Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Telur Ayam Sebagai Pengganti Darah dalam Mematangkan Telur Nyamuk Aedes aegypti Rumbiwati Rumbiwati; Joko Trimuratno
Indonesian Journal of Laboratory Vol 3 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v3i1.60754

Abstract

Proses pengembangan nyamuk di laboratorium, nyamuk betina memerlukan darah untuk membantu pematangan telurnya karena darah mempunyai sumber protein tinggi yang diperlukan dalam pematangan telur nyamuk. Di laboratorium parasitologi darah segar didapatkan dengan cara laboran menggigitkan tanggannya langsung ke nyamuk. Hal ini sangat beresiko jika nyamuk yang digigitkan pembawa virus. Penelitian ini, menggunakan nyamuk Aedes aegypti selama tiga turunan (F0, F1, F2, F3) dan mencoba menggantikan darah dengan telur ayam sebagai protein dalam membantu proses pematangan telur nyamuk dan analisa data dengan One Way ANOVA.Hasil penelitian menunjukkan jumlah telur nyamuk yang menetas dengan pakan telur ayam F0 82,32%, F1 77,62%, F2 86,72%, F3 82,98%. Jumlah telur nyamuk yang menetas dengan pakan darah F0 87,34%, F1 87,71%, F2 90,39%, F3 83,87%. Hasil analisis One Way ANOVA menunjukkan F hitung >F tabel dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antara telur nyamuk menetas yang diberi pakan telur ayam dengan telur nyamuk menetas yang diberi pakan darahKesimpulan dari penelitian ini adalah selama tiga kali turunan nyamuk dengan pakan telur ayam, jumlah telur yang dihasilkan maupun yang menetas lebih rendah dari nyamuk dengan pakan darah. Telur ayam bisa menjadi alternatif pengganti darah untuk mematangkan telur nyamuk Aedes aegypti dalam sekala laboratorium.
Daur Ulang Limbah Gel Agarose untuk Efisiensi Reagen Elektroforesis Rumbiwati Rumbiwati; Joko Trimuratno
Indonesian Journal of Laboratory Vol 4 No 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v4i3.69072

Abstract

Penggunaan gel agarose dalam penelitian molekuler untuk melihat DNA dengan elektroforesis umumnya hanya digunakan sekali pakai. Sementara itu agarose merupakan bahan mahal dan perlu waktu lama dalam pemesanan. Pada penelitin ini peneliti mencoba mendaur ulang limbah gel agarose untuk digunakan kembali dalam elektroforesis agar penggunaan agarose lebih efisien.Ada beberapa metode daur ulang gel agarose, diantaranya dioven dengan suhu 60°C, gel akan berbentuk kering, dihaluskan dan ditimbang kembali jika akan digunakan. Metode lain gel disimpan dalam freezer hingga menjadi es. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang lain adalah metode daur ulang gel agarose ini lebih sederhana. Gel agarose daur ulang disimpan dalam plastik, dimasukkan dalam kulkas suhu 4°C. Jika akan digunakan kembali gel agarose dipotong kecil-kecil dimasukkan dalam elermeyer, dipanaskan dengan suhu tinggi sekitar 190°C menggunakan microwave dalam waktu 2 menit. Metode daur ulang gel agarose ini dinilai lebih efisien karena tidak perlu lagi menimbang agarose dan menghemat pemakaian agarose baru serta mengurangi limbah laboratoriumBerdasarkan hasil penelitian dari 5 kali daur ulang gel agarose, elektroforesis dengan gel agarose daur ulang 1 kali menunjukkan gambar paling bagus yaitu pita DNA hasil PCR jelas dan sama dengan gambar elektroforesis menggunakan gel agarose baru (kontrol). Daur ulang ke 5 menunjukkan visualisasi gambar elektroforesis yang tidak jelas, sehingga dapat disimpulkan daur ulang gel agarose hanya bisa dilakukan 1 hingga 4 kali ulangan.  Hal ini membuktikan bahwa daur ulang gel agarose dapat digunakan kembali untuk elektroforesis dengan hasil yang bagus, sesuai target yang diinginkan.