Indonesian Journal of Laboratory
Vol 3 No 1 Tahun 2020

Pemanfaatan Telur Ayam Sebagai Pengganti Darah dalam Mematangkan Telur Nyamuk Aedes aegypti

Rumbiwati Rumbiwati (FK KMK Universitas Gadjah Mada)
Joko Trimuratno (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Dec 2020

Abstract

Proses pengembangan nyamuk di laboratorium, nyamuk betina memerlukan darah untuk membantu pematangan telurnya karena darah mempunyai sumber protein tinggi yang diperlukan dalam pematangan telur nyamuk. Di laboratorium parasitologi darah segar didapatkan dengan cara laboran menggigitkan tanggannya langsung ke nyamuk. Hal ini sangat beresiko jika nyamuk yang digigitkan pembawa virus. Penelitian ini, menggunakan nyamuk Aedes aegypti selama tiga turunan (F0, F1, F2, F3) dan mencoba menggantikan darah dengan telur ayam sebagai protein dalam membantu proses pematangan telur nyamuk dan analisa data dengan One Way ANOVA.Hasil penelitian menunjukkan jumlah telur nyamuk yang menetas dengan pakan telur ayam F0 82,32%, F1 77,62%, F2 86,72%, F3 82,98%. Jumlah telur nyamuk yang menetas dengan pakan darah F0 87,34%, F1 87,71%, F2 90,39%, F3 83,87%. Hasil analisis One Way ANOVA menunjukkan F hitung >F tabel dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antara telur nyamuk menetas yang diberi pakan telur ayam dengan telur nyamuk menetas yang diberi pakan darahKesimpulan dari penelitian ini adalah selama tiga kali turunan nyamuk dengan pakan telur ayam, jumlah telur yang dihasilkan maupun yang menetas lebih rendah dari nyamuk dengan pakan darah. Telur ayam bisa menjadi alternatif pengganti darah untuk mematangkan telur nyamuk Aedes aegypti dalam sekala laboratorium.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

ijl

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Mathematics Mechanical Engineering Medicine & Pharmacology Physics

Description

Jurnal ini bersifat open acces, bertujuan untuk membantu pengembangan profesi bagi Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia. Adapun ruang lingkupnya meliputi: 1. Bidang Agrokompleks dan Biologi, meliputi berbagai bidang disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, kehutanan, pertanian, peternakan, ...