Egeria Dorina Sitorus
Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HAND HYGIEN DI KEL. SUNTER AGUNG JAKARTA UTARA Egeria Dorina Sitorus; Aprisisto Latuihamallo
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 2 (2021): JAKHKJ Agustus 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mencuci tangan adalah tindakan menggosok tangan dengan sabun atau antiseptik secara bersama ke seluruh permukaan kulit tangan dengan kuat dan ringkas dan kemudian dibilas di bawah aliran air atau dengan menggunakan handrub berguna untuk membunuh mikroorganisme yang ada di tangan.Tangan yang bersih akan mencegah penularan penyakit seperti diare, kolera disentri, typus, cacingan, penyakit kulit, inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan flu burung . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Rt.013/Rw.007 Kelurahan SunterAgung tentang Hand Hygiene dalam kehidupan sehari-hari. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode analisa secara deskriptif yang bertujuan untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi didalam suatu populasi tertentu dan dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional dimana data yang menyangkut variabel, akan dikumpulkandalam waktu yang bersamaan. Pengumpulan data dilakukan secara langsung terhadap responden dengan lembar kuesioner. Hasil, disimpulkan bahwa gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang hand hygiene di rt.013/rw.007 Kelurahan Sunter Agung, rata-rata berada di kategori rendah(<60%).Kesimpulan: Bardasarkan hasil penelitian ini didapatkan data, gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang hand hygiene di rt.013/rw.007 Kelurahan Sunter Agung, rata-rata berada di kategori rendah. Hal ini disebabkan karena belum adanya penyuluhan tentang hand hygiene di tempat tersebut.Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Masyarakat, hand hygiene.
KARAKTERISTIK REMAJA PEROKOK AKTIF DAN PASIF DI RT 001 RW 007 KELURAHAN PAPANGGO JAKARTA UTARA Egeria Dorina Sitorus; Hirayati Elsa Stevani
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 3, No 2 (2017): JAKHKJ September 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2294.396 KB)

Abstract

Remaja merupakan peralihan dari masa anak-anak dengan masa dewasa dengan rentang usia 12-22 tahun, dimana pada masa tersebut terjadi proses pematangan baik itu pematangan fisik maupun psikologis.Kondisi psikologis remaja yaitu seorang remaja beranggapan merokok merupakan suatu ciri khas kedewasaan, kepercayaan diri, keberanian, kekuatan, daya tarik, gaul serta berpetualang oleh karena itu remaja sering bersifat labil sehingga membuat remaja ingin mencoba hal baru yang lebih menentang seperti merokok. Remaja perokok aktif merupakan orang yang melakukan langsung aktivitas merokok atau menghisap batang rokok yang telah dibakar. Remaja perokok pasif merupakan seseorang yang tidak melakukan aktivitas merokok secara langsung, akan tetapi ia ikut menghirup asap yang dikeluarkan oleh perokok aktif.  Papathanasiou dalam penelitiannya terhadap 289 orang menunjukkan bahwa denyut jantung pada perempuan yang merokok dibanding yang tidak merokok yaitu 76 kali per menit : 70 kali per menit. Perbandingan denyut jantung pada pria perokok dengan yang tidak merokok yaitu 78 kali per menit : 66 kali per menit. Perbandingan pernapasan pada perempuan yang merokok dibanding yang tidak merokok yaitu 22 kali per menit : 18 kali per menit. Perbandingan pernapasan pada pria yang merokok dibanding yang tidak merokok yaitu 24 kali per menit : 20 kali per menit. Perbandingan suhu tubuh pada perempuan yang merokok dibanding yang tidak merokok yaitu 370 C : 360 C. Perbandingan suhu tubuh pada pria yang merokok dibanding yang tidak merokok yaitu 380 C : 36,50 C. Perbandingan denyut nadi pada pria perokok dengan yang tidak merokok yaitu 82 kali per menit : 78 kali per menit. Perbandingan denyut nadi pada perempuan yang merokok dengan yang tidak merokok yaitu 80 kali per menit : 77 kali per menit. Metode pengumpulan data dilakukan secara cross sectional. Hasil penelitian gambaran karekteristik perokok aktif dan pasif di kelurahan papanggo jakarta utara, terdapat adanya perbandingan pada tekanan darah sistol, nadi, suhu tubuh, pernapasan pada remaja perokok aktif maupun pasif.Kata Kunci : Remaja , Perokok Aktif dan Pasif, Gambaran Karakteristik Perokok
TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT MENGENAI SOP DALAM PENGGUNAAN APD DI RUANG RAWAT BEDAH LT.12 BLOK.D RSUD KOJA JAKARTA UTARA TAHUN 2016 Egeria Dorina Sitorus; Asnah Sunengsih
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 2, No 2 (2016): JAKHKJ September 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.438 KB)

Abstract

Abstrak Kepatuhan petugas profesional (perawat) adalah sejauh mana perilaku seorang perawat sesuai dengan ketentuan yang telah diberikan pimpinan perawat ataupun pihak rumah sakit. Menurut Depkes RI, perawat adalah seorang yang telah di persiapkan melalui pendidikan untuk turut serta merawat dan menyembuhkan orang yang sakit, usaha rehabilitasi, pencegahan penyakit, yang di laksanakannya sendiri atau di rawat pengawasan dan supervise dokter dan suster kepala. Alat pelindung diri adalahseperangkat alat keselamatan yang digunakan oleh pekerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya dari kemungkinan adanya paparan potensi bahaya lingkungan kerja terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Standar Operating Procedure adalah instruksi atau langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan sesuatu proses kerja rutin tertentu. Dimana ada suatu kebijaksanaan yang ditetapkan untuk mencapai tujuan ideal yang biasanya berupa pernyataan yang baik dan mantap. jenis penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif dengan pendekatan metode cross sectional. Dari populasi yakni 24 orang medote pengumpulan data dilakukan secara total sampling. hasi yang di dapatkan adalah bahwa dari 24 responden menjawap pertanyaan dengan baik, berdasarkan sikap hampir dari sebagian responden adalah D3 dan mempunyai tingkat kepatuhan patuh (68%), cukup patuh (21%) dan tidak patuh (11%).dengan demikian tingkat kepatuhan perawat rata-rata patuh (68%). Kata kunci : Kepatuhan, perawat, APD, SOP
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYAKIT DIARE PADA BALITA DI RT 01 DAN 02 RW 004 KELURAHAN PEGANGSAAN DUA JAKARTA UTARA, 2014 Egeria Dorina Sitorus; Muhammad Agung Saputra; Yupita Dinan Sari; Zulfiyana Zulfiyana
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 1, No 1 (2015): JAKHKJ Maret 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.396 KB)

Abstract

AbstrakIbu berperan sangat penting dalam kejadian diare pada balita. Ibu adalah sosok yang paling dekat dengan balita. Jika balita terserang diare maka tindakan - tindakan yang ibu ambil akan menentukan perjalanan penyakitnya. Tindakan tersebut dipengaruhi berbagai hal, salah satunya adalah pengetahuan. Pengetahuan ibu mengenai diare, penyebabnya, gejala klinis, pencegahan, dan cara penanganan yang tepat untuk mengatasi diare pada balita berperan penting dalam penurunan angka kematian dan pencegahan kejadian diare serta malnutrisi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit diare pada balita di RT 01 dan RT. 02 RW. 004 Kelurahan Pegangsaan Dua Jakarta Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 50 orang. Pengumpulan data secara cross sectional diperoleh melalui penyebaran angket berupa kuesioner. Penelitian dianalisa dengan menggunakan distribusi frekuensi dan diperoleh hasil bahwa dari jumlah responden sebanyak 50 orang.Pada varibel “pengertian” yang benar adalah 78%, variabel “penyebab” yang benar adalah 62%, variabel “tanda dan gejala” yang benar adalah 72%, variabel “penatalaksanaan” yang benar adalah 72% dan variabel “pencegahan” yang benar adalah 78%. Dari data ini rata-rata jawaban yang benar dari responden terhadap pengertian, penyebab, tanda dan gejala, penatalaksanaan, pencegahan, adalah 72%. Data ini membuktikan bahwa pada 50 orang yang dijadikan responden memiliki tingkat pengetahuan sedang.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MODEL SENAM JANTUNG TERHADAP PENURUNAN TEKANANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI Egeria Dorina Sitorus; Rosita Magdalena Lubis
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 5, No 2 (2019): JAKHKJ September 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.773 KB)

Abstract

Latar Belakang: Senam jantung sehat adalah olahraga yang disusun dengan selalu mengutamakan kemampuan jantung, gerakan otot besar dan kelenturan sendi, agar dapat memasukkan oksigen sebanyak mungkin ke dalam tubuh. Senam jantung sehat dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dengan menggunakan uji beda berpasangan dan uji beda independen. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 24 responden yang kemudian dibagi dua, masing-masing untuk kelompok intervensi sebanyak 18 responden dan kelompok kontrol sebanyak 6 responden.Hasil: Dari hasil penelitian ini yang dilakukan selama 3 kali pertemuan dalam 3 minggu didapatkan bahwa perbedaan tekanan darah pre dan post intervensi senam jantung sehat menunjukkan pValue 0,008 (<0,05). Serta hasil uji beda independen menunjukkan bahwa antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol menunjukkan nilai 0,131 (>0,05).Kesimpulan: Ada perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah melakukan senam jantung sehat pada pasien hipertensi dan tidak ada perbedaan tekanan darah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Bagi peneliti yang ingin melanjutkan, diharapkan agar lebih banyak dalam jumlah sampel yang akan diteliti dan mencari pengaruh apa saja yang dapat menurunkan tekanan darah.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN BIDAN TERHADAP KEGAWATDARURATAN PADA PASIEN EKLAMSI DI RUANG VK LANTAI 2 BLOK B JAKARTA UTARA TAHUN 2016 Egeria Dorina Sitorus; Belinda Putri Permatasari
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 2, No 2 (2016): JAKHKJ September 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.215 KB)

Abstract

Abstrak Eklamsi adalah kelainan akut pada wanita hamil dalam persalinan. Eklamsi sendiri muncul hanya pada wanita hamil dengan tanda-tanda pre-eklamsi yang di tandai kejang, gejala kejang timbul bukan akibat kelainan neurologic Tujuan peneliti ini untuk mengetahui Bagaimana cara penanganan Kegawat daruratan Pada pasien Eklamsi DiRuang VK Lantai. 2 Blok B RSUD Koja Jakarta Utara. , Instrumen penelitian dengan menggunakan metode kuesioner. Teknik pengambilan sampel secara keseluruhan dalam populasi (total sampling). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif . Adapun penelitian ini disajikan dalam bentuk table dan diagram. Hasil penelitian menujukan bahwa Diruang Bidan RSUD Koja Jakarta Utara. Berpendidikan D3 sebanyak 18 responden atau sebesar (60%), D4 sebanyak 11 responden atau sebesar (37%) dan S1 sebanyak 1 responden atau sebesar (3%). Jadi dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Bidan Terhadap Kegawat daruratan Pada Pasien Eklamsi Diruang Vk RSUD Koja Jakarta Utara adalah D3 (60%) 18 responden. Hasil penelitian menujukan bahwa Diruang Bidan RSUD Koja Jakarta Utara. Distribusi lama kerja 0-1 tahun sebanyak 14 responden (47%), 1-5 tahun sebanyak 2 responden (6%) dan 5>10 tahun sebanyak 14 responden (47%). Jadi dapat disimpulkan bahwa lama kerja 0-1 tahun sebanyak 14 responden (47%) dan 5 > 10 tahun sebanyak 14 responden (47%). Hasil penelitian menujukan bahwa Diruang Bidan RSUD Koja Jakarta Utara. Berpengetahuan Baik sebanyak 16 responden (53%), pengetahuan Cukup 13 responden (43%) dan pengetahuan Kurang 3 responden (3%). Jadi dapat disimpulkan bahwa pengetahuan Baik sebanyak (53%) 16 responden. Gambaran Tingkat Pengetahuan Bidan Kegawat daruratan Pada Pasien Eklamsi RSUD Koja Jakarta Utara Menurut Pendidikan adalah D3 Bidan (60%) 18 responden, Menurut lama kerja adalah 0-1 tahun (47%) 14 responden dan 5 > 10 (47%) 14 responden, Menurut pengetahuan (53%) 16 responden. Kata kunci : Pengetahuan, Bidan, Kegawat daruratan, Pasien, Eklamsi.
PENERAPAN BATUK EFEKTIF DAN FISIOTERAPI DADA PADA PASIEN TB PARU YANG MENGALAMI KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS DI RSUD KOJA JAKARTA UTARA Egeria Dorina Sitorus; Rosita Magdalena Lubis; Eni Kristiani
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4, No 2 (2018): JAKHKJ September 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.749 KB)

Abstract

Latar Belakang : TB paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Di Indonesia menduduki peringkat ketiga pada semua usia. Paru-paru merupakan alat pernapasan utama pada respirasi. Ketika paru-paru terinfeksi akan terjadi inflamasi atau peradangan di paru-paru yang mengakibatkan terjadinya sekret/eksudat yang lama kelamaan akan menumpuk sehingga produksinya berlebih. Sekret yang menumpuk menjadi susah dikeluarkan yang menyebabkan terjadinya akumulasi sekret dijalan napas, sehingga mengakibatkan masalah jalan napas yang tergangguTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terhadap penerapan prosedur batuk efektif dan fisioterapi dada untuk meningkatkan pengeluaran sekret pada klien dengan TB paruMetodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, dengan wawancara terstruktur, studi dokumen, dan observasi menggunakan instrumen yang sudah ditetapkan. Partisipan dalam penelitian adalah dua orang pasien TB Paru yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan nafas di RSUD Koja. Analisis data yang digunakan dengan tehnik pengumpulan data kualitatif berupa wawancara dan studi dokumen. Penyajian data kualitatif dalam bentuk narasi dan disertai ringkasan ungkapan verbal dari subyek studi kasus yang merupakan data pendukungnya.Hasil Penelitian: Hasil studi kasus menunjukkan adanya peningkatan pengeluaran sekret pada klien dengan tb paru yang mendapat terapi batuk efektif dan fisioterapi dada, sehingga klien mampu mempertahankan jalan napas yang efektif.Kesimpulan dan Saran:Penerapan batuk efektif dan fisioterapi dada pada pasien TB paru yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan nafas mampu meningkatkan pengeluaran sekret. Disarankan untuk menerapkan latihan batuk efektif dan fisioterapi dada bagi pasien TB Paru dengan masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan nafas sebagai tindakan mandiri keperawatan di lapangan.
“Pengaruh Senam Lansia Terhadap Kualitas Tidur Lansia Yang Mengalami Insomnia Di Asrama Pemadam Kebakaran” Egeria Dorina Sitorus; Lena Alfiani
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 6, No 2 (2020): JAKHKJ November 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latarbelakang : Insomnia merupakan suatu keadaan dimana ketika seseorang mengalami masalah untuk tidur atau tidak sanggup tidur dengan nyenyak. Lansia yang beresiko mengalami gangguan pola tidur yang disebabkan oleh perubahan lingkungan, fungsi social, suara bising dan stimulus lingkungan. Pada penanganan insomnia dapat dilakukan terapi farmakologi seperti obat-obatan antistamin yang memiliki efek samping yaitu ketergantungan akan obat, penurunan metabolisme pada lansia, penurunan fungsi ginjal dan menyebabkan kerusakan kognitif. Sedangkan pada pengobatan non farmakologi seperti senam lansia yang mempunyai kelebihan mengatasi insomnia tanpa menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap insomnia pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan rancangan penelitian kualitatif yaitu studi kasus. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 sampel yang keduanya dilatih untuk senam lansia. Penelitian ini di lakukakan di Asrama Pemadam Kebakaran RT02/RW17 Kelurahan Semper Barat, Jakarta Utara. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh senam lansia terhadap penurunan insomnia pada lansia sehingga klien mampu mempertahankan tidur yang adekuat. Kata kunci: Senam Lansia, Insomnia, Lansia.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TERHADAP RESIKO TERTULAR HIV/AIDS DI KELURAHAN PAPANGGO RT001/RW007 JAKARTA UTARA Egeria Dorina Sitorus; Siti Siti Jihanita
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 3, No 1 (2017): JAKHKJ Maret 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.432 KB)

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu priode dari perkembangan manusia, masa ini merupakan perubahan atau peralihan dari masa kanak – kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologik, perubahan psikologik, dan perubahan sosial. Kiranya tidak dapat di ingkari lagi bahwa keluarga merupakan lingkungan primer hampir setiap individu, sejak ia lahir sampai datang masanya ia meninggalkan rumah untuk membentuk keluarga sendiri oleh sebab itu keluarga harus bisa menyampaikan pengetahuan sekiranya yang dapat menambah wawasan remaja tentang penyakit HIV/AIDS. Penelitian ini bersifat deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengetahuan seorang remaja tentang HIV/AIDS di Kelurhan Papanggo RT01/RW07 Jakarta Utara, sampel penelitian ini adalah dengan menggunakan sistem acak (random sampling) dimana anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel dari penelitian. Hasil analisa menemukan bahwa dari 20 responden menunjukkan bahwa berdasarkan kategori pengetahuan remaja di Kelurhan Papanggo RT01/RW07 Jakarta Utara menunjukkan bahwa kategori pengetahuan yang sedang (55%), pengetahuan yang tinggi (45%). Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya sumber informasi HIV/AIDS pada remaja.Kata kunci : Pengetahuan, Remaja dan HIV/AIDS.
GAMBARAN TINGKAT STRES PADA PERAWAT DIRUANG RAWAT INAP LANTAI 5 BLOK C RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOJA JAKARTA UTARA Egeria Dorina Sitorus; Susi Wulandari
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 1, No 2 (2015): JAKHKJ September 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.98 KB)

Abstract

Abstrak Pengetahuan adalah kesan di dalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca inderanya, yang berbeda kepercayaan ( belief ) takhayul ( supperstitions ) dan penerangan yang keliru ( missinformations ). Perawat adalah seseorang yang telah dipersiapkan melalui pendidikan untuk turut serta merawat dan menyembuhkan orang yang sakit, usaha rehabilitasi, pencegahan penyakit, yang dilaksanakannya sendiri atau dibawah pengawasan dan supervisi ddokter atau suster kepala. Stres adalah segala situasi dimana tuntutan non spesifik mengharuskan seseorang individu untuk berespon atau melakukan tindakan. Pengumpulan data secara c r o ss se ctio n al diperoleh melalui penyebaran anket berupa kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 25 orang yang dijadikan responden dianalisa dengan menggunakan distritbusi frekuensi dan diperoleh hasil bahwa dari jumlah responden sebanyak 25orang. Pada confounding “jenis kelamin” yang benar adalah 75% dan salah adalah 25%, confounding “pendidikan” yang benar adalah 71% dan salah adalah 29%, confounding “masa kerja” yang benar adalah 69% dan salah adalah 31%. Dari data ini rata-rata jawaban yang benar dari responden terhadap seluruh confounding adalah 72%. Data ini membuktikan bahwa pada 25 orang yang dijadikan responden memiliki tingkat pengetahuan baik. Kata kunci : Tingkat Stres, Perawat