Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI DAMPAK KESEHATAN DAN UPAYA PERLINDUNGAN DIRI DARI BENCANA KABUT ASAP Citra Maharani; An Aldia Asrial; Bernhard Arianto Purba; Miftahurrahmah Miftahurrahmah
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 3 No. 1 (2020): MEDIC: Medical Dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v3i1.8631

Abstract

ABSTRAK Bencana kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan berdampak besar bagi masyarakat, salah satunya dibidang kesehatan. Paparan gas dan partikel berbahaya akibat bencana kabut asap dapat menyebabkan gangguan berbagai sistem organ manusia seperti pernafasan, kardiovaskular dan sensoris. Berbagai upaya perlindungan diri dapat dilakukan oleh individu untuk meminimalkan efek buruk yang dapat terjadi karena bencana kabut asap. Kesadaran masyarakat mengenai bahaya kesehatan yang dapat diakibatkan oleh bencana kabut asap perlu ditumbuhkan agar masyarakat dapat secara mandiri terdorong menjaga diri dan lingkungan termasuk melakukan upaya perlindungan diri. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi terkait bencana kabut asap menggunakan media leaflet dan metode wawancara untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap dampak kesehatan dan upaya perlindungan diri dari bencana kabut asap. Selain itu juga dilakukan pemberian masker sebagai salah satu upaya perlinduangan diri terhadap kabut asap. Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang merupakan masyarakat Kota Jambi. Dampak kesehatan akibat kabut asap yang diketahui oleh peserta kegiatan yaitu batuk (56%), iritasi mata (52%), sesak nafas (47%), iritasi hidung (33%), nyeri tenggorokan (16%) dan diare (2%). Upaya yang diketahui dapat dilakukan untuk melindungi diri dari kabut asap yaitu menggunakan masker (74%), menghindari aktivitas di luar ruangan (65%), menutup rapat jendela dan pintu rumah (53%), tidak melakukan aktivitas yang dapat menambah jumlah asap seperti merokok atau membakar sampah (25%), menjalani perilaku hidup bersih dan sehat (24%), memperbanyak minum air putih (10%). Keywords: edukasi, dampak kesehatan, perlindungan diri, kabut asap
Bibliometric analysis of acute limb ischemia research: Global trends and key insights from 2000-2024 Abiseka Panji Baskoro; Enrico Ananda Budiono; Heru Sulastomo; An Aldia Asrial
Heart Science Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Accelerating Clinical Breakthroughs: The Journey from Molecular Discovery to Pa
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hsj.2026.007.01.17

Abstract

Background: Acute Limb Ischemia (ALI) remains a critical vascular emergency, necessitating understanding to prevent devastating outcomes. Despite its clinical significance, a comprehensive understanding of global research trends, key contributors, and emerging themes in ALI remains underexplored. Objective: This study aims to perform a bibliometric analysis of ALI-related research, identifying trends, influential contributors, and areas for future exploration. Methods: Data were retrieved from the Scopus database using relevant keywords. Bibliometric metrics were analyzed using VOSviewer and Biblioshiny, focusing on publication trends, co-authorship networks, and keyword co-occurrence. Descriptive and visual analyses highlighted the leading journals, nations, and emerging research themes in ALI. Result: A total of 1,967 documents were identified, with a surge in publications from 2020 to 2021, likely driven by the COVID-19 pandemic's thrombotic implications. The United States led global research efforts with 28.5% of corresponding author articles and the highest citation impact. Annals of Vascular Surgery and Journal of Vascular Surgery emerged as the most relevant and influential journals, respectively. Keyword mapping identified "acute limb ischemia," "peripheral arterial disease," and "vascular surgery" as central themes, with emerging topics including novel anticoagulants, mechanical circulatory support, and congenital risk factors like persistent sciatic artery and congenital heart disease. Despite advancements, gaps persist in systematic reviews, meta-analyses, and evidence-based clinical evaluations. Conclusion: This study provides a comprehensive overview of ALI research, identifying trends and highlighting opportunities for further investigation. By addressing existing gaps and integrating emerging guidelines—such as the 2024 ESC and ACC recommendations—future research can advance clinical practice and improve outcomes for patients with ALI.
Analisis Perbandingan Luasan Sadapan ST-Elevasi Precordial dengan dan tanpa High Lateral terhadap Fungsi Ventrikel Kiri pada Pasien Late Onset-STEMI Fikry, Bilal; Habibie Arifianto; Siti Munawaroh; An Aldia Asrial
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i1.2571

Abstract

Pendahuluan: Infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (STEMI) pada pasien yang datang terlambat (late onset-STEMI) berisiko mengalami penurunan fungsi ventrikel kiri. Pemeriksaan EKG merupakan alat utama untuk menilai distribusi ST-elevasi sebagai indikator luas infark. Studi ini menilai apakah keterlibatan high lateral lead (I dan aVL) pada ST-elevasi precordial berkaitan dengan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF ≤35%). Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang pada 35 pasien STEMI anterior late onset di RS UNS dan RSUD Dr. Moewardi. Subjek diklasifikasikan berdasarkan distribusi sadapan ST-elevasi: hanya precordial lead dan precordial + high lateral. Variabel utama adalah penurunan LVEF ≤35%. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square, uji t independen, dan Linear-by-Linear Association. Hasil: Hanya variabel chronic kidney disease (CKD) yang memiliki hubungan signifikan dengan penurunan EF ≤35% (p=0.034, r=0.348). Variabel lain seperti usia, jenis kelamin, hipertensi, diabetes melitus tipe 2, dislipidemia, stroke, merokok, troponin, dan onset tidak menunjukkan hubungan bermakna. Perluasan ST-elevasi ke high lateral lead juga tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap penurunan EF ≤35% (p=0.404), dengan odds ratio 1.820 (CI95%: 0.443–7.477). Kesimpulan: Keterlibatan high lateral lead pada pasien late onset-STEMI dengan ST-elevasi di precordial lead tidak berhubungan signifikan dengan penurunan EF ≤35%. CKD merupakan satu-satunya faktor yang secara signifikan berkorelasi dengan penurunan fungsi ventrikel kiri yang berat pada poulasi penelitian.