This research using survey method with cross sectional approach. The sampling technique using Probability Sampling with large sample 51 samples. For data analysis using Chi-square test with significance level α ≤ 0,05. Research Result: from 51 respondens who have good intrinsic motivation and complete carry out the documentation as many as 43 people, and who have less intrinsic motivation and not complete carry out the documentation as many as 3 people. p value result = 0.003 ≤ α (0,05), which means that H0 is rejected. Conclusion: There are significant relationship between motivation of nurses with nursing care documentation implementation in C installation inpatient RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Suggestion: for nurses who have good intrinsic motivation can maintain their motivation and for nurses who have less intrisic motivation, can further increase their motivation. Keywords: Motivation, Documentation Abstrak: Dokumentasi keperawatan adalah bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki perawat, berguna untuk kepentingan klien, perawat dan tim kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan data yang akurat, lengkap dan tertulis sebagai tanggung jawab perawat. Salah satu factor yang mempengaruhi pendokumentasian adalah motivasi intrinsik perawat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan Motivasi Perawat dengan Pelaksanaan Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Instalasi Rawat Inap C RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Probability Sampling dengan besar sampel 51. Teknik analisa data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05. Hasil penelitian: Dari 51 responden, yang memiliki motivasi intrinsik baik dan melakukan dokumentasi dengan lengkap sebanyak 43 orang, dan yang memiliki motivasi kurang dan melakukan dokumentasi tidak lengkap sebanyak 3 orang. Hasil p value = 0,003 ≤ α (0,05) yang berarti H0 ditolak. Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi perawat dengan pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan di instalasi rawat inap C RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Saran: Diharapkan perawat yang memiliki motivasi intrinsik baik dapat mempertahankan motivasinya dan bagi perawat yang memiliki motivasi kurang, dapat lebih meningkatkan motivasi dalam dirinya. Kata Kunci : Motivasi, Dokumentasi
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD BITUNG Mamonto, Novita D.; Robot, Fredna; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2217

Abstract

Abstrack : Leadership style is the way in which a leader in directing and influencing others to have the motivation to achieve goals. Consists of three kinds, namely autocratic leadership style, democratic, and laissez-faire. Work stress is a human reaction to an external stimulus which is considered as a threat. The purpose of this study to determine the relationship of leadership style of head room with the stres level of nurses working in general hospital area Bitung. This research is a descriptive analytic design cross sectional study. The sampling technique used is totally till where the entire population were sampled as many as 53 people. Data analysis using chi-square test wit significance level α = 0,05. The result showed that leadership style room has a relationship with stress level of nurses in general hospital area Bitung with value p = 0,009 < α = 0,05, which means that Ho is rejected. The conclusion of this study that there is a relationship between leadership style room with a stress level of nurses in a general hospital area Bitung. The advice in this study is expected to be given training nurse-specific training to address specific problems in nursing stress especially in the working nurse. Key Words : Leadership Style, Work Stess Abstrak : Gaya kepemimpinan merupakan cara yang dilakukan seorang pemimpin dalam mengarahkan dan mempengaruhi orang lain untuk memiliki motivasi dalam mencapai tujuan. Terdiri dari 3 macam gaya kepemimpinan yaitu otokratik, demokratik, dan laissez-faire. Stres Kerja adalah reaksi manusia terhadap stimulus eksternal yang dianggap sebagai ancaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Bitung. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 53 orang. Teknik analisa data dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa gaya kepemimpinan kepala ruangan memiliki hubungan dengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Bitung dengan nilai p = 0,009 < α = 0,05 yang berarti Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Bitung. Adapun saran dalam penelitian ini adalah diharapkan perawat bisa diberikan pelatihan-pelatihan khusus untuk mengatasi masalah dalam keperawatan terlebih khusus stres perawat dalam bekerja. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Stres Kerja
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI INSTALASI RAWAT INAP C RSUP Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO Paat, Sydonia Tifany; Robot, Fredna; Lolong, Jill
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5173

Abstract

Abstract: Leadership style represent an materialization of behaviour from a leader which concerning the ability in leading. There are four leadership style which have been recognized is autocratic, democratic, partisipative and laizes-faire. Leadership style also very influential with performance nurse of executor to determine quality of health services. Nursing documentation is a note loading entire information required to determine to be diagnosed treatment, compiling treatment plan, executing and evaluating compiled treatment in order by systematically, valid and can be justified morally and law. This research aimed to know correlation between leadership style and nursing treatment documentation in care installation C RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Population is entire nurses in installation care C RSUP Prof. Dr R. D. Kandou Manado which is 94 nurse and sampel research counted 54 of executor nurse. Research design is used analyzed survey with approach of cross sectional study. Data have been collected by using program computer aid of SPSS 20 using spearman rho correlation at meaning level 95% (α 0,05). Result showed there was correlation leadership style with documentation of treatment upbringing by Partisipative style. And complete documentation 40 (74,1%) and incomplete 14 (25,9%). It concluded there are corellation of leadership style with documentation of treatment upbringing in installation care C of RSUP Prof. Dr R. D. Kandou Manado and at moderate level. Suggestion for head nurse to optimum the execution of leadership style for increase the documentation of treatment upbringing process and to giving prima service to client. Keywords : leadership style, documentation, treatment upbringing. Abstrak: Gaya kepemimpinan merupakan suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Empat gaya kepemimpinan yang telah dikenal yaitu otokratis, demokratis, partisipatif dan laizes-faire. Gaya kepemimpinan juga sangat berpengaruh pada kinerja perawat pelaksana yang akan menentukan mutu pelayanan kesehatan. Dokumentasi keperawatan adalah suatu catatan yang memuat seluruh informasi yang dibutuhkan untuk menentukan diagnosis keperawatan, menyusun rencana keperawatan, melaksanakan dan mengevaluasi tindakan keperawatan yang disusun secara sistematis, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di instalasi rawat inap C RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Populasi seluruh perawat pelaksana di instalasi rawat inap C RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado yakni 94 orang dan sampel penelitian sebanyak 54 perawat pelaksana. Desain penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Data yang dikumpulkan diolah dengan bantuan program versi 20 menggunakan uji spearman rho, tingkat kemaknaan 95% (α 0,05). Hasil penelitian menunjukan hubungan antara gaya kepemimpinan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan lebih banyak pada gaya kepemimpinan Partisipatif. Dan pendokumentasian lengkap 40 (74,1%) dan tidak lengkap 14 (25,9). Kesimpulan yakni terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di instalasi rawat inap C RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dan tingkat hubungan pada level sedang. Saran bagi kepala ruangan agar mengoptimalkan pelaksanaan gaya kepemimpinan dalam rangka peningkatan proses pendokumentasian asuhan keperawatan diruangan dan dalam memberikan pelayanan yang prima kepada klien. Kata kunci: gaya kepemimpinan, pendokumentasian, asuhan keperawatan.
HUBUNGAN DISIPLIN WAKTU DENGAN KINERJA PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TATABA KEC. BUKO KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN Kasim, Suryanti; Robot, Fredna; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2245

Abstract

Abstract: Community Health Center is a first-rate health care community built by the District Health Office. Technically can coordinate with the District Hospital. Disciplinary clinic time can affect the performance of health services and may also affect the progress of the clinic. The purpose of this study was to determine the relationship of time to the discipline of health service performance. This study using a sample of 32 accidental samplingdengan existing health workers in health centers. Data was collected through questionnaires to the performance of health care and observation sheet for future discipline. Furthermore, the data were analyzed with chi-square test with a significance level (α) 0:05. The results showed no relationship between the disciplines of time with the performance of health services with on-time category (good) = 10 (83.8%), timely (less good) = 2 (16.7%). While the discipline of time with kategoti slow (good) = 8 (40%), slow (less good) = 12 (60%). Conclusions of research findings that there is a significant correlation between the disciplines of time with the performance of health care services ρvalue = 0.017> 0.05, disciplined good time the better the performance of health services. Advice from expected results Tataba health workers in district health centers. Buko Banggai Islands, can provide good service, can improve the quality of work and use the time well.Keywords: Discipline Time, Performance Services. Abstrak: Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama yang dibina oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. Secara teknis dapat berkoordinasi dengan RSUD Kabupaten. Disiplin waktu puskesmas dapat mempengaruhi kinerja pelayanan kesehatan dan dapat juga mempengaruhi kemajuan dari puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan disiplin waktu dengan kinerja pelayanan kesehatan. Penelitian ini dengan menggunakan metode accidental sampling dengan sampel sebanyak 32 petugas kesehatan yang ada di puskesmas. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner untuk kinerja pelayanan kesehatan dan lembar observasi untuk disiplin waktu. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisa dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan (α) 0.05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara disiplin waktu dengan kinerja pelayanan kesehatan dengan kategori tepat waktu (baik) = 10 (83.8%), tepat waktu (kurang baik) = 2 (16.7%). Sedangkan disiplin waktu dengan kategoti lambat (baik) = 8 (40%), lambat (kurang baik) = 12 (60%). Kesimpulan hasil peneltian bahwa ada hubungan yang bermakna antara disiplin waktu dengan kinerja pelayanan pelayanan kesehatan ρvalue = 0.017 < 0.05, disiplin waktu yang baik semakin baik kinerja pelayanan kesehatan. Saran dari hasil penelitian diharapkan petugas kesehatan di Puskesmas Tataba Kec. Buko Kabupaten Banggai Kepulauan, dapat memberikan pelayanan yang baik, dapat meningkatkan kualitas kerja serta memanfaatkan waktu dengan baik. Kata Kunci : Disiplin Waktu, Kinerja Pelayanan