Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN HOMESCHOOLING DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN BELAJAR ANAK PADA PKBM AL JAUHAR Arin Khairunnisa; Mastur Toyib Kessi
Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/oborpenmas.v3i2.3610

Abstract

Penelitian ini membahas tentang efektivitas model pembelajaran homeschooling dalam mengembangkan kemandirian belajar anak. Tujuan penelitian ini untuk memperolehgambaran tentang efektivitas model pembelajaran homeschooling dalam mengembangkan kemandirian belajar anak. Manfaat Penelitian sebagai sumbangan ilmiah terhadap pengembangan ilmu dalam pendidikan non-formal khususnya dalam teori tentanghomeschooling dan kemandirian serta memberikan sumbangan terhadap teori model pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi non-partisipatif, dokumentasi dan studi kepustakaan. Sedangkan instrumenpenelitian menggunakan pedoman wawancara, pedomen observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mengacu konsep dari Hubberman dan Miles yaitu aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terusmenerus sampai tuntas hinggamencapai titik jenuh data. Informan dalam penelitian ini yaitu siswa yang mengikuti homeschooling pada lembaga pendidikan (PKBM Al jauhar) dan lembaga pendidikan PKBM Al jauhar
PERAN PENGASUH TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK ASUH DI LKSA KUNCI BAHAGIA LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR Fitria Emazola; Arin Khairunnisa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diawali dengan ketertarikan tentang peran pengasuh terhadap kemandirian anak asuh di LKSA Kunci Bahagia Leuwiliang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa penting peran pengasuh dalam membentuk dan meningkatkan kemandirian anak asuh dan metode apa saja yang telah dilakukan pengasuh untuk meningkatkan kemandirian anak asuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi non partisipan dan studi literatur. Setelah itu diproses melalui triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian di LKSA Kunci Bahagia Leuwiliang, pengasuh berperan sangat penting dalam membentuk dan meningkatkan kemandirian anak asuh. Perhatian, bimbingan, kasih sayang, dan kesempatan untuk membentuk kemandirian dari pengasuh sangat berdampak pada peningkatan kemandirian anak asuh. Pengasuh memberi kesempatan untuk membentuk kemandirian dimulai dari meningkatkan kepercayaan diri yang dilakukan dengan berlatih public speaking, adzan, dan kultum. Pengasuh juga memberikan tanggung jawab seperti menjaga kebersihan kamar dan mencuci pakaian sendiri, ditambah pengasuh juga menanamkan sikap optimis, rasional, dan obyektif. Dengan ini, kemandirian anak asuh semakin terbentuk.
Motivasi Kewirausahaan melalui Pelatihan Mochi Daifuku di Kelas X dan XI SMKI NURUL HAYAT Cipayung Bogor Arin Khairunnisa; Ade Nailul Huda; Naila Binta Azizah; Runi Andanari; Fitri Yanti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi, kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan terampil menjadi salah satu kebutuhan utama untuk menghadapi persaingan dunia kerja maupun usaha. Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi siswa adalah dengan memberikan motivasi dan pelatihan praktis yang relevan, bermanfaat, dan mendukung potensi mereka. Motivasi berwirausaha dapat diartikan sebagai perhatian, kesenangan, dan kemauan seseorang untuk menjalankan kegiatan usaha secara mandiri berdasarkan kemampuan, kekuatan, dan keterampilan yang dimilikinya. Sasaran pada kegiatan ini yaitu siswa dan siswi kelas X dan XI SMKI Nurul Hayat Cipayung Bogor. Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan motivasi kewirausahaan siswa melalui metode demonstrasi pelatihan mochi daifuku. Metode yang digunakan adalah Studi literatur. Metode pengumpulan data dan informasi dengan menelaah berbagai sumber sumber yang relevan. Pelatihan ini diharapkan meningkatkan pemahaman siswa tentang kewirausahaan dan potensi mereka dalam mengembangkan usaha sendiri. Hasil pelatihan yang dilaksanakan, peserta dapat memahami dan termotivasi untuk berwirausaha serta telah mampu mengembangkan keterampilan dalam membuat mochi daifuku.
Meningkatkan Kompetensi Masyarakat melalui Pelatihan Tata Rias Wajah di Desa Pasir Jaya, Kabupaten Bogor Nurhanipah; Arin Khairunnisa
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5188

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelatihan tata rias wajah dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri perempuan di RW 01, 02, dan 03 Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan peserta yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta pada aspek kognitif berupa pemahaman terhadap jenis dan fungsi produk kosmetik serta alat tata rias, dan pada aspek psikomotor tampak melalui kemampuan peserta menerapkan teknik make-up dasar secara lebih tepat setelah mengikuti praktik langsung bersama instruktur. Peningkatan aspek afektif juga terlihat dari bertambahnya rasa percaya diri serta motivasi peserta untuk memanfaatkan keterampilan tersebut sebagai peluang usaha jasa rias. Evaluasi pelatihan mengungkap bahwa kegiatan berjalan efektif meskipun terdapat kendala terbatasnya alat rias, dan temuan ini mendukung konsep bahwa keberhasilan pelatihan ditentukan oleh kesiapan materi, instruktur, media, dan peserta. Secara keseluruhan, pelatihan tata rias wajah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas personal dan potensi ekonomi perempuan di tingkat komunitas serta layak untuk diterapkan secara berkelanjutan.