Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BABY CORN (Zea mays L) PADA BEBERAPA MACAM PENYIAPAN LAHAN DAN KETEBALAN MULSA JERAMI ubad Badrudin; Bambang Suryotomo
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 13, No 9 (2010): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v13i9.277

Abstract

Baby corn (Zea mays L.) atau jagung semi merupakan bahan sayuran segar yang diperoleh dari tongkol jagung muda. Perkembangan baby corn cukup pesat dan mempunyai prospek yang cerah, karena selain diperdagangkan di pasar dalam negeri, juga sebagai komoditas ekspor. Permasalahan yang dihadapi adalah besarnya biaya produksi, diantaranya biaya pengolahan tanah dan penyiangan.  Teknologi yang dapat dikembang-kan adalah dengan cara meminimalkan persiapan lahan, antara lain sistem tanpa olah tanah ataupun pengolahan secara minimum serta memanipulasi lingkungan tumbuh dengan pemulsaan menggunakan jerami.  Penelitian bertujuan mengetahui macam penyiapan lahan (pengolahan)  yang cocok dan  ketebalan mulsa jerami yang tepat serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman baby corn.  Penelitian meng-gunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang 3 kali.  Macam penyiapan (pengolahan) lahan sebagai petak utama (main plot) terdiri atas: tanpa olah tanah, pengolahan minimum, dan pengolahan sempurna. Sedangkan ketebalan mulsa jerami pada anak petak (sub plot), terdiri atas: tanpa pemulsaan, pemulsaaan jerami dengan ketebalan 3 cm, 6 cm, dan 9 cm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam penyiapan lahan berpengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati. Pertumbuhan dan produksi tertinggi diperoleh pada pengolahan tanah sempurna. Ketebalan mulsa jerami berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, luas daun, panjang tongkol, diameter tongkol dan jumlah tongkol petak efektif-1. Terdapat interaksi antara macam penyiapan lahan dan ketebalan mulsa jerami terhadap bobot tongkol tanaman-1 dan bobot basah tongkol petak efektif -1. Kombinasi perlakuan terbaik adalah pengolahan tanah sempurna dengan ketebalan mulsa jerami 9 cm, karena menghasilkan Bobot tongkol basah tanaman-1 dan bobot tongkol basah petak efektif-1 tertinggi Kata kunci :  Baby corn, Macam penyiapan lahan, Ketebalan mulsa jerami.
UJI DAYA HASIL DAN PERTUMBUHAN BEBERAPA GENOTIPE MELON ( Cucumis melo L.) HIBRIDA DI KABUPATEN PEKALONGAN Ubad Badrudin; Bambang Suryotomo; Wahidin .
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 13, No 8 (2010): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v13i8.268

Abstract

Melon merupakan salah satu tanaman buah-buahan yang disukai masyarakat luas. Cita rasabuahnya manis, khas dan beraroma harum, sehingga melon sering dipakai sebagai menu pesta.  Disampingitu kandungan gizinya tinggi seperti vitamin dan mineral sangat diperlukan oleh manusia.  Produksi buah melon dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.  Namun demikian masih dijumpai permasalahandalam budidaya melon, salah satunya adalah masalah benih.  Biaya pembelian benih mencapai 20% daritotal biaya produksi buah melon. Tindakan yang dapat dilakukan untuk memperoleh benih unggul adalahmenciptakan varietas baru melalui proses pemuliaan tanaman.  Saat ini masih dilakukan uji multilokasidari beberapa genotipe melon di kabupaten Pekalongan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui pertumbuhan dan produksi beberapa genotipe tanaman melon. Penelitian dilaksanakan diDesa Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, mulai bulan Maret sampai dengan bulanJuni 2009. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL)faktor tunggal dengan tiga ulangan.  Faktor yang dicoba adalah beberapa genotipe melon yaitu IPB-MH7(V1), IPB-MH307 (V2), IPB-MH302 (V3), Apollo (V4), dan Golden Langkawi (V5).  Variabel yangdiamati meliputi diameter batang, umur berbunga, ketebalan daging buah, kadar gula, panjang buah, bobotbuah, dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa genotipe tanaman melon yang diujimempunyai pengaruh berbeda nyata terhadap diameter batang, umur berbunga dan panjang buah. Genotipe IPB-MH 307 (V2) mempunyai diameter batang paling besar, umur berbunga paling singkat, danpanjang buah paling panjang dibanding genotipe yang lain.Kata kunci : Genotipe melon, Uji daya hasil, Benih
UJI DAYA IIASIL DAN PERTUMBUHAN TANAMAN PADI (OX YZA SATIVA. L)VARIETAS IR 64 PADA BERBAGAI TARAI PEMUPUKAN TRI CALSIUM PIIOSPAT ( TCP 36 ) Bambang Suryotomo; Anwar Fauzan
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 1, No 1 (2007): Keanekaragaman Kekayaan Bahari,
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v1i1.2

Abstract

The research was conducted in a wet rice field ini Bajongbata, Pemalang. The used method was experimental with agroup random plan or RAK and was repeatedly conducted three times. 4 degrees of Fosfat fertilizing experimented contained of : D1 (0KG TcP/Ha; D2 (50 Kg/Ha; D3(100 Kg/Ha); and D4 (150 Kg/Ha). The result of the research showed that the productivity and growth of variety rice degree TCP 36. This all was showed by all observed and analyzed components that had F score bigger than F ccore of table 1 %. The production of rice plant was determinedby some componenls, they were): lhe number of malai per clump,number of unhulled paddy (gabah) Per malai, and weight of1000 seeds (IRRI, 1970). This meant that the number of riceplant that had many malai per clump, big number of unhulledpaddy per malai, and high weight of 1000 seeds would cause a high production. Based on the above three components, it couldbe also summarized rhat a good.t'ertilizel TCP 36 that wo ldgire the best pro.luctio was in a degree of 100 Kg/ha, and thatalso would produce 33,10 Kg per one Piece of feld of a dryunhulled paddy that was the same as 67,80 kw/ha. Keywords : Fosfat, Daya Hasil Padi, pertumbuhan Tanaman,tri calsium Phospat