Maya Sartika
Program Studi Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al-Ma'arif Baturaja

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) Boraks pada Makanan yang Dijual Di Taman Kota Baturaja Sabtian Sarwoko; Maya Sartika
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 3 No. 1 (2018): Cendekia Medika
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.968 KB)

Abstract

Data Dinas Kesehatan 2014 telah melakukan pengujian terhadap 102 sampel makanan jajanan dan minuman, dari hasil uji pemeriksaan sampel makanan dan minuman tersebut menunjukkan bahwa banyak yang posiif mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan siklamat. Persentase untuk yang positif boraks 3,92%, positif formalin 0,98%, dan positif siklamat 0,98%. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) Boraks Pada Makanan Yang Dijual Di Taman Kota Baturaja. Desain penelitian ini adalah penelitian observational research dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh makanan yang dijual di taman kota Baturaja dengan jumlah sampel 63 sampel makanan. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi. Pengolahan data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square. Berdasarkan hasil analisis univariat , responden yang tidak menggunakan boraks kedalam makanan yang dijualnya sebesar 81%, responden yang menggunakan boraks kedalam makanan yang dijualnya sebesar 19,0%, responden yang berpengetahuan baik sebesar 52,4% responden yang berpengetahuan kurang baik sebesar 47,6%, responden yang berpendidikan tinggi sebesar 55,6% responden yang berpendidikan rendah sebesar 44,4%, responden yang pernah mendapatkan penyuluhan kesehatan sebesar 52,4% responden yang tidak pernah mendapatkan penyuluhan kesehatan sebesar 47,6%, dan responden yang mendapatkan pengawasan pemerintah sebesar 60,3% responden yang tidak mendapatkan pengawasan pemerintah sebesar 39,7%. Berdasarkan hasil analisa bivariat menggunakan uji statistik chi square diketahui bahwa Ada hubungan antara pengetahuan pedagang dengan penggunaan boraks pada makanan yang dijual di taman kota baturaja (p value 0,015). Tidak ada hubungan antara pendidikan pedagang dengan penggunaan boraks pada makanan yang dijual di taman kota baturaja (p value 0,162). Ada hubungan antara penyuluhan kesehatan dengan penggunaan boraks pada manan yang dijual di taman kota baturaja (p value 0,002). Ada hubungan antara pengawasan pemerintah dengan penggunaan boraks pada makanan yang dijual ditaman kota baturaja (p value 0,014). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan pedagang, penyuluhan kesehatan, dan pengawasan pemerintah terhadap penggunaan boraks. Data Departement of the health 2014 have doing testing to the hawker food 102 sample and drinks from the result examination food sample and drinks it show that many positive that contain ingredients dangerous as boraks, formaline, and siklamat. Precentage of positive boraks 3,92%, positive formaline 0,98%, positive siklamat 0,98%. That research aimed Factocs Connected Of Use Ingredients Additional Pangan (BTP) Boraks Was Food it sold in Garden Baturaja City. Design research is observational research by it Cros Sectional. Population in research all of food it sold it garden baturaja city by quantity 63 food sampling. The research was doing interview and observation. Data processing to use analition univariat and bivariat using statistics test. To found the result analition univariat, respondent it not using boraks in sold food 81,0%, respondent it using boraks in sold food great 19,0%, respondent it good knowledge great 52,4% respondent it mines good knowledge great 47,6%, respondent it high educated great 55,6% respondent minus high educated great 44,4%, respondent it never get health education great 52,4% an respondent it not getting health education great 47,6,%, and respondent it getting controlling government great 60,3% respondent it not getting controlling goverment great 39,7%. To found the result analition bivariat using chi statistic square test know that connected between the knowledge traders that use of boraks was sold food in garden baturaja city (p value 0,015). Have a not connected between traders education that use of boraks was sold food garden baturaja city (p value 0,162). Have between health eduvation that use boraks was sold food in garden baturaja city (p value 0,002). Have a between government controller that use boraks was sold food in garden baturaja city (p vale 0,014). To get interference that have a connected between the knowledge traders , health education, and government controller.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Terhadap Pemeriksaan Kehamilan Pada Masa Pandemi Covid-19 Maya Sartika; Eichi Septiani
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 7 No. 1 (2022): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.26 KB) | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v7i1.105

Abstract

Pengertian : Kehamilan merupakan masa sensitif bagi perempuan dalam siklus kehidupannya. Perubahan hormon sebagai dampak adaptasi tumbuh kembang janin dalam rahim mengakibatkan perubahan fisik dan psikologis. Perubahan fisik dan psikologis selama masa kehamilan dapat menjadi stress yang mengakibatkan kecemasan pada ibu hamil. Tujuan : Untuk Mengetahui Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Terhadap Pemeriksaan ANC Pada Masa Pandemi Covid-19 di PMB TITIK ARYANTI AM.Keb. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif melalui Pendekatan yang digunakan dalam studi ini menggunakan pendekatan cross-sectional dimana pengumpulan data dilakukan dalam suatu waktu. Hasil : Dari hasil analisis chi square didapat nilai p value 0,00 ≤ 0,05 artinya ada hubungan yang bermakna antara Umur, Usia Kehamilan, Frekuensi Kunjungan, Status Pendidikan dengan Tingkat kecemasan pada ibu hamil.
HUBUNGAN FAKTOR BUDAYA DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DINI PADA BAYI DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI DESI FITRIANI OKU Maya Sartika
Masker Medika Vol 8 No 1 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i1.370

Abstract

Latar Belakang: ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan tanpa tambahan cairan apapun, setelah bayi berusia enam bulan, bayi baru diberikan MPASI dengan ASI tetap diberikan sampai usia bayi 2 tahun atau lebih. MP-ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi,diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan faktor budaya dan pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi usia 6-12 bulan di Bidan Praktik Mandiri Desi Fitriani Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun. Metode:Penelitian: ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 6-12 bulan periode JuniAgustus Tahun 2019 yang berjumlah 47 orang. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan tabel distribusi dan uji statistik Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian: analisa bivariat didapatkan ada hubungan yang bermakna antara faktor budaya terhadap pemberian MP-ASI dini pada bayi usia 6-12 bulan dengan nilai p value 0,016. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap pemberian MP-ASI dini pada bayi usia 6-12 bulanda nilai uji statistik dengan nilai p value 0,042. Background: Exclusive breastfeeding is only breastfeeding for 6 months without any additional fluids, after the baby is six months old, new babies are given MPASI with breast milk still given until the baby is 2 years or older. MP-ASI is food or drink that contains nutrients, given to babies or children aged 6-24 months to meet nutritional needs other than breast milk. Research Objective: to determine the relationship between cultural factors and maternal knowledge with early breastfeeding supplementation for infants aged 6-12 months in the Independent Practice Midwife Desi Fitriani Baturaja Ogan Komering Ulu Tahun. Research Method: This uses an analytical method with cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had babies aged 6-12 months in the JuneAugust 2019 period, amounting to 47 people. Data analysis uses univariate analysis and bivariate analysis using distribution tables and Chi-Square statistical tests, with a 95% confidence level. Results: bivariate analysis found that there was a significant relationship between cultural factors and the provision of early breastfeeding for infants aged 6-12 months with a p value of 0.016. There is a significant relationship between knowledge of early breastfeeding MP in infants aged 6-12 months with a statistical test value with a p value of 0.042.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Desminore Dengan Cara Penanganan Desminore Pada Mahasiswi Kebidanan Maya Sartika; Eva Yustati
Lentera Perawat Vol. 2 No. 2 (2021): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v2i2.165

Abstract

Desminore adalah adanya hubungan dengan penyakit atau kelainan pada alat genetalia, dimana nyeri dapat terasa sebelum, selama, dan sesudah menstruasi. Tujuan : Untuk menganalis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang desminore dengan penanganan pertama desminore pada mahasiswi kebidanan.Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa kebidanan tahun 2021 berjumlah 30 Responden. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan table distribusi dan uji statistic Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95 %.Hasil Penelitian : Pada analisa univariat, dari 30 responden didapatkan yang berpengetahuan baik sebanyak 11 responden (36,7%) dan bersikap positif sebanyak 19 responden (63,3%). analisa bivariat didapatkan ada hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penangan pada mahasiswi kebidanan. Peneliti menyarankan agar institusi pendidikan dapat menambah bahan  kepustakaan tentang pengetahuan dan penanganan dismenore.
Risk Factors of Events Stunting in Toddlers Aged 1-5 Years Eva Yustati; Maya Sartika; Arda Suryadinata
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 2 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i2.1894

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems faced by the world, especially in poor and developing countries Stunting become a health problem because it is associated with the risk of morbidity and mortality, suboptimal brain development, resulting in delayed motor development and retarded mental growth. Building Village Pakuon is suffering from environmental conditions around the toddler's house stunting. there is still a physical quality of clean water that does not meet health requirements. There are still mothers of toddlers aged 1-5 years who pay little attention to personal hygiene, especially washing hands before and after eating. Objective to analyze the risk factors for events Stunting in toddlers aged 1-5 years in the village Pakuon Building Working Area of ​​UPTD Tanjung Lengkayap Public Health Center, OKU Regency The type of research used was a research design Cross Sectional The population of all mothers aged 1-5 years in Gedung Pakoun Village is 152 toddlers, the sample in this study is 110 samples. Bivariate analysis shows that mother's knowledge is valuep value 0.000 means that statistically there is a significant relationship between mother's knowledge and events stunting. While the parents' income valuep value 0.000 means that statistically there is a significant relationship between parental income and incidence stunting. Physical quality of water valuesp value 0,000. This means that there is a significant relationship between the physical quality of water and the occurrence stunting. Then the value of hand washing habitsp value 0,002. meaning that statistically there is a significant relationship between the habit of washing hands with the incident stunting. There is a significant relationship between mother's knowledge, parents' income, physical quality of water and hand washing habits stunting in toddlers 1-5 years.