Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pelaksanaan Supervisi Keperawatan Terhadap Kepatuhan Perawat Dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri Di Ruang Isolasi Covid-19 I Gst Agung Sri Yuni Antari; Ni Made Nopita Wati; I Dewa Agung Ketut Sudarsana
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1010

Abstract

Penggunaan alat pelindung diri merupakan usaha perawat dalam menciptakan lingkungan yang terhindar dari infeksi dan sebagai upaya perlindungan diri serta pasien terhadap penularan penyakit. Supervisi memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di ruangan dan bersama staf perawatan dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan supervisi keperawatan dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri di Ruang Isolasi Covid 19 RSUD Sanjiwani Gianyar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah perawat pelaksana yang bekerja di ruang isolasi Covid 19 RSUD Sanjiwani Gianyar, dengan menggunakan teknik total sampling, yang berjumlah 42 orang. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan supervisi keperawatan sebagian besar dengan kategori baik (54,8%). Kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri sebagian besar dengan kategori patuh (83,3%). Hasil analisis didapatkan nilai (p=0,002, r=0,467), yang berarti bahwa ada hubungan pelaksanaan supervisi keperawatan dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri, dengan kekuatan sedang dan arah korelasi positif. Supervisi memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan asuhan keperawatan terhadap kepatuhan perawat pelaksana menggunakan alat pelindung diri, dengan adanya supervisi dari kepala ruangan sangat berperan dalam hal meningkatkan kepatuhan perawat patuh menggunakan APD. Pengawasan dan pengarahkan yang dilakukan dapat memberikan motivasi dari perawat pelaksana agar patuh dalam menggunakan APD.
Tingkat Pengetahuan Keluarga Tinggal Serumah Tentang Pencegahan Penularan Pasien Tuberkulosis Paru: The Level of Knowledge of Families Living in the House about Prevention of Transmission in Pulmonary Tuberculosis Patients Komang Yuliani; I Dewa Agung Ketut Sudarsana
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v2i1.34

Abstract

Latar Belakang: Keluarga merupakan orang terdekat pasien Tuberkulosis (TB) paru. Keluarga pasein TB yang tinggal serumah memiliki resiko tinggi menjadi BTA positif karena terinfeksi TB secara laten. Pengetahuan keluarga tentang pencegahan penularan dirumah masih kurang. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga pasien TB paru yang tinggal serumah tentang pencegahan penularan TB paru. Metode: Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif. Populasi terjangkau penelitian ini yaitu seluruh pasien TB paru di Poliklinik TB paru rumah sakit Prof. Dr.I.G.N.G.Ngoerah Denpasar. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive dengan jumlah sampel 68. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuisioner tingkat pengetahuan tentang pencegahan penularan TB paru sebanyak 20 item dengan nilai reliabilitas > 0, 60 dan nilai validitas > 0.576. Analisa data menggunakan statistik deskriptif. Hasil: Mayoritas responden berusia 36-45 tahun sebanyak 34(50%) orang. Mayoritas responden berpendidikan SMA sebanyak 34(50%) orang. Responden didominasi bekerja di sektor swasta sebanyak 47(69,1%) orang. Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 54(79, 4%) orang. Sebagian besar responden dapat diklasifikasi tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 39(57,4%) orang. Kesimpulan: Pengetahuan yang baik tentang pencegahan TB sangat penting bagi keluarga yang tinggal serumah. Temuan pada penelitian ini, tingkat pengetahuan keluarga tergolong cukup.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Melaya Ni Made Nia Septarini; Ni Komang Ayu Resiyanthi; I Dewa Agung Ketut Sudarsana
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4314

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Desa Melaya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 79 ibu yang memiliki balita dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan gizi serta lembar observasi status stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan cukup (51,9%), dan sebagian besar balita tidak mengalami stunting (78,5%). Hasil uji statistik menggunakan korelasi spearman rank diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan r = -0,724, yang menunjukkan adanya hubungan terbalik yang kuat dan signifikan antara pengetahuan ibu mengenai gizi dengan kejadian stunting yang artinya semakin baik pengetahuan ibu maka semakin rendah risiko balita mengalami stunting. Edukasi gizi memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman ibu sehingga mampu menurunkan risiko kejadian stunting pada balita, sehingga upaya peningkatan pengetahuan gizi perlu menjadi bagian dari intervensi pencegahan stunting di masyarakat.