Agus Karim
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Istirātijiyāt Ibtikār Manhaj Ta`līm Al-Lugah Al-`Arabiyyah bi Jāmi`ah Sunan Gunung Djati Al-Islāmiyyah Al-Ḥukūmiyyah Bandung Heri Gunawan; Aep Saepurrohman; Agus Karim; Alfiyanti Nur Fadilah
Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab & Kebahasaaraban Vol 5, No 2 (2021): Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpba.v5i2.16011

Abstract

Pendidikan berubah sebagai respon terhadap perubahan itu sendiri, maka kurikulum yang menjadi "kitab sucinya" pendidikan pun berubah pula. Perubahan kurikulum memang menjadi suatu keniscayaan, dan tidak bisa ditawar lagi. Perubahan tersebeut baik pada ide, konten, maupun proses agar kurikulum selalu aktual dan konstektual. Inovasi kurikulum adalah suatu perubahan kurikulum menuju ke arah yang lebih baik untuk mencapai tujuan dan mengatasi perubahan-perubahan yang terjadi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana strategi inovasi kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sesuai dengan metode penelitian yang digunakan, maka teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan wawancara, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Pelaksanaan inovasi kurikulum dilakukan dengna menerapkan model yakni top-down dan model bottom-up. Sedangkan strategi inovasi kurikulum dapat dilakukan melalui fasilitative strategies, reeducative strategies, persuasive strategies, dan power strategies. Para kurikulum perguruan tinggi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), program sutid memiliki otoritas dalam melakukan inovasi kurikulum. Hal tersebut didasari dua hal, yaitu (1) program studi lebih mengetahui tentang potensi dan kebutuhannya, (2) program studi menjadi basis pengembangan ilmu yang sesuai dengan karakteristiknya.
الاستعارة في مولد البرزنجي Raden Anjasmara Putra; Agus Karim; Dadan Fitria Ramdhan
Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab & Kebahasaaraban Vol 3, No 1 (2019): Ta'lim Al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.767 KB) | DOI: 10.15575/jpba.v3i1.7452

Abstract

Salah satu gaya bahasa indah yang terdapat dalam al-barzanji adalah adanya lafaz yang dikehendaki bukan pada makna aslinya yang dikenal dengan istiarah. Selain itu dalam al-barzanji pun terdapat banyak nilai pendidikan islam yang dapat bermanfaat bagi yang membaca dan meneliti kitab tersebut. Oleh karena itu penulis ingin menganalisis dari segi balaghah tentang istiaroh untuk mengupas sebagian keindahan yang ada dalam al-barzanji. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis kandungan, yakni dengan mengupas makna dan hakekat teks-teks dengan mengumpulkan ungkapan-ungkapan yang mengandung istiarah kemudian menjelakannya dari segi balaghah dan nilai pendidikan islam. Dan tekknik penelitiannya menggunakan kajian pustaka yakni dengan mengumpulkan beberapa data dan informasi dari hasil telaah sumber-sumber tertulis. Setelah diteliti dihasilkan bahwa terdapat 30 ungkapan dalam al-barzanji yang mengandung istiarah dengan istiarah yang bermacam-macam. Penulis juga menemukan banyak nilai pendidikan islam yang dikelompokkan dalam nilai pendidikan spiritual, sosial dan moral.Kata Kunci: Istiarah, Nilai-nilai Pendidikan Islam, maulid al-barzanji
The Concept of Idols in Qur’an: A Semiotic Analysis of Roland Barthes Mahmud Fajar Harahap; Nadhira Syifa Awliya; Aep Saepurrohman; Agus Karim; Mostafa Farouk Abdelaleem Muhmood
Arabiyyatī: Journal of Arabic Language Education Vol. 1 No. 1 (2024): Arabiyyatī: Journal of Arabic Language Education
Publisher : PPPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65679/arabiyyat.v1i1.34

Abstract

This research aims to uncover the changing meanings of the concept of idols and to symbolically approach the meanings behind verses using terms such as الأصنام, الأوثان, and لأنصاب in the Quran. The background of this writing stems from the human tendency to believe in God but falter in expressing servitude to Allah SWT. Humans constantly seek the essence of God, yet errors persist from the prophetic era to the present day. There is a tendency to adhere blindly to the teachings of ancestors who inherited these mistakes. To understand this issue further, this research will utilize Roland Barthes' semiotics. The methodology involves literature review supported by descriptive analysis.  The results of semiotic research on verses and interpretations regarding the meaning of idols in the Quran, reviewed using the concepts of Jahiliyyah and Islam, will reveal a change in meaning due to the transition of certain practices from the pre-Islamic era into Islam. The concept of idols in these three terms refers to something worshiped as a manifestation, resemblance, and offering as a method of worship.