Megandaru W. Kawuryan
Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model pengelolaan badan usaha milik desa dalam meningkatkan pendapatan asli Desiwantara Desiwantara; Khasan Effendy; Udaya Madjid; Megandaru W. Kawuryan
INOVASI Vol 17, No 4 (2021): November
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v17i4.10308

Abstract

Model pengelolaan BUMDes diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli desa di Kabupaten Bangka Tengah. Peneliti memilih metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif, penggunaan metode kualitatif dalam penelitian ini merupakan suatu strategi yang cocok untuk menggali informasi dan memahami kenyataan obyek penelitian secara mendalam dan detail. Kemudian peneliti juga menggunakan analisis SWOT untuk mempertajam analisisnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harus ada peranserta masyarakat dalam permodalan sehingga menumbuhkan rasa memiliki yang lebih besar terhadap setiap langkah usaha BUMDes; Pencatatan administrasi, pengelolaan serta perencanaan anggaran yang harus dikelola secara transparan dan akuntable; dan Manajemen kinerja yang dilakukan oleh BUMDes belum dilaksanakan dengan baik. Manajemen kinerja yaitu komunikasi antar pihak internal (pengurus/anggota) dan pihak eksternal BUMDes. Strategi BUMDes Desa Kurau Barat, Desa Padang Baru, dan Desa Munggu Kabupaten Bangka Tengah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) adalah dengan Strategi Capital Partisipation of Community yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peningkatan evaluasi budgeting, accounting, ferformance management dan auditing yang menekankan pada partisipasi masyarakat desa.
Gender Leadership in Accelerating Stunting Reduction: Women’s Participatory Governance in Serang Regency, Banten Province Ida Rosida; Mansyur Achmad; Megandaru W. Kawuryan; Andi Masrich
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v7i3.787

Abstract

Background: Stunting remains a critical public health challenge in Indonesia, particularly in regions with pronounced gender inequalities in household decision-making. Serang Regency recorded one of the highest stunting prevalence rates nationally, at 39.43% in 2019, making it a priority area for accelerated intervention. Objective: This study examines gender leadership in handling stunting in Serang Regency, Banten Province, and constructs an evidence-based model for gender-responsive stunting management. Methods: A qualitative descriptive design was employed. Data were collected through in-depth interviews with 15 key informants selected via purposive sampling, six months of field observations, and document analysis of regulatory instruments, including Regent Regulation No. 40/2021 and nutrition monitoring data from SSGI and e-PPGBM. Data validity was ensured through source triangulation, method triangulation, and member checking. Results: The findings indicate that gender leadership is a determining factor in stunting prevention. Female leadership strengthens multi-stakeholder coordination through participatory and empathetic approaches, improves family health literacy, and addresses structural gender blindness in policymaking. Barriers include limited women’s representation in decision-making, gender-biased household norms, and constrained frontline resources. Conclusion: The gender leadership model rests on four pillars: women’s strategic leadership, community-based women’s leadership, gender-responsive policies, and community education for shared family roles—each reinforced by psychological dimensions. These findings provide practical guidance for local governments in designing sustainable stunting reduction strategies.