Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital branding Kantor Arsip Universitas Padjadjaran dalam upaya penguatan reputasi Wawat Setiawati; Wina Erwina; Susie Perbawasari
PRofesi Humas Vol 6, No 2 (2022): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v6i2.35902

Abstract

Kantor Arsip Universitas Padjadjaran sebagai lembaga kearsipan perguruan tinggi, dibentuk untuk menyelamatkan arsip penting yang berkaitan dengan bukti status intelektualitas serta mengembangkan potensi yang melahirkan inovasi dan karya-karya intelektual lainnya. Arsip yang tercipta di Universitas Padjadjaran, merupakan aset publik yang menjadi bukti akuntabilitas kinerja dan bahan pertanggungjawaban atas capaian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di era digital saat ini, Kantor Arsip Universitas Padjadjaran dihadapkan pada situasi yang sangat terbuka, dimana akses informasi terkait arsip statis harus mudah di akses oleh masyarakat dengan cara yang mudah, murah dan tepat. Semua kegiatan pada Kantor Arsip Universitas Padjadjaran tidak bisa terlepas dari sistem berbasis digital dalam memenuhi kebutuhan komunikasinya. Media digital saat ini sudah seharusnya digunakan oleh public relations pada Kantor Arsip Universitas Padjadjaran untuk mendukung dan membentuk digital branding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui digital branding pada Kantor Arsip Universitas Padjadjaran, melalui analisis kegiatan, SDM dan penggunaan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, jenis studi deskriptif dengan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kantor Arsip Universitas Padjadjaran telah melakukan digital branding untuk membangun goodwill dan juga untuk memperkuat reputasinya melalui berbagai kegiatan seperti kerjasama, webinar, sosialisasi dan pembinaan kearsipan baik untuk internal maupun eksternal. Media digital yang digunakan untuk membangun branding masih terbatas pada situs website. Media sosial seperti facebook, Instagram, tweeter, line dll belum dimanfaatkan oleh Kantor Arsip Universitas Padjadjaran. Pengelolaan kegiatan public relations dilakukan oleh arsiparis yang belum mendapatkan Pendidikan dan pelatihan kehumasan.
Strategi Komunikasi Efektif Pengelolaan Arsip Digital untuk Mendukung Layanan Inklusif bagi Disabilitas Tuli di PT KAI Tahun 2025 Hasbi Ridla Ilahi; Agus Taryana; Wawat Setiawati
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jimik.v7i2.1789

Abstract

Effective communication is a pivotal component in the provision of inclusive digital archive services, particularly for individuals who are Deaf and depend on visual communication and Indonesian Sign Language (Bisindo). The objective of this study is threefold: first, to analyze the communication process in the management of digital archives at PT Kereta Api Indonesia (Persero); second, to identify communication barriers experienced by Deaf individuals; and third, to formulate strategies for developing inclusive digital archive services. The research employs a descriptive qualitative approach with participatory observation, interviews, and documentation studies at the Section of Asset Ownership Document and Files (USDA) of PT KAI. Participatory observation was conducted to directly observe the steps in using the Rail Document System (RDS), the workflow of digital archive services, and the interactions between Deaf and hearing staff members. Over two months, in-depth data were collected through observation, interviews, and documentation involving seven informants, both internal and external. The results indicate that the management of PT KAI's digital archives has been technically well-executed; however, it does not fully accommodate the needs of Deaf users. The study proposes several recommendations, including the integration of Indonesian Sign Language (Bisindo) into the digital archive system, the provision of content or features accompanied by visual guides, the implementation of sign language training for PT KAI employees, and the reinforcement of internal company policies and regulations. These recommendations aim to ensure the provision of equitable and inclusive digital archive services at PT KAI