Tulus Junanto
Tanjungpura University

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effectiveness of Performance Assessment in Project-Based Learning by Utilizing Local Potential to Increase the Science Literacy Hairida Hairida; Tulus Junanto
International Journal of Pedagogy and Teacher Education Vol 2 (2018): IJPTE Focus Issue July 2018
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education (FKIP), Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.708 KB) | DOI: 10.20961/ijpte.v2i0.25722

Abstract

Learning science requires students not only to remember the subject matter but also to develop science literacy. One of the ways to develop science literacy competencies is by applying performance assessment in project-based learning that utilizes local potential. This study aims to determine the effectiveness of performance assessment in local-potential-based learning on environmental pollution subject matter. The research was carried out using a quasi-experimental method with a pre- and post-test design. The sample for the research is 7th grade students in Pontianak, and the data collection tool is an observation sheet using a science literacy rubric test. The research results show that performance assessment of project-based learning utilizing local potential can increase students’ science literacy.
Penerapan Model Pembelajaran Team Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Abad 21 bagi Mahasiswa Calon Guru Kimia Tulus Junanto; Rody Putra Sartika
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 11, No 6 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v11i6.9832

Abstract

Pendidikan abad 21 memerlukan keterampilan dunia nyata yaitu komunikasi, kolaborasi dan berfikir kritis. Model pembelajaran Team Based Learning (TBL) memberikan banyak kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan bekerjasama. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah a) mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran TBL untuk meningkatkan keterampilan abad 21 bagi mahasiswa calon guru kimia, b) mendiskripsikan prosedur pelaksanaan kegiatan model pembelajaran TBL untuk meningkatkan keterampilan abad 21 bagi mahasiswa calon guru kimia. Metode penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian adalah a) implementasi model pembelajaran TBL dapat meningkatkan keterampilan abad 21 bagi mahasiswa calon guru kimia dengan cara berkolaborasi, aktif berkomunikasi, berpikir kritis dan kreatif selama proses pembelajaran, b) prosedur pelaksanaan kegiatan model pembelajaran TBL untuk meningkatkan keterampilan abad 21 bagi mahasiswa calon guru kimia yaitu pra-kelas, Readiness Assurance Process (RAP), Application of Course Concepts , instructor feedback.
Pengembangan Model Pembelajaran Sains Berorientasi Literasi Sains bagi Mahasiswa Calon Guru Kimia Tulus Junanto; Rody Putra Sartika
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 11, No 5 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v11i5.8886

Abstract

Pendidikan sains memiliki peran yang penting dalam menyiapkan siswa memasuki dunia kehidupannya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah a) mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa menggunakan metode pembelajaran pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) yang berorientasi literasi sains, b) mengembangkan metode pembelajaran pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) yang berorientasi literasi sains, c) mendeskripsikan efektifitas pengembangan metode pembelajaran pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) yang berorientasi literasi sains. Metode penelitian ini adalah Education Research and Development (R&D) yaitu penelitian dan pengembangan. Penelitian dan pengembangan (R&D) dikhususnya pada pembelajaran IPA pada pengembangan metode pembelajaran pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) yang berorientasi literasi sains. Berdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran berorientasi literasi sains dinilai layak oleh pakar model pembelajaran karena sesuai dengan memenuhi kriteria model pembelajaran. Model pembelajaran ini praktis berdasarkan nilai kepraktisannya karena terstruktur jelas dan praktisi juga dapat dengan mudah menggunakannya. Model pembelajaran berorientasi literasi sains efektif diterapkan. Hal ini dapat dilihat dari nilai kelas ekperimen yang lebih baik dibandingkan nilai kelas kontrol.
Deskripsi Disiplin dalam Pembelajaran Kimia Siswa MAN 1 Sintang Yunita Puspasari; Tulus Junanto; Andi Ifriany Harun; Eny Enawaty; Rahmat Rasmawan
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 11, No 5 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v11i5.8996

Abstract

Disiplin merupakan salah satu unsur penting dalam karakteristik pembelajaran kimia. Hal tersebut membuat guru membutuhkan informasi tentang kondisi kedisiplinan siswa sehingga dapat membantu guru dalam memberikan tindakan yang tepat untuk meningkatkan karakter disiplin siswa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kedisiplinan dalam pembelajaran kimia siswa MAN 1 Sintang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 1 MAN 1 Sintang. Prosedur pengumpulan data yaitu pertama peneliti memberikan angket kepada siswa kemudian hasilnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram, kedua peneliti melakukan observasi dan wawancara sebagai triangulasi. Instrument penelitian yang digunakan adalah angket dan pedoman observasi. Angket menggunakan skala likert dan hasilnya analisis dalam bentuk persentase.Hasilnya siswa sudah menunjukkan sikap disiplin selama pembelajaran kimia. kategori disiplin siswa yaitu sebanyak 65% siswa masuk dalam kategori sangat kuat, 32% siswa masuk dalam kategori kuat dan 3% siswa masuk dalam kategori cukup.