Rivelino Hamel
Universitas Sam Ratulangi

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEKUBITUS DI IRINA F NEUROLOGI BLU RSUP Prof dr DR R. D. KANDOU MANADO Taghulihi, Meibie M; Pandelaki, Karel; Hamel, Rivelino
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1779

Abstract

Abstrak: Pemberian asuhan keperawatan merupakan aspek utama dalam mempertahankan integritas kulit. hal ini dapat tercapai dengan memberikan perawatan kulit yang terencana dan konsisten. dekubitus adalah luka tekan yang terlokalisir karena adanya kompresi jaringan bila hal ini berlangsung lama dapat meningkatkan hari rawat, dan biaya perawatan serta memperlambat program rehabilitasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dekubitus. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional, pemilihan sampel dengan purposive sampling. Sampel 30 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. selanjutnya data diolah dengan menggunakan computer Spss versi 20, untuk dianalisa dengan uji Fisher exact test dengan tingkat kemaknaan (α) ≤0.05. Hasil penelitian menunjukan telah teridentifikasi pasien dengan dekubitus 18 orang, hasil uji menunjukan nilai p=0,020, dan pasien dengan kulit yang lembab beresiko 7kali lebih tinggi mengalami dekubitus, ada hubungan bermakna antara usia dengan dekubitus dengan nilai p=0.042 dan OR= 5,2 yang berarti bahwa pasien dengan usia ≥60 tahun beresiko 5,2kali lebih tinggi mengalami dekubitus. dan ada hubungan yang bermakna antara immobilisasi , nilai albumin dengan kejadian dekubitus dengan nilai p=0.000 dan pasien dengan immobilisasi ≥6 jam beresiko 88kali lebih tinggi mengalami dekubitus, dan pasien dengan nilai Albumin<3mg/dl beresiko 40 kali lebih tinggi mengalami dekubitus.Kesimpulan kelembaban, usia, immobilisasi, nutrisi(nilai albumin) merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dekubitus. Kata Kunci: Dekubitus, immobilisasi, kelembaban, nutrisi (nilai albumin).
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEMAMPUAN TOILET TRANING PADA ANAK USIA TODDLER DI RUANG RAWAT INAP E BLU RSUP Prof. Dr. R.D. KANDOU MANADO Mokorimban, Hanny Ronald; Ismanto, Amatus Yudi; Hamel, Rivelino
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1770

Abstract

Abstract: Toilet training is an attempt to train children in urination and defecation. Ability to toilet training toddler age children need treatment as possible. Impacts affecting toilet training in children as the importance of the child,s nadines before initiating toilet training. The purpose of this study was to determine the relationship between mothers knowledge with the ability to toilet training toddler age children (1-3 years). This research was conducted by cross sectional method, the selection of samples with purposive sampling. Sample of 40 mothers withchildren aged 1-3 years. The research was carried out in December 2012 to Januari 2013. Data collection was done by filling koesioner made by researcher and completed by respondents. The results showed that there is a relationship between mothers knowledge with the ability to toilet training toddler age children. Conclusion there is a relationship with the mothers knowledge with the ability toilet training the toddler-age children in the inpatient department of E BLU Prof. dr. R.D. Kandou Manado. Advice for parents who have toddler 1-3 yearsin order to better prepare the children in the implementation of toilet training. Where is the knowledge, support and patience and agood example to help children in making toilet training independently. Keywords: Toilet Training, and mothers knowledge. Abstrak: Toilet Training adalah usaha untuk melatih anak dalam buang air kecil dan air besar. Kemampuan dalam pelaksanaan toilet training pada anak usia toddler perlu penanganan sedini mungkin. Dampak yang mempengaruhi toilet training pada anak adalah pengetahuan ibu dan pentingnya kesiapan anak sebelum memulai toilet training.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kemampuan toilet training pada anak usia toddler (1-3 tahun). Penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional , pemilihan sampel dengan purposive sampling. Sampel 40 Ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan desember 2012 sampai januari 2013.Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian koesioner yang dibuat oleh peneliti dan diisi oleh responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kemampuan toilet training pada anak usia toddler. Kesimpulan Ada hubungan pengetahuan ibu dengan kemampuann toilet training pada anak usia toddler di ruang rawat inap E BLU RSUP Prof. dr. R.D. Kandou Manado. Saran bagi para orang tua yang mempunyai anak usia 1-3 tahun agar sedini mungkin mempersiapkan anak dalam pelaksanaan toilet training. Dimana pengetahuan, dukungan dan kesabaran serta contoh yang baik dapat membantu anak dalam melakukan toilet training secara mandiri. Kata Kunci: Toilet Training, dan pengetahuan ibu.
PERBEDAAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN RUANGAN SP2KP DAN NON-SP2KP DI IRINA A DAN IRINA F RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Rantung, Steffy R.; Robot, Fredna; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2241

Abstract

Abtrack: Professional nursing care system is a management activities in each unit of nursing care in hospital wards. Documentation is complete data on condition adn response of nursing care for clients. The purpose of this study was to determine difference documentation of nursing care room SP2KP and Non-SP2KP inpatient A and inpatient F in RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This research is desctiptive analytic design with cross sectional study. The sampling technique used is random sampling with 106 sample. Data analysis using Independent T-test  with significance level α = 0,05. The result show that the documentation of nursing care room SP2KP and Non-SP2KP that the P value= 0,000 < α = 0,05 it means that H0 is rejected. The conclusion of this study that documentation of nursing care room SP2KP categorized in complete 58.4%, while documentation of nursing care room Non-SP2KP categorized complete 26.4%. Suggestions for hospital in order to further improve the documentation of nursing care and can apply this system there all inpatient room in RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Keyword: Documentation of nursing care, SP2KP Abstrak:SP2KP atau Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional adalah kegiatan pengelolaan asuhan keperawatan disetiap unit ruang rawat di rumah sakit. Dokumentasi merupakan data lengkap tentang kondisi dan respon klien selama diberikan asuhan keperawatan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pendokumentasian asuhan keperawatan ruangan SP2KP dan Non-SP2KP di Irina A dan Irina F RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Random sampling dengan besar sampel berjumlah 106 dokumen. Tekhnik analisa data menggunakan uji Independent T-test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa perbedaan pendokumentasian asuhan keperawatan ruangan SP2KP dan Non-SP2KP didapatkan P value = 0,000 < α = 0,05 yang berarti Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini ialah pendokumentasian asuhan keperawatan ruangan SP2KP di Irina A dikategorikan lengkap 58,4%, sedangkan ruangan Non-SP2KP di Irina F pendokumentasian asuhan keperawatan dikategorikan lengkap ada 24,6%. Saran untuk rumah sakit agar lebih meningkatkan lagi dalam hal pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan serta dapat menerapkan SP2KP ini di semua ruangan rawat inap yang ada di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Kata kunci: Pendokumentasian Asuhan Keperawatan, SP2KP
HUBUNGAN MOTIVASI MAHASISWA PROGRAM SARJANA KEPERAWATAN DENGAN MINAT MELANJUTKAN STUDI PROFESI NERS DI PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Silaban, Reni Yatnasari; Bidjuni, Hendro; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.11910

Abstract

Abstrack:Continuing education to a higher level would be the decision of eachstudent personally. Taking a decision must be made before making an action. The action is closely related to individual interests. Interest is a source of motivation for someone to do something. Motivation is one of the factors to enthuse someone for a purpose. Interests that absolutely must have a strong motivation and fundamental decisions that have been believed for the sake of the individual. Research Purpose: to identify the relationship of student motivation by interest in continuing to study professional nurses. Methods: the design of this research is analytic survey with cross sectional approach. The population in this study were 32 students in Nursing Science Program, University of Sam Ratulangi. The sampling technique using Simple Random Sampling. The study involved 32 students as respondents. The instrument used in this study were questionnaires motivation and interest questionnaires continue studies. Result: Analysis using Fisher's Exact Test and showed the p value 0.000 (P <0.05). Conclusion: there is a relationship between student motivation by interest in the profession nurses to continue their studies in Nursing Science Program UNSRAT Manado.Recommendation: an introduction of the study of professional nurses should be done since the beginning students attend undergraduate and entering nursing courses. Keyword : motivations, interests continue studies, professional nurses. Abstrak : Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tentunya menjadi keputusan masing – masing pribadi mahasiswa. Mengambil keputusan harus dilakukan sebelum melakukan suatu sikap. Sikap berkaitan erat dengan minat individu. Minat merupakan sumber motivasi bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi menjadi salah satu faktor untuk menumbuhkan minat seseorang untuk suatu tujuan. Minat yang mutlak harus memiliki motivasi yang kuat dan mendasar demi keputusan yang sudah diyakini individu. Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan motivasi mahasiswa dengan minat untuk melanjutkan studi profesi ners. Metode: desain penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 32 mahasiswa di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sam Ratulangi Manado. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Penelitian ini melibatkan 32 mahasiswa sebagai responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner motivasi dan kuesioner minat melanjutkan studi. Hasil: analisis menggunakan Fishers ExactTest dan menunjukkan nilai p 0.000 (p<0.05). Simpulan: terdapat hubungan antara motivasi mahasiswa dengan minat melanjutkan studi profesi ners di Program Studi Ilmu Keperawatan UNSRAT Manado. Saran:pengenalan mengenai studi profesi ners sebaiknya di lakukan sejak awal mahasiswa mengikuti program sarjana dan memasuki program studi ilmu keperawatan. Kata Kunci : motivasi, minat melanjutkan studi, profesi ners.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN MEKANISME KOPING PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TOBELO KABUPATEN HALMAHERA UTARA Taluta, Yanes; Mulyadi, Ns; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i1.4059

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus is a chronic disease that has a negative impact on psychological well-being of patients, the psychological effects such as anxiety. Anxiety is a reaction to the disease as perceived as a threat, discomfort. Coping mechanism is a method to adapt to the changes that occur. The purpose of the study was to determine the level of anxiety is there a relationship with coping mechanisms in patients with type II diabetes mellitus in internal medicine clinic Tobelo hospital. The design of this study using cross-sectional approach. Sample of 32 people, with purposive sampling method. Data were collected by interview using a questionnaire. The results of the study found a 12,5% rate of mild anxiety, medium anxiety  43,8%,  severe anxiety 43,8% and adaptive coping mechanism 62,5%, maladaptive coping 37,5% . The results of hypothesis testing with Chi Square test shows that the value of p = 0,002, p is less than α (0,05) . Conclusion that there is a relationship  anxiety levels with coping mechanisms in patients with type II diabetes mellitus . Keywords : anxiety , coping mechanism Abstrak. Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang mempunyai dampak negatif terhadap fisik maupun psikologis penderita, dampak psikologis seperti kecemasan. Kecemasan merupakan reaksi terhadap penyakit karena dirasakan sebagai ancaman, ketidaknyamanan. Mekanisme koping merupakan cara yang dilakukan untuk beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah hubungan tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada penderita DM tipe II di poliklinik penyakit dalam RSUD Tobelo. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 32 orang, dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian terdapat tingkat kecemasan ringan 12,5 %, kecemasan sedang 43,8%, kecemasan berat 43,8% dan mekanisme koping adaptif 62,5%, mekanisme koping maladaptif 37,5%. Hasil uji hipotesis dengan uji Chi Square menunjukkan bahwa nilai p = 0,002, p lebih kecil dari α (0,05). Kesimpulan, ada  hubungan  tingkat  kecemasan  dengan  mekanisme  koping  pada  penderita DM tipe II. Kata Kunci :  kecemasan, mekanisme koping
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT NON TRAUMA RSUP PROF DR. R. D. KANDOU MANADO Tareluan, Devina Gian; Bawotong, Jeavery; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12912

Abstract

Abstract : Sleeping is the basic need for humanbeing without the enough amount of both rest and sleeping, the ability in contrentration, making decision, and participating in daily activites will decrease. The aim of this research: is to find out the relation of work responsibility with the discruption of sleeping habit to the nurses in Non Trauma Emergency Care Unit of Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Manado. The Method of the research: was in characteristic of analytical observational with cross sectional approach. The sample that taken was total sampling with 32 respondents. The instrument that used in this research was questioner. The result of this research was using chi square statistically test analysis with its meaning level was α = 0.05 or 95%. The result of statistic test be found the value p = 0.006 < α = 0.05. Conclusion: there is relationship between nurses work responsibility with the discruption of the sleeping habit to the nurse in Non Trauma Emergency Care Unit of Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Manado. Suggestions : The nurses suggested to arrange their time very well such as how to use their time after work, and get rest before continue their next activities and also keep their own stamina before doing their official duty so that they will be able to do their job effectively. Keywords : Workload, Sleep Patterns, Nurses Abstrak : Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia, tanpa jumlah istirahat dan tidur yang cukup, kemampuan untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, dan berpatisipasi dalam aktivitas harian akan menurun. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan gangguan pola tidur pada perawat di Instalasi Gawat Darurat Nontrauma RSUP Prof DR. R.D. Kandou Manado. Metode : Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendepakatan cross sectional. Sampel yang diambil adalah total sampling yaitu sebanyak 32 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil Penelitian menggunakan analisis uji statistik Chi Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 atau 95% Hasil Uji statistik didapatkan nilai p = 0,006 < α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan beban kerja perawat dengan gangguan pola tidur pada perawat di Instalasi Gawat Darurat Nontrauma RSUP Prof DR. R. D. Kandou Manado. Saran Perawat disarankan agar dapat mengatur waktu dengan baik dimana menggunakan waktu setelah kerja dengan beristirahat sebelum melanjutkan aktivitas selanjutnya dan menjaga stamina sebelum melaksanakan dinas agar dapat bekerja secara efektif. Kata Kunci : Beban Kerja, Pola Tidur, Perawat
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI (BODY IMAGE) DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA WANITA MENOPAUSE DI DESA MOTOLING II Kundre, Rina; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.25203

Abstract

Abstract : Menopause is the last period or during the last menstrual period, one of the psychological aspects of a change in self-concept in the menopausal period is that menopausal women become worried about their bodies and form self-concept about how their bodies are.One of the psychological aspects of changing self-concept during menopause is that menopausal women become anxious about their bodies and form self-concepts about how their bodies are, maybe they look in the mirror every day and sometimes every hour.Research purposes This is to find out the relationship between self-concept and the level of anxiety during menopause in Motoling II Village. Research design the one used is descriptive correlation sampling technique that is by simple random method using two subjects of inclusion and exclusion with a lot of samples of 30 people. Research result using the chi-square test obtained between the self-concept and the level of anxiety in menopause p value = 0.001 <α = 0.005. Conclusion the results of this study indicate that there is a relationship between self-concept and anxiety level during menopause in Motoling II Village. Suggestion expected for Health workers in the Village Motoling II to pay more attention to women in Motoling II Village, especially women who are approaching menopause so there will be no lack of knowledge about what is meant by menopause. Keyword :The concept of self, levels of anxiety, MenopauseAbstrak : Menopause adalah haid terakhir atau saat terjadi haid terakhir, salah satu aspek psikologis dari perubahan konsep diri dimasa menopause sudah pasti wanita menopause menjadicemas mengenai tubuh mereka dan membentuk konnsep diri mengenai bagaimana keadaan tubuh mereka. Salah satu aspek psikologis dari perubahan konsep diri dimasa menopause sudah pasti wanita menopause menjadi cemas mengenai tubuh mereka dan membentuk konsep diri mengenai bagaimana keadaan tubuh mereka, mungkin mereka melihat kedalam cermin setiap hari dan kadang setiap jam. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan tingkat kecemasan pada masa menopause di Desa Motoling II. Desain Penelitian yang digunakan yaitu bersifat deskriptif kolerasi teknik pengambilan sampel yakni dengan cara simple random dengan menggunakan dua subjek inklusi dan ekslusi dengan banyak sampel 30 orang Hasil Penelitian mengguanakan uji chi-square didapat antara Konsep diri dengan tingkat Kecemasan pada masa menopause nilai p =0,001<α =0,005. Simpulan hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara konsep diri dengan tingkat kecemasn pada masa menopause di Desa Motoling II Saran diharapkan bagi tenagah Kesehatan yang ada diDesa Motoling II agar lebih berperan aktif dalam meningkatkan pengetahuan wanita menopause supaya mengetahui dan menyadari perubahan yang terjadi.Kata Kunci : Konsep diri, Tingkat kecemasan, Menopause
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT IBU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IMPLANT DI PUSKESMAS OME KOTA TIDORE KEPULAUAN Susanti, Susanti; Wowor, Mona; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2246

Abstract

Abstract: Method of contraception is easy clue to the effects that impact on the body will not be know for not using it. Factors that relafe to the mother’s interest against the use of contraception implants including: knowledge, education, the economy. The research was conducted on Juni in Ome health centers Tidore city. The purpose of this Study was to find out what factors relate to the mother’s interest against the use of implanted contraceptives in puskesmas Ome Tidore city. The design utilizes crosst sectional , with Sampling pruposing selection. The sample consists of 88 respondents data collection will done questionnaires who made the researchers and in the contents by respondents . next the data is processed in a frequency distribution table. The research results obtained by the factors that relate to the mother’s interest in the use of implanted contraceptive in puskesmas Ome tidore city. Which is reviewed from a good  : knowledge factors as much as respondents (77,3%) and lack of  knowledge as much as 68 respondents (22,3 %) higher education factors > high school 47 respondents (53,4%) and more than high school 41 respondents (46,6%). Good economi factors as much as 48 respondents (54,5%) and weak 40 respondents (45,5%). Conclusions in this study there was a meaningful relationship between knowledge, education, and the economy. Keywords: Knowledge, educations, economy Abstrak: Metode alat kontrasepsi merupakan hal yang mudah karena efek  yang berdampak terhadap tubuh tidak akan diketahui selama belum menggunakannya. Faktor-faktor yang berhubungan dengan minat ibu terhadap penggunaan alat kontrasepsi implant meliputi: pengetahuan, pendidikan,  ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni di puskesmas Ome Kota Tidore Kepulauan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa yang berhubungan minat ibu terhadap penggunaan alat kontrasepsi implant di puskesmas Ome Kota Tidore Kepulauan. Desain penelitian ini menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan pemelihan purposive sampling. Sampel berjumlah 88 responden. Pengumpulan data dilakukan kuisioner yang dibuat peneliti dan diisi oleh responden. Selanjutnya data diolah dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian di peroleh faktor-faktor yang berhubungan minat ibu terhadap penggunaan alat kontrasepsi implant di puskesmas Ome Kota Tidore Kepulaun. Yaitu ditinjau dari faktor pengetahuan yang  baik sebanyak 20 responden (77,3%) dan pengetahuan kurang sebanyak 68 responden (22,3%), faktor pendidikan tinggi > SMA 47 responden (53,4%) dan  > SMA 41 responden (46,6%), faktor ekonomi baik sebanyak 48 responden (54,5%) dan lemah 40 responden (45,5%). Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan bermakna antara pengetahuan, pendidikan,  dan ekonomi. Kata kunci : Pengetahuan, pendidikan, ekonomi
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PELAKSANAAAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY) DI RUANG RAWAT INAP RSUD LIUN KENDAGE TAHUNA Bawelle, Selleya C.; Sinolungan, J. S. V.; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2237

Abstract

Abstract: Knowledge and attitude are result from know based on sensory perception to certain object an social interaction until person action formed. Patient safety is free from accidental injury or try so avoid injury at patient on medical treatment consequences and therapy error. Objective. This study aims to find out relationship between knowledge and nurses attitude with patient safety at Room Care of Liun Kendage Tahuna Hospital. Methods. This research method was cross sectional study with purposive sampling, and amount of respondent are 65. Obtained data was processing SPSS and analyzing by using chi-square (x2) test for probability of 95% (α 0.05). Statistic analyses showed that there are relationship between knowledge and nurses attitude with patient safety at Room Care of Liun Kendage Hospital in Tahuna, p=0.014 (α<0.05). There are relationship between nurses attitude with patient safety at Room Care of Liun Kendage Hospital in Tahuna, p=0.000 (α<0.05). Device for hospital is increasing quality of nursing care which is related to patient safety according to hospital national escort. Keywords: Knowledge, attitude, patient safetyAbstrak: Pengetahuan dan sikap merupakan hasil dari tahu melalui penginderaan terhadap suatu objek tertentu dan interaksi sosial sehingga terbentuknya tindakan seseorang. Patient safety adalah bebas dari cidera aksidental atau menghindarkan cidera pada pasien akibat perawatan medis dan kesalahan pengobatan. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (Patient Safety) di ruang rawat inap RSUD Liun Kendage Tahuna. Desain Penelitian adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Pemilihan sampel dengan purposive sampling sebanyak 65 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan program komputerisasi dengan menggunakan uji chi-square (x2), pada tingkat kemaknaaan 95% (α 0,05). Analisis statistik menunjukan hasil bahwa ada hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (patient safety) di Ruang Rawat Inap RSUD Liun Kendage Tahuna, p=0,014 (α<0,05). Ada hubungan sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (patient safety) di Ruang Rawat Inap RSUD Liun Kendage Tahuna, p=0,000 (α<0,05). Saran bagi rumah sakit dapat lebih meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang berkaitan dengan keselamatan pasien (patient safety) sesuai dengan panduan nasional keselamatan pasien rumah sakit. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Pelaksanaan Keselamatan Pasien (patient safety)
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN PENANGANAN PERTAMA PADA PASIEN KEGAWATAN MUSKULOSKELETAL DI RSUP Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO Mawu, Daniel Piter; Bidjuni, Hendro; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12917

Abstract

Abstract: characteristics are the trait of each individual first aid treatment is emergency aid or treatment given to someone injured accurately and quickly. Aim of the study: is to identify the relationship between nurse’s characteristic (age, gender, level of education, years of service) and first aid treatment of musculoskeletal emergency patient. Methods: design of this study using analytic survey with cross sectional approach. The population are all nurses who work at Trauma Emergency Department and Triage Resuscitation Room on Emergency Department in Prof. Dr. D. R. Kandou Manado Hospital and using total sampling technique that involved 47 nurses. The tools that used in this study are questionnaires. Result: analysis was using chi-square test with a significance level of 95% (ɑ = 0,05) shows that the p value is 0.094 for age, p=0.703 for gender, p=1.000 for lever of education, p=0.001 for years of service. Conclusion: there are no relationship between age, gender, level of education with first aid treatment of musculoskeletal emergency patient. There is a relationship between years of service and first aid treatment of musculoskeletal emergency patient at Emergency Department in Prof. Dr. D. R. Kandou Manado Hospital Recommendations: for nurses to pay more attention to the quality of emergency care in first aid treatment. Training program needs to be held to keep the professional service. Keywords: nurse’s characteristic, first aid treatment. Abstrak: Karakteristik adalah ciri-ciri dari setiap individu. Penanganan pertolongan pertama adalah pemberian pertolongan secara cepat dan tepat. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan karakteristik perawat (umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan masa kerja) dengan penanganan pertolongan pertama pada pasien kegawatan muskuloskeletal. Metode: menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat yang ada di instalasi gawat darurat RSUP. Prof. DR. R. D. Kandou Manando di ruangan Triase, Resusitasi dan IRDB. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 47 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: hasil analisis menggunakan chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0.05) didapatkan nilai p=0.094 untuk umur, p=0.703 untuk jenis kelamin, p=1.000 untuk tingkat pendidikan, dan p=0.001 untuk masa kerja. Simpulan: tidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dengan penanganan pertolongan pertama pada pasien kegawatan muskuloskeletal. Terdapat hubungan antara masa kerja dengan penanganan pertolongan pertama pada pasien kegawatan muskuloskeletal di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Saran: bagi perawat lebih pertahankan kualitas pelayanan kegawatdaruratan dalam penanganan pertolongan pertama. Perlu di adakan program pelatihan penanganan pertolongan pertama agar tetap terajaga pelayanan yang profesional. Kata Kunci : Karakteristik Perawat, Penanganan Pertolongan Pertama