Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUASAAN BAHASA INGGRIS DAN BAHASA MANDARIN BAGI PEMANDU WISATA LOKAL PEREMPUAN DI OBYEK ALAS KEDATON DESA KUKUH, MARGA, TABANAN, BALI A.A Ketut Sri Candrawati
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 18 No 1 (2019): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v18i1.361

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan kemampuan menguasai Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin bagi pemandu wisata lokal perempuan (yang bukan dari guide melainkan dari pegawai atau pemilik art shop) di Obyek Alas Kedaton Tabanan sebagai pertimbangan untuk kemajuan wisata di Obyek Alas Kedaton Tabanan, serta untuk mengetahui bagaimana proses pengelolaan jenis Obyek Wisata ini. Penelitian kemudian dilakukan melalui teknik pengumpulan data seperti wawancara dan observasi di Obyek Wisata Alas Kedaton Tabanan, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Obyek Wisata Alas Kedaton dengan memanfaatkan pegawai atau pemilik art shop sekaligus menjadi pemandu wisata lokal perempuan yang berkomunikasi dwi bahasa yaitu dengan bahasa Inggris dan Mandarin. Dengan menjelaskan keunikan dan kesakralan Obyek Alas Kedaton tersebut menjadi dasar mengembalikan keaslian pariwisata berdasarkan budaya dan nilai-nilai leluhur di Bali. Melaluiproses penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin bagi pemandu wisata lokal perempuan di Obyek Alas Kedaton Tabanan, perlu lebih ditingkatkan untuk menghindari mis komunikasi antara pemandu dengan wisatawan. Berbagai upaya dilakukan oleh pengelola Obyek Alas Kedaton I Wayan Semadi untuk bisa meminimalkan mis komunikasi tersebut. Dengan meningkatnya kemampuan pemandu wisata lokal perempuan ini bisa dijadikan promosi wisatawan akan datang lebih banyak ke Obyek Alas Kedaton Tabanan.
Konstruksi Atap Rumah yang Tanggap Terhadap Pasir Vulkanik pada Kawasan Wisata Gunung Agung di Bali Dinar Sukma Pramesti; A.A Ketut Sri Candrawati
ARSITEKTURA Vol 19, No 2 (2021): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v19i2.49888

Abstract

The area around Mount Agung needs a roof design that can give extra protection for the residents. The volcanic sand may cause serious danger and damage to the residents' houses since it brings a heavy load to the roof. It causes roof collapses and it dangers the residents' safety. This study was a Research and Development Research and Development by Borg and Gall with a mixed method. Roof testing was done by carrying out an FGD by inviting one expert to provide input on the quality of the product, for revising and reporting the results according to the improvements. Based on the study, it was found (1) the needs of the residents due to the roof design, (2) the suitable type of roof that is resistant to the volcanic sand, and (3) the suitable roof construction for the residents around Mount Agung. The results of the study are expected to contribute to the construction design of residents' houses around Mount Agung that can protect them from the volcanic sand. 
PENGUASAAN BAHASA INGGRIS DAN BAHASA MANDARIN BAGI PEMANDU WISATA LOKAL DI OBYEK ALAS KEDATON DESA KUKUH, MARGA, TABANAN, BALI A.A Ketut Sri Candrawati
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol 9 No 2 (2019)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.431 KB) | DOI: 10.22334/jihm.v9i2.150

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan kemampuan menguasai bahasa Inggris dan Cina untuk pemandu wisata lokal (yang bukan dari pemandu tetapi dari karyawan atau pemilik toko seni) pada Obyek Alas Kedaton Tabanan sebagai pertimbangan untuk kemajuan pariwisata di Alas Kedaton Tabanan Objek, dan untuk mengetahui bagaimana proses pengelolaan jenis objek wisata ini. Penelitian ini dilakukan melalui teknik pengumpulan data seperti wawancara dan observasi di Obyek Wisata Alas Kedaton Tabanan, dan dianalisis secara kualitatif. Obyek Wisata Alas Kedaton dengan memanfaatkan karyawan atau pemilik art shop serta menjadi pemandu wisata wanita lokal yang berkomunikasi dalam bahasa bilingual yaitu Inggris dan Mandarin. Dengan menjelaskan keunikan dan kesakralan Obyek Alas Kedaton, dasar untuk mengembalikan keaslian pariwisata didasarkan pada budaya dan nilai-nilai leluhur di Bali. Melalui proses penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penguasaan bahasa Mandarin untuk pemandu wisata wanita lokal di Alas Alas Kedaton Tabanan perlu ditingkatkan untuk menghindari miskomunikasi antara pemandu dan wisatawan. Berbagai upaya dilakukan oleh administrator Objek Alas Kedaton I Wayan Semadi untuk dapat meminimalkan kesalahan komunikasi tersebut. Dengan meningkatnya kemampuan pemandu wisata wanita lokal, ini dapat digunakan sebagai promosi bagi wisatawan untuk datang ke Objek Alas Kedaton Tabanan.